INDONESIA menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Vanuatu. Bantuan itu diberikan sebagai respons atas permintaan pemerintah Vanuatu, beberapa waktu lalu.
Rombongan tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Nadjib Riphat Kesoema, menyerahkan bantuan senilai US$2 juta itu kepada Vanuatu yang diwakili Menteri Perubahan Iklim, Meterologi, Lingkungan, Energi, dan Bencana Alam James Bule.
Penyerahan dilakukan di markas National Disaster Management Office (NDMO) di Port Vila, Vanuatu, kemarin. "Presiden Joko Widodo, atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia, menyampaikan keprihatinan mendalam pada saudara-saudara di Vanuatu yang terkena dampak dari topan Pam, 14-15 Maret lalu," kata Nadjib sebagaimana dilaporkan wartawan Media Indonesia, Donny Andhika, dari Vanuatu.
Nadjib menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia menyerahkan bantuan berupa berbagai kebutuhan seperti bahan makanan, obat-obatan, tenda, selimut, genset listrik, serta perangkat kebersihan pribadi dan kesehatan lingkungan.
Indonesia juga memberikan bantuan uang tunai sebesar US$450 ribu untuk pembangunan kembali infrastruktur yang rusak akibat topan Pam.
Menteri Bule menyambut baik bantuan kemanusiaan dari Indonesia. Menurutnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang dengan cepat menyatakan kesediaan memberikan bantuan kemanusiaan kepada negaranya. "Bantuan ini sangat membantu Vanuatu dalam pemulihan pascabencana," kata Bule.
Ia mengatakan bantuan dan asistensi kemanusiaan sangat dibutuhkan rakyat Vanuatu. Bule mengatakan, lebih dari 40 ribu rumah tangga menjadi korban keganasan topan Pam. "Rakyat Vanuatu dan pemerintah Vanuatu sangat mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah Indonesia," kata Bule.