Polkam dan HAM

Saksi Kaget Tabungan Capai Rp400 Juta

Selasa, 16 January 2018 11:44 WIB Penulis: Richaldo Y Hariandja

Istri dari auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Ali Sadli, Wuryanti---ANTARA/Rivan Awal Lingga

WURYANTI, istri mantan auditor Badan Pemeriksa Keuangan Ali Sadli, disebut sempat meminta kenalannya, Nana Hasna Harun, untuk dibuatkan rekening Bank Mandiri. “Waktu itu Wuryanti minta bukain rekening untuk menabung biasa,” ungkap Nana saat menjadi saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, kemarin (Senin, 15/1).

Pada sidang lanjutan dengan terdakwa Ali Sadli itu Nana mengaku mengenal Wuryanti sebagai istri Ali Sadli karena kedua anak mereka sempat mengenyam pendidikan di sekolah yang sama.

Ketua majelis hakim, Ibnu Basuki, kemudian menanyakan tujuan Wuryanti meminta dibukakan reke-ning Bank Mandiri. Menurut Nana, saat itu Wuryanti mengaku rumah tangganya dengan Ali Sadli sempat bermasalah. Namun, ia mengaku tidak mengetahui pasti urusan rumah tangga Wuryanti dan Ali Sadli. Hanya, kata dia, Wuryanti menceritakan kepadanya sempat ada perasaan tidak enak soal hubungan rumah tangga mereka. “Waktu itu saya tidak berpikir banyak, hanya membantu,” ujar Nana.

Pada akhirnya, Wuryanti membukakan rekening Bank Mandiri dengan setoran pertama Rp1.000.000. Buku tabungan tersebut juga langsung diserahkan ke Wuryanti. Setelah itu, Nana mengaku tidak mengetahui kelanjutan permintaan Wuryanti. Sampai akhirnya, Wuryanti sempat meminta tolong kembali untuk menarik uang Rp400 juta dari rekening tersebut.

“Waktu itu Bu Wuri minta ditarikkan Rp400 juta. Saya kaget, saya tidak tahu jumlah uang berapa, ya kaget,” ungkapnya.

Setelah itu, lanjutnya, ia langsung menyerahkan uang tersebut ke Wuryanti. Hakim sempat menanyakan apakah Nana mendapat persenan dari Wuryanti? Ia mengaku tidak mendapatkan sepeser pun dari Wuryanti.

Sedianya, Wuryanti juga dihadirkan jaksa penuntut umum sebagai saksi. Bahkan, Wuryanti sempat datang ke ruang sidang. Namun, ia menolak untuk bersaksi dan langsung meninggalkan ruang sidang.

Sementara itu, Ali Sadli mengaku tidak puas dengan kesaksian yang diberikan Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy dan Staf Ahli Bidang Manajemen Risiko BPK Abdul Latief. Dia berjanji memberikan keterangan sesuai fakta saat sidang lanjutan dengan agenda peeriksaan terdakwa.

“Terkait dengan konfrontasi terhadap Pak Hamidy dan Pak Latief, belum sepenuhnya yang saya alami seperti itu, dan itu sudah saya bicarakan di BAP. Pada saat pemeriksaan terdakwa akan saya bicarakan yang saya alami. Kalau berbeda, ya silahkan saja,” ucap Ali. (Ric/P-3)

Komentar