Ekonomi

Perusahaan Jerman Minati Investasi di Smelter dan Gas

Selasa, 21 March 2017 09:57 WIB Penulis: MI

Antara/Pradita Utama

DUA perusahaan asal Jerman telah menyatakan minat untuk menanamkan modal di Indonesia. Satu perusahaan berniat bekerja sama dengan BUMN pertambangan Indonesia guna menanamkan modal US$800 juta (Rp10,4 triliun) di proyek smelter nickel. Sementara itu, satu perusahaan lain di bidang usaha sektor gas belum menyebutkan besaran nilai investasi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Tho­mas Lembong mengatakan hal itu diperolehnya saat kunjungan kerja ke beberapa negara di Eropa pada 15-22 Maret lalu.

Lebih lanjut, Thomas menyampaikan kunjungan itu bertujuan mempromosikan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi yang atraktif bagi perusahaan Eropa. Tidak hanya itu, kunjungan ke Eropa juga merupakan bagian dari upaya pemasaran untuk mendukung pencapaian target investasi tahun ini yang dipatok pada angka Rp678,8 triliun.

“Kesempatan kunjungan kerja tersebut dimanfaatkan untuk bertemu dengan perusahaan-perusahaan Jerman yang berminat menanamkan modal di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi, kemarin.

Menurut Thomas, kunjungan kerja yang dilakukan juga dimanfaatkan untuk bertemu dengan beberapa pengelola dana dan perbankan di Jerman. “Jerman merupakan salah satu negara penting di Eropa yang juga merupakan kontributor utama investasi di Indonesia,” jelasnya.

Thomas menambahkan kondisi perekonomian Indonesia yang relatif stabil, ditambah dengan fundamen makroekonomi yang solid dan didukung arus penanaman modal langsung (FDI) yang tinggi, merupakan daya tarik investasi utama bagi perusahaan Jerman. “Tahun lalu FDI yang masuk ke Indonesia mencapai US$28,9miliar, naik 8,4% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jerman menyumbang US$133 juta dari total nilai FDI tersebut,” ungkapnya.

BKPM juga mencatat penanaman modal dari Eropa dalam lima tahun terakhir ini ke Indonesia mencapai US$13,3 miliar atau sama dengan Rp172,9 triliun. “Lima besar investasi dari Eropa yang masuk ke Indonesia ialah dari Belanda, Inggris, Prancis, Luksemburg, dan Jerman,” tandas Thomas. (Arv/E-1)

Komentar