Polkam dan HAM

Keterlibatan Asma Dewi kian Benderang

Jum'at, 15 September 2017 07:24 WIB Penulis: Akmal Fauzi

Ilustrasi/metrotvnews.com

POLRI memastikan ada keterkaitan antara tersangka ujaran kebencian dan SARA, Asma Dewi, dan sindikat Saracen. Salah seorang koordinator gerakan Tamasya Al-Maidah itu dipastikan masuk struktur Saracen.

Kepala Unit V Subdirektorat III Dittipidsiber Bareskrim Ajun Komisaris Besar Purnomo mengatakan bukti struktur kepengurusan itu diperoleh lewat informasi di dalam salah satu situs daring.

“Kalau kami lihat di website, memang ada strukturnya, memang tercantum di sana (nama Asma Dewi),” kata Purnomo tanpa membeberkan posisi Asma Dewi dalam struktur itu, kemarin.

Asma Dewi, kata Purnomo, sampai saat ini masih menyangkal terkait dan terlibat dalam sindikat Saracen. Empat pengelola Saracen yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu Jasriadi, M Faisal Tonong, Sri Rahayu, dan M Abdullah Harsono pun membantah terkait dengan keterlibatan Asma Dewi.

Purnomo menegaskan hal itu tidak menjadi persoalan. Penyidik akan terus mendalami berbagai bukti yang telah ditemukan terkait dengan peran Asma Dewi.

“Proses penyidikan masih berlangsung, belum ada pengakuan dari masing-masing. Itu hak mereka untuk menyangkal, tapi penyidik mempunyai bukti-bukti lain,” tegasnya.

Penyidik juga masih mendalami informasi adanya uang yang ditransfer Asma Dewi sebesar Rp75 juta ke rekening bendahara Saracen melalui NS, anggota kelompok Saracen yang belum terungkap. “Masih dalam proses pengembangan,” ujarnya.

Masih ditelusuri
Ihwal laporan 14 rekening terkait kelompok Saracen pun masih ditelusuri aliran dana tersebut berasal dari mana saja dan ke mana saja dikirimkan.

“Masih kami lihat sangkut pautnya ke mana saja. Tidak semua yang kami dapat, kami sampaikan. Harus dipelajari semua. Harus dipelajari satu-satu uangnya ke mana saja, untuk apa. Kan tidak semuanya (terkait Saracen), untuk pribadi dia juga ada, segala macam,” kata Purnomo.

Kuasa hukum Asma Dewi, Juju Purwantoro akan mengajukan pra­peradilan untuk kliennya. Menurutnya, penangkapan dan penahanan Asma Dewi tidak sesuai dengan aturan.

“Proses penangkapan dan pena­hanan tidak sesuai prosedur. Kemudian dari proses tersebut kita akan siapkan praperadilan,” kata Juju

Di sisi lain, berkas perkara Sri Rahayu Ningsih, tersangka penebar kebencian yang juga bagian dari sindikat Saracen sudah lengkap atau P21. Penyidik akan menyerahkan tersangka beserta barang buktinya ke kejaksaan untuk tahap kedua atau proses penuntutan.

“Nanti kalau, setelah P-21, kemungkinan akan kami segera limpahkan ke kejaksaan untuk tahap duanya,” ujar Purnomo.

Sementara, untuk tersangka lainnya yang tergabung dalam sindikat Saracen hingga kini masih dalam proses pemberkasan.

“Untuk Jasriadi, Tonong, Abdulah Harsono, Asma Dewi, dan lainnya masih proses. (Berkas Sri Rahayu lengkap) karena lebih awal ditangkap kemudian dari pihak penuntut umum mungkin dirasa sudah cukup,” ujar Purnomo.

Sri Rahayu ditangkap lantaran mengunggah kabar tidak benar dan berbau SARA, juga permusuhan, dalam akun Facebook miliknya, Sri Rahayu Ningsih. Dalam akunnya, ibu rumah tangga itu mengunggah konten gambar dan tulisan berisi ujaran kebencian terhadap Presiden, parpol, ormas, juga ras. (P-4)

Komentar