|
Sanksi Sosial
08-02-2012
RAKYAT semakin sadar bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa. Kesadaran itu tampak dengan jelas ketika rakyat memberi apresiasi yang tinggi, sangat tinggi, kepada partai politik yang gencar mengampanyekan antikorupsi.
Sebaliknya, rakyat tidak segan-segan pula mengganjar sanksi kepada partai, yang menurut persepsi mereka, kader partai itu terlibat korupsi, apalagi dianggap bersekutu dengan koruptor.
Apresiasi tinggi diberikan rakyat kepada Partai Demokrat yang mengusung tema kampanye antikorupsi dalam Pemilu 2009. Iklan Partai Demokrat yang berjudul Katakan tidak pada Korupsi adalah promosi ampuh mengantar Demokrat menjadi partai berkuasa.
Ketika itu rakyat terpukau dengan penampilan kader muda Partai Demokrat dalam iklan antikorupsi. Bintang iklan kampanye tersebut berhasil menjadi anggota DPR, yaitu Angelina Sondakh, Anas Urbaningrum, dan Edhie 'Ibas' Baskoro. Bahkan, dua nama terakhir itu kini menjadi ketua umum dan sekjen partai.
Tidak hanya itu. Perolehan suara Partai Demokrat yang pada 2004 cuma 7,4% langsung melambung menjadi 20,4% pada Pemilu 2009. Kemenangan fantastis juga diraih Susilo Bambang Yudhoyono yang berpasangan dengan Boediono dalam pemilihan presiden. Pasangan itu menang telak dalam satu putaran dengan meraih 60,8% suara.
|