Polkam dan HAM

Saat Dewan yang Terhomat Dibentak

Kamis, 14 September 2017 08:46 WIB Penulis: */Nov/P-4

Calon hakim agung Kamar Pidana Gazalba Saleh -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

RUANG Rapat Komisi III DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, sempat memanas saat fit and proper test calon hakim agung digelar, kemarin. Penyebabnya ialah sikap calon hakim agung Kamar Pidana Gazalba Saleh yang dinilai tidak pantas.

Gazalba menjawab dengan nada meninggi saat ditanya anggota DPR dari Fraksi PDIP Perjuangan Arteria Dahlan terkait dengan jabatannya di sebuah iklan media cetak. Tertera bahwa dirinya ialah dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya.

“Saya adalah dosen Universitas Narotama Surabaya dan sudah saya klarifikasi,” ujar Gazalba dengan nada meninggi. Ia menambahkan, Universitas Narotama telah mengklarifikasi jabatannya ke Sekretariat Komisi III DPR.

Anggota Komisi III DPR Junimart Girsang yang merupakan teman separtai Arteria berusaha menginterupsi, tetapi tidak diizinkan pemimpin rapat yang juga Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi PDIP Trimedya Pandjaitan.

Trimedya menolak mengabulkan interupsi karena Gazalba masih menjawab pertanyaan Arteria. “Tadi Pak Arteria Dahlan mau mengomentari boleh. Kalau yang lain, nanti,” kata Trimedya.

“Ketua, saya tidak mau mengomentari, Ketua. Cuma saya minta nada bicaranya jangan terlalu tinggi, saya takut, Ketua,” timpal Arteria.

Trimedya sependapat dengan Arteria. Ia lalu menginstruksikan Gazalba agar memperhatikan etika ketika menjalani fit and proper test. Menurut dia, Komisi III bukanlah tempat untuk dibentak-bentak peserta seleksi calon hakim agung.

“Tolong betul itu, tolong saudara calon, saya juga kaget. Kalau ada hal-hal yang ditanyakan, biasa saja jawabnya. Karena hanya saudara calon yang berani seperti ini. KPK saja kemarin tidak memanggil ‘yang terhormat’ saja ditegur Pak Arteria Dahlan,” terang Trimedya.

Gazalba meminta maaf. Meski demikian, ia berkilah nada suaranya meninggi karena berasal dari Bugis, Sulawesi Selatan.

Komisi III tengah menguji lima calon hakim agung, yaitu Gazalba Saleh (Kamar Pidana), Muhammad Yunus Wahab (Kamar Perdata), Yodi Martono Wahyudi (Kamar Tata Usaha Negara), Yasardin (Kamar Agama), dan Hidayat Manao (Kamar Militer).

Uji kelayakan dan kepatutan masih menunggu hasil. Jika diterima, kelima calon hakim agung itu akan disahkan dalam rapat paripurna. (*/Nov/P-4)

Komentar