Nusantara

Rendang Tetap Terlezat di Dunia

Sabtu, 15 July 2017 16:30 WIB Penulis:

ANTARA/MUHAMMAD ARIF PRIBADI

KENING Hendra berkeringat kala ia menyantap rendang di Restoran Selamat yang berlokasi di Pasar Raya Kota Padang, Sumatra Barat.

Karena begitu enaknya rendang daging sapi yang dia santap, Hendra perlu menambah nasi lagi.

Bagi masyarakat Padang dan Indonesia pada umumnya, masakan tersebut, khususnya rendang, cukup populer dan banyak disukai.

Kepopuleran rendang juga diakui dunia.

Tahun ini untuk kedua kalinya CNN Travel menobatkan randang padang (nama asli masakan tersebut) menjadi masakan terlezat di dunia.

Pertama kali rendang mendunia dan menjadi makanan terlezat di dunia pada 2011 juga berdasarkan versi CNN.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan CNN Travel kemarin, rendang menjadi nomor 1 dari 50 makanan terlezat di dunia.

Hasil polling ini melibatkan 35 ribu orang yang tersebar di seluruh dunia.

Posisi kedua ialah nasi goreng.

Jadi, tahun ini ada dua kuliner Indonesia yang mendapat perhatian publik dunia sebagai makanan terlezat, yakni rendang dan nasi goreng.

Apalagi, Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama sangat menyukai nasi goreng Indonesia ini.

Saat berkunjung ke Indonesia, ia pun menyempatkan menyantap nasi goreng favoritnya.

Randang atau rendang merupakan kuliner asli Minangkabau. Randang berasal dari kata marandang (merendang).

Budayawan Minangkabau Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto mengatakan arti kata randang atau rendang ialah proses membuatnya cukup lama.

Daging sapi yang dimasak dengan ramuan bumbu dan santan membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam untuk menjadikan masakan itu lezat.

"Randang tidak bisa dipisahkan dari orang Minang. Makanan itu selalu ada di setiap acara baik bernuansa adat maupun ritual keagamaan. Randang ialah penghulu di deretan menu yang tersaji dalam peristiwa adat dan agama di Minang," terang Musra.

Randang juga dijadikan sebagai simbol dalam pesta adat.

Bundo Kanduang Puti Reno Raudah Thaib, ahli waris takhta Paguruyuang, menjelaskan rendang itu sebagai penghulu sambal.

Bila ingin menggelar upacara adat tapi tidak ada uang, randang pun bisa dibuat dari kulit batang kayu.

"Di Payakumbuh, randang dibuat dari potongan kayu dan disiram kuah randang. Itu sebagai simbol pesta adat," sambung Raudah.

Rendang tidak hanya melulu soal daging sapi.

"Ada juga rendang nangka, rendang paku, dan rendang daun singkong. Di luar Minang ada rendang ayam, rendang lokan dan telur," jelasnya. (Yose Hendra/N-3)

Komentar