Internasional

Serangan Korut Tinggal Hitungan Hari

Jum'at, 11 August 2017 06:14 WIB Penulis: Haufan Hasyim Salengke haufan_hasyim@mediaindonesia.com

AFP

REZIM Korea Utara (Korut) menyatakan rencana menembakkan empat roket ke Guam, wilayah Pasifik yang terdapat pangkalan militer Amerika Serikat (AS), tinggal hitungan hari atau pertengahan Agustus. Selain ancaman serangan, Korut juga menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai orang yang telah kehilangan ingatan. Media pemerintah Korut, Korean Central News Agency (KCNA), mengatakan skema serangan ke pulau itu ditujukan sebagai sinyal peringatan penting bahwa hanya kekuatan absolut yang akan memberi pengaruh pada pemimpin AS.

Komandan rudal Korut Jenderal Kim Rak-gyom mengatakan pernyataan ‘ledakan dan kemarahan’ yang diucapkan Presiden AS Donald Trump sebelumnya sarat omong kosong. “Dialog tidak mempan dengan o­rang hilang ingatan seperti dia,” katanya dalam pernyataan yang dikutip yang dikutip KCNA. Sebelumnya Trump mengejutkan dunia dengan memberi peringaan keras kepada pemimpin Korut Kim Jong-un bahwa Korut akan menghadapi ‘ledakan kemarahan yang tidak pernah disaksikan dunia’ jika menyerang pangkalan militer AS itu.

Kantor berita itu mengatakan keempat roket Hwasong-12 itu akan terbang melintasi Prefektur Shimane, Hiroshima, dan Koichi di Jepang sebelum mendarat di laut sekitar 30 km dari Guam. Jarak itu bisa menimbulkan dampak guncangan terhadap pangkalan militer AS itu.
Militer akan merampungkan rencana serangan ke Guam pada pertengahan Agustus dan akan menyerahkannya kepada pemimpin Korut Kim Jong-un untuk dipertimbangkan. Guam, pulau terpencil di titik 210 mil persegi di Pasifik, merupakan pos terdepan militer AS dan menampung sekitar 6.000 tentara AS yang tersebar di seluruh fasilitas, termasuk Pangkalan Angkatan Udara Anderson yang luas dan Pangkalan Angkatan Laut .

Jepang tidak toleransi
Ancaman rudal Korut yang akan melintasi wilayah Jepang juga membuat Negeri Sakura itu murka. Pemerintah Jepang mengatakan mereka ‘tidak dapat menoleransi’ provokasi Korut. “Tindakan provokatif Korut, termasuk saat ini, jelas provokatif bagi kawasan termasuk Jepang dan juga keamanan masyarakat internasional,” kata Yoshihide Suga, juru bicara pemerintah Jepang. “Kita tidak pernah bisa menoleransi sikap semacam itu.”

Jepang di masa lalu telah bersumpah akan menembak jatuh setiap rudal atau roket Korut yang mengancam untuk menyerang wilayah mereka meskipun Suga menolak untuk mengungkapkan rincian tentang strateginya kali ini. Namun, Pasukan Bela Diri militer negara tersebut, “Akan mengambil tindakan yang diperlukan.”

“Sangat penting untuk mempertahankan kekuatan penangkis AS karena situasi keamanan di kawasan ini sangat parah,” tambahnya. “Presiden Trump telah mengatakan bahwa semua opsi ada di meja dan pemerintah menyambut baik kebijakan tersebut.”
Perang urat saraf AS-Korut itu menimbulkan kekhawatiran karena salah perhitungan bisa menimbulkan bencana bukan hanya di Semenanjung Korea. “Kawasan ini menghadapi ‘sebuah Krisis Misil Kuba mini’,” ujar John Delury, profesor di Universitas Yonsei, Korsel. (AFP/Hym/I-1)

Komentar