Ekonomi

Panin Asset Management Targetkan Tumbuh 40%

Selasa, 21 March 2017 09:55 WIB Penulis: MI

ANTARA/Rosa Panggabean

PT Panin Asset Management menargetkan dana kelola mereka naik sebesar 40% hingga akhir 2017. Target tersebut antara lain dilakukan dengan cara meluncurkan reksa dana baru yang dikelola secara pasif.

"Per Februari 2017, total dana kelolaan kami sebesar Rp9,9 triliun, ini tidak termasuk kontrak pengelolaan dana. Pada akhir 2017, kami targetkan Rp13 triliun-Rp14 triliun, atau sekitar 30%-40% naiknya," ujar Direktur Panin Asset Management Rudiyanto pada jumpa pers peringatan ulang tahun ke-6 perseroan, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, kemarin (Senin, 20/3).

Selama ini, kata dia, dana kelolaan paling besar berasal dari reksa dana saham sebesar Rp7,3 triliun, atau hampir 80% dari total dana kelola. Namun, pada tahun lalu, ada beberapa nasabah institusi yang melakukan profit taking.

"Kami harapkan nasabah yang profit taking pada tahun lalu bisa bergabung kembali sehingga bisa cukup menambah dana kelolaan. Selain itu, juga dari kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan program untuk nasabah perorangan. Kombinasi dari itu kami harapkan bisa membantu," urainya.

Di sisi lain, Rudiyanto menyadari, saat ini telah terjadi perubahan pola tren investasi di dunia, yakni dari reksa dana yang dikelola secara aktif menjadi reksa dana yang dikelola secara pasif. Reksa dana yang dikelola secara pasif dikenal sebagai reksa dana indeks atau exchange traded fund (ETF).

Investor asing juga mulai terlihat banyak masuk ke Indonesia. Mereka tidak hanya masuk ke investasi obligasi saham dan reksa dana, tetapi mereka ikut mengakuisisi perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Untuk memenuhi kebutuhan itu, persero meluncurkan Panin Beta One yang dikelola pasif dengan komposisi berbasis kuantitatif atau matematika meniru persis IHSG yang menjadi indeks acuannya.

Panin Beta One menggandeng BCA sebagai bank kustodian. Untuk fee management, mereka menerapkan maksimal sebesar 3%, dengan investasi awal sebesar Rp100 ribu.

Rudiyanto menargetkan dana kelolaan dari produk baru tersebut mencapai sebesar Rp100 miliar dalam tiga bulan. "Kami harapkan akhir tahun bisa mencapai Rp400 miliar-Rp500 miliar," pungkas dia. (Try/E-3)

Komentar