HOME EDITORIAL | INDEX EDITORIAL


ARSIP EDITORIAL

« Prev 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | Next » (104 pages)



  Mahkamah Konstitusi yang Memukau
05-11-2009

SEBUAH tontonan telah digelar Mahkamah Konstitusi, tetapi bukan sembarang panggung. Lakon itu menjadi amat istimewa karena membuka rekaman percakapan rekayasa kriminalisasi pimpinan nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah.

Sembilan punggawa hakim konstitusi memutuskan membuka rekaman percakapan rekayasa kriminalisasi KPK. Jutaan warga di seluruh pelosok negeri menyimak melalui layar televisi bagaimana penegakan hukum negeri ini dikuasai para bandit dan mafia. Persekongkolan yang selama ini selalu saja dibantah.



  Tekanan Melalui Facebook
04-11-2009

DUKUNGAN terhadap Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, pimpinan nonaktif KPK yang kini mendekam dalam tahanan kepolisian, terus mengalir deras tiada henti. Dukungan itu datang dari dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia maya.

Di dunia nyata, para tokoh nasional dengan sukarela menjaminkan diri untuk membebaskan Bibit dan Chandra. Mereka pun dengan penuh semangat turun ke jalan bergabung dengan elemen masyarakat lain untuk berunjuk rasa. Dukungan di dunia nyata tersebar dari Jakarta hingga ke berbagai daerah.



  Tsunami Ketidakpercayaan
03-11-2009

DUKUNGAN publik bagi Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto mengalir deras. Ada yang menyebut dukungan itu seperti tsunami yang menggulung. Celakanya, semakin deras tsunami dukungan, semakin deras pula tsunami ketidakpercayaan terhadap kinerja lembaga penegak hukum.

Itulah yang sedang terjadi hari-hari belakangan ini. Chandra dan Bibit, dua pemimpin nonaktif KPK, yang ditahan polisi karena diduga menyalahgunakan wewenang, justru mendapat simpati besar dari publik. Kepercayaan terhadap pemerintah, khususnya kepada kepolisian dan kejaksaan, menukik tajam. Ini tentu pukulan yang berbahaya bagi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang semestinya sedang menikmati bulan madu dengan pendukungnya.



  DPR yang Takut Raker
31-10-2009

PEMBATALAN dua rapat kerja Komisi DPR dengan dua kementerian mengundang reaksi keras sejumlah kalangan. Ketua DPR, yang 'memerintahkan' pembatalan itu, dituding telah berlaku otoriter dan menggelindingkan persoalan baru dan serius di kalangan anggota dewan.



  Demi Apa Keduanya Ditahan?
30-10-2009

Penegakan hukum, keadilan, dan kebenaran sedang bergejolak hebat karena para penegak hukum berkelahi. Mereka saling menuduh sebagai penjahat. Padahal mereka orang-orang yang bertugas menegakkan kebenaran.



  Angket Century Jangan Mati Suri
29-10-2009

KASUS Bank Century kini memasuki ranah politik. DPR menggalang hak angket untuk menyelidiki motivasi pengucuran dana penyelamatan Rp6,7 triliun kepada bank yang pernah dimiliki Robert Tantular tersebut.



  Wakil Menteri dan Air Liur Partai
28-10-2009

SETELAH kabinet dibentuk dan mulai bekerja, kini yang muncul ke permukaan adalah isu posisi wakil menteri. Isu yang seksi, sangat seksi, yang menyebabkan terbitnya air liur partai. Perihal perlunya wakil menteri itu telah disebut eksplisit oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika mengumumkan susunan kabinet yang baru. Dan dalam waktu dekat ini, Presiden akan menunjuk enam wakil menteri untuk pos di Departemen Pertanian, Departemen Perindustrian, Departemen Kesehatan, Departemen Pendidikan, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Keuangan.



  Naik Gaji? Bolehlah...
27-10-2009

MINGGU pertama bekerja, Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II sudah disibukkan oleh keinginan menaikkan gaji pejabat tinggi negara, termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Berbeda dari keinginan serupa di waktu lalu yang sengit mendapat kritik, kali ini keinginan serupa memperoleh dukungan. Dewan Perwakilan Rakyat, termasuk Majelis Permusyawaratan Rakyat memberi lampu hijau.



  Percepatan Infrastruktur
26-10-2009

ADA tanda-tanda Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu jilid II melangkah lebih cepat dan lebih fokus. Lebih cepat, hanya dua hari setelah dilantik, Menteri Koodinator Perekonomian Hatta Rajasa telah memimpin rapat koordinasi pertama jajaran menteri perkonomian dengan kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Lebih fokus, karena Tim Ekonomi benar-benar ingin ada percepatan infrastruktur sebagai prioritas. Untuk itu, pemerintah tengah meretas jalan mencari alternatif pendanaan melalui kebijakan pembiayaan bersama antara pemerintah dan swasta.



  Transparansi yang Melukai
23-10-2009

SEMUA tahu bahwa penentuan seseorang menjadi menteri kabinet adalah hak prerogatif presiden. Boleh saja banyak nama yang diajukan dan mengajukan diri, tetapi keputusan akhir sepenuhnya di tangan presiden. Tidak bisa diganggu-gugat.

« Prev 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | 47 | 48 | 49 | 50 | 51 | 52 | 53 | 54 | 55 | 56 | 57 | 58 | 59 | 60 | 61 | 62 | 63 | 64 | 65 | 66 | 67 | 68 | 69 | 70 | 71 | 72 | 73 | 74 | 75 | 76 | 77 | 78 | 79 | 80 | 81 | 82 | 83 | 84 | 85 | 86 | 87 | 88 | 89 | 90 | 91 | 92 | 93 | 94 | 95 | 96 | 97 | 98 | 99 | 100 | 101 | 102 | 103 | 104 | Next » (104 pages)