Polkam dan HAM

Awas, Pilkada DKI Ditengarai Didomplengi Orde Baru

Jum'at, 17 March 2017 16:32 WIB Penulis: Micom

MI/RAMDANI

LANGKAH politik klan Cendana yang masuk dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta terus menuai kontroversi. Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti menengarai dinasti Cendana akan mencoba berkuasa lagi di Indonesia dengan mendompleng Pilkada DKI Jakarta. Mereka memanfaatkan pasangan calon gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Secara pribadi saya sebenarnya tidak terlalu cemas dengan Orde Baru. Pasalnya, di era reformasilah dimungkinkan orang baik bisa menjadi pemimpin. Karena itu saya tidak terlalu yakin Orba akan kembali," kata Ray dalam diskusi yang digelar di Media Center Cemara 19, Menteng, Jakarta, Jumat (17/3).

Menurut Ray Rangkuti, masyarakat tidak mungkin melupakan saat Orde Baru berkuasa yang sarat dengan pelanggaran HAM dan kebebasan berpendapat. "Jika pun mau berkuasa lagi, klan Cendana paling tidak membutuhkan waktu 50 tahun lagi," kata dia.

Namun, dalam rangka menuju ke sana, demikin Ray, keluarga Cendana melalui Tommy dan Titiek Soeharto memanfaatkan Pilkada DKI dengan memberikan dukungan kepada Anies Baswedan. Ia menilai koalisi Anies-Cendana lebih menguntungkan keluarga Cendana daripada Anies.

Sebelumnya anggota DPR Eva Sundari mengatakan niat keluarga Cendana berkuasa kembali dengan memanfaatkan Pilkada DKI jelas sangat melukai rakyat Indonesia, khususnya mereka yang telah diperlakukan tidak adil oleh rezim Orba.

"Kita pernah menggagas adanya rekonsiliasi. Namun, gagasan itu ditolak. Kalau memang mau berkiprah kembali sebaiknya pihak sana menyampaikan permintaan maaf dulu. Jangan menganggap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa dengan masa lalu. Seolah-olah di zaman Orba tidak pernah ada aksi kekerasan dan pelanggaran HAM," kata Eva.

Eva menegaskan apa yang disampaikan bukan bermaksud untuk menegasikan hak politik keluarga besar Soeharto. "Tapi, kita sebaiknya juga jangan mengingkari masa lalu dengan membius masyarakat dengan propaganda."

Sementara itu, Ita F Nadia, aktivis HAM, mengungkapkan banyak pihak, terutama korban pelanggaran HAM seperti konflik Aceh, tragedi 1965, Lampung, Papua dan kerusuhan Mei 1998 mengungkapkan kekhawatiran jika keluarga mantan penguasa Orba akan berkuasa kembali melalui Pilkada DKI Jakarta.

Mereka, tegas Ita, tidak ingin keluarga Soeharto rebound. "Ingatan mereka sangat kuat. Mereka bertanya bagaimana nasib kami jika keluarga Soeharto rebound." (X-12)

Komentar