Nusantara

Tiga Daerah di Jateng Bangun Tanggul Raksasa untuk Atasi Rob

Selasa, 21 March 2017 10:59 WIB Penulis: Akhmad Safuan

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meminta bantuan pemerintah Belanda untuk memberikan duplikat arsip terkait sistem drainase dan saluran air di sana untuk mengatasi banjir rob yang kerap terjadi di Semarang. -- ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

MENGATASI banjir air laut pasang (Rob) tiga daerah di Pantura yakni Pekalongan, Kota semarang, dan Demak (Jawa Tengah), melakukan kerja sama dengan Belanda.

Pekalongan membangun tanggul raksasa dan Jalan Tol Trans Jawa Semarang-Demak direncanakan juga akan menjadi tanggul penahan rob.

Pemantauan Media Indonesia di pantura Selasa (21/3), banjir air laut pasang masih terus merendam beberapa daerah di pantura seperti Kabupaten/Kota Pekalongan, Kota Semarang dan Kabupaten Demak, Jawa Tengah, berbagai upaya selama bertahun-tahun dilakukan di tiga daerah itu belum membuahkan hasil, termasuk pengucuran anggaran hingga puluhan miliar rupiah.

Di Kota Pekalongan banjir rob telah merendam 2/3 kota, selain merusak infrastruktur dan fasilitas umum, banjir air asin ini juga merendam perkantoran, lembaga pemasyarakatan dan rumah penduduk dengan ketinggian 20-150 centimeter.

"Kita telah tetapkan Pekalongan sebagai daerah darurat rob, dan berbagai upaya akan kita lakukan untuk mengatasinya," kata Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.

Di Kabupaten Demak banjir rob telah hingga radius 10 kiloneter dari bibir pantai dan telah menyeberangi jalur pantura mengakibatkan hancurnya lahan pertanian yang mencapai ribuan hektare, hilangnya lahan pertambakan, rusaknya infrastruktur, bahkan setelah hilangnya dua dusun yakni Senik dan Tambakrejo kini Desa Bedono dan Sriwulan, Kecamatan Sayung, Demak terancam hilang.

"Ketinggian banjir rob saat datang disini telah mencapai 1,5 meter, jika tetap dibiarkan maka hanya menghitung hari dua desa akan hilang dari peta," kata Setyobudi, warga Sriwulan, Demak.

Sementara itu di Kota Semarang banjir rob ini juga telah merendam berbagai kawasan hingga radius 7 kilometer dari bibir pantai selalu terendam air, berbagai upaya termasuk pembangunan folder penampungan air, penanaman bakau, pembangunan penahan gelombang hingga kerja sama dengan pemerintah Belanda dilakukan untuk mengatasi rob tersebut.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo secara terpisah kepada Media Indonesia mengatakan banjir rob yang melanda kawasan pantura Jateng ini harus segera diatasi, karena selain desa-desa di bibir pantai terancam hilang dari peta, juga telah merusak infrastruktur, perkantoran, lahan pertanian dan perikanan dan juga yang lebih penting hilangnya tempat tinggal warga.

"Tiga daerah yakni Pekalongan. Semarang dan Demak telah melakukan kerja sama dengan pemerintah Belanda untuk mengatasi banjir rob tersebut," kata Ganjar Pranowo.

Diharapkan setelah penandatanganan MoU antara tiga daerah itu dengan Dewan Perairan Belanda, Hans Oosters disaksikan PM Belanda Mark Rutte beberapa waktu lalu, demikian Ganjar, segera dilakukan langkah-langkah nyata agar banjir rob segera dapat diatasi.

"Kita tunggu saja langkah berikutnya, karena banjir ini sangat mengancam," tambahnya.

Selain penanganan rob dengan system folder dan penghijauan pantai dengan mangrove, Pemerintah juga merencanakan penanganan rob terutama di Semarang bagian timur dan Demak dengan penanggulan sepanjang bibir pantai.

Mengatasi rob dengan tanggul raksasa juga direncanakan oleh Pemkab Pekalongan, karena selain telah mengancam wilayah akibat hilangnya daratan, rob ini sangat membahayakan keselamatan. "Kita akan bangun tanggul raksasa untuk mengatasinya," Asip Kholbihi.

Ganjar Pranowo mengatakan langkah penanggulan bibir pantai dilakukan bersamaan dengan rencana pembangunan jalan tol Trans Jawa Semarang-Demak, yakni jalan tol akan dibangun tinggi sepanjang Pantura dan sekaligus sebagai tanggul penahan rob.

Berdasarkan data yang ada, lanjut Ganjar, dengan pembangunan tol yang sekaligus sebagai tanggul penahan rob, maka dilakukan perubahan lokasi pembangunan jalan tol Semarang-Demak, sehingga panjang tol juga berubah dari sebelumnya 25,26 kilometer menjadi 30,26 kilomneter.

"Setelah DED selesai saya akan segera tandatangani lokasi pembebasan lahan tol tersebut, bahkan diperkirakan anggaran tol juga bertambah hingga mencapai Rp7,7 triliun untuk pembangunan dan Rp1,5 triliun untuk pembebasan," tambahnya. (OL-5)

Komentar