Ekonomi

Ketergantungan Impor Tepung Ikan Menyusut

Selasa, 21 March 2017 10:00 WIB Penulis: MI

Antara/Seno

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikan­an (KKP) menyatakan impor tepung ikan sebagai bahan baku pakan ikan selama tiga tahun terakhir turun hingga 15,9% dari 38.295 ton pada 2014 ke 2016. Penurunan ketergantungan impor terjadi karena kenaikan produksi tepung ikan nasional hingga 25,4% dari 2014 ke 2016.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Slamet Soebjakto mengatakan peningkatan produksi tepung ikan disebabkan makin maraknya kelompok masyarakat yang terlibat memproduksi secara mandiri.

“Pabrik pakan mandiri tidak mungkin pakai bahan baku dari impor. Jadi, mereka buat tepung ikannya juga. Kenaikan produksi yang mencapai 25,4% membuat impor tepung ikan kita selama tiga tahun terakhir turun 15,9%,” ucap Slamet di Kantor KKP, Jakarta, kemarin.

Kenaikan produksi tepung ikan tersebut pun berdampak pada produksi pakan ikan. Slamet menyebut produksi pakan dari pabrik pakan mandiri naik 270% dari 16.800 ton pada 2015 menjadi 62.160 ton pada 2016.

Dia pun mengatakan kenaikan produksi pabrik pakan mandiri membuat margin keuntungan pembudi daya ikut terkerek naik hingga 40%. Pada Januari 2014, sebut Slamet, nilai tukar usaha pembudi daya ikan (NTUPI) sebesar 105,46. Data terakhir, pada Februari 2017, NTUPI sebesar 109,83.

“Artinya keuntungan pembudi daya makin naik. Ada dampak positif dari bantuan pakan mandiri sebanyak 88 paket dari pemerintah,” tegas Slamet.

Slamet menambahkan, KKP mencanangkan program budi daya keramba jaring apung (KJA) lepas pantai tahun ini. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengoptimalkan potensi lahan budi daya perikanan yang ada di Indonesia. KKP akan melakukan mo­dernisasi teknologi pada pada budi daya laut lepas pantai (KJA offshore) yang meng­adaptasi teknologi yang selama ini diterapkan Norwegia.

Dengan adanya program KJA lepas pantai itu, beberapa multiplier effect diharapkan akan terjadi. Di antaranya peningkatan pendapatan pelaku usaha pembenihan, pembesaran kakap putih, dan pemberdayaan masyarakat sekitar sebanyak 1.450 orang. (Jes/E-4)

Komentar