Nusantara

Alat Laboratorium Meledak, Dosen dan Mahasiswa Terluka

Senin, 17 July 2017 22:09 WIB Penulis: Ferdian Ananda Majni

MI/ARYA MANGGALA

ALAT penelitian meledak saat riset di Ruang Laboratorium Kimia, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Aceh, Senin (17/7) siang. Akibatnya, profesor dan mahasiswa mengalami luka-luka.

Kepala Laboratorium FKIP Kimia Unsyiah, Erlidawati, mengatakan, insiden ledakan dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Korban yang mengalami luka-luka ialah dosen dan mahasiswa Unsyiah.

"Prof Adlim sebagai dosen pembimbing dan seorang mahasiswa semester VIII, Nurul Agustina, jurusan FKIP Kimia," katanya saat dimintai konfirmasi, Senin petang.

Kedua korban langsung menjalani perawatan medis di Ruang Unit Gawat Darurat Rumah Sakit King Abdul Aziz.

Menurut Erlidawati, kedua korban mengalami luka di kepala dan lengan. Prof Adlim mengalami luka di kepala dan lengan, sedangkan sang mahasiswi terluka di bagian tangan.

"Keduanya mengalami luka dan tengah menjalani perawatan di RS King Abdul Aziz. Tadi kejadiannya memang saat sedang melakukan penelitian dalam laboratorium," sebutnya.

Ia menjelaskan, terjadi ledakan saat sedang memasang alat penelitian dalam laboratorium. Padahal, belum dimasukkan zat kimia.

"Kejadian saat sedang set up alat, belum ada zat kimia. Jadi saya belum mengetahui secara detail kronologis kejadian," lanjutnya.

Ia juga belum mengetahui penelitian apa yang sedang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa tersebut. Karena belum menanyakan kejadian hingga musibah itu terjadi kepada korban.

"Prof Adlim tidak apa-apa, termasuk mahasiswa juga dalam kondisi baik karena hanya serpihan kaca di kepala. Sedangkan Prof Adlim masih dalam perawatan," paparnya.

Sementara itu, Kepala Humas Unsyiah, Husni Friady, membenarkan telah terjadi ledakan di dalam Laboratorium Kimia FKIP Unsyiah akibat penelitian.

"Begitu terjadi kecelakaan tadi korban langsung kita bawa ke rumah sakit ini. Mereka sempat ditangani tim dokter di ruang IGD," sebutnya.

Selain dosen, seorang mahasiswi yang ikut terluka, disebutnya, karena membantu riset tersebut dalam rangka penyelesaian tugas akhir. Kini, kedua korban telah dibawa pulang setelah mendapat perawatan dari rumah sakit kampus.

Husni menyebutkan, ke depan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap prosedur penggunaan Laboratorium di Unsyiah.

"Kami akan melakukan evaluasi terhadap prosedur lab, bukan hanya Lab Kimia ini, tetapi semua lab yang ada di Unsyiah, agar tidak terjadi lagi kejadian serupa," pungkasnya. (OL-2)

Komentar