Humaniora

Menristek Dikti Lantik Lima Pejabat Eselon 1

Rabu, 1 July 2015 00:00 WIB Penulis: Syarief Oebaidillah

MI/M IRFAN

MENRISTEK Dikti M Nasir melantik lima pejabat eselon satu dilingkungan Kemenristek Dikti. Pengukuhan tersebut berdasarkan Keppres No99/M Tahun 2015, tertanggal 25 Juni 2015 tentang Keppres Eselon 1 Kemenristekdikti.

Adapun pejabat eselon satu yang dikukuhkan antara lain, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Prof Intan Ahmad, Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Iptek - Dikti Dr Ir Patdono Suwignjo,
Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Prof dr Ali Ghufron Mukti,MSc, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Dr Muhammad Dimyati, MSc. dan Dirjen inovasi Dr Ir Jumain Appe.

Menteri M Nasir menginstruksikan para dirjen dapat melakukan peningkatan mutu Pendidikan Tinggi dan hilirisasi penelitian.

"Ini merupakan dua sasaran strategis dalam peningkatan mutu PT dan hilirasasi hasil penelitian agar menjadi lebih bermanfaat bekerjasama dengan dunia industri," tegas M Nasir.

Khusus untuk Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti, M Nasir menugaskan melakukan  penertiban PT dari pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan seperti penjualan ijazah palsu, menertibkan proses pembelajaran yang benar, dan lain lain.

Tidak kalah penting ia menyentil agar direktorat tersebut melakukan pembenahan mental aparat birokrasinya  tidak membuat rumit proses perizinan. "Perizinan  jangan  sampai rumit yang dapat membuat masyarakat muak terhadap birokrasi," tegasnya.

Terkait kasus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Adhy Niaga, M Nasir menyatakan telah membekukan sementara dan menyetop proses pembelajaran kampus itu.

Ia menegaskan pihaknya tidak hanya menyasar Adhy Niaga. Dikatakan, tim Kemenristek sedang menyasar ke sejumlah kampus yang dicurigai bermasalah di sejumlah daerah.

"Ada dua PTS yang sedang kami pantau dan sedang diaudit. Pada waktunya kami umumkan," ungkapnnya menjawab pers usai pelantikan itu..

Lalu bagaimana dengan Universitas Barkley? Nasir menandaskan telah menjadi urusan kepolisian. "Setahu saya itu telah masuk ranah penyelidikan di Mabes Polri," pungkasnya. (Q-1)

Komentar