Advertisiment
Maxis Malaysia Lakukan IPO Terbesar di Asia Tenggara
Senin, 02 November 2009 01:23 WIB      0 Komentar     0   0

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

KUALA LUMPUR-MI: Maxis, operator selular terbesar di Malaysia, menerima penyambutan hangat atas kembalinya ke pasar modal bulan ini dengan nilai penawaran saham perdana (IPO) sekitar US$3,43 miliar. Jumlah ini merupakan terbesar dalam sejarah Asia tenggara.

Maxis Berhad, yang dikendalikan oleh taipan Malaysia Ananda Krishnan dan Saudi Telecom, akan meluncurkan IPO di Bursa Malaysia setelah dua tahun lalu melakukan go private (kembali ke perusahaan tertutup).

Volume penawaran 2,25 miliar saham atau 30 persen dari total saham, dengan target indikatif 5,20 ringgit (US$1,52) per saham sehingga akan mendapat nilai 11,7 miliar ringgit. Kebanyakan sahamnya akan dijual ke investor institusional.

Perusahaan induk Maxis Communication diperkirakan akan memulai penjualannya pada 19 November, dan hasil dananya akan digunakan untuk peningkatan usahanya di pasar Indonesia dan India, serta mengurangi utang.

Yeah Kim Leng, Kepala Ekonom di lembaga pemeringkat RAM Holdings mengatakan, posisi dominan Maxis di industri telekom domestik telah memicu para investor untuk mendapatkan formulir pemesanan beli.

"Para investor tersenyum. Pencatatan ini nampaknya akan sukses," katanya, meski di sana tidak mungkin akan ada keuntungan segera.

"Pasar sangat berfluktuasi. Hal ini tidak ada kepastian. Namun sentimen kuat untuk Maxis," katanya.

Pencatatan itu hanya mencakup bisnis operator Maxis di Malaysia, dan tidak mencakup perusahaan patungannya di India dan Indonesia yang masih di bawah Maxis Communications, perusahaan induk yang belum terdaftar di pasar modal.

Alliance Research mengatakan Maxis masih menjadi operator selular terkemuka di Malaysia baik untuk segmen prabayar maupun pascabayar, dengan 11,4 juta pelanggan pada akhir semester pertama 2009.

Nazir Razak, Kepala Eksekutif grup CIMB yang menjadi pensihat utama dalam pencatatan ini mengatakan IPO akan menjadi yang terbesar dalam sejarah Asia Tenggara.

Ia mengatakan adanya prospek pertumbuhan pada perusahaan telekomunikasi itu dengan menyatakan masih banyak potensi bagi segmen data dan pita lebar grup usaha itu di Malaysia dan penetrasi kartu SIM diprediksi akan tumbuh.

Ananda Krishnan memiliki 45 persen saham di Maxis Communication, sedang Saudi Telecom memiliki 25 persen dan sisanya dipegang perusahaan investasi lokal.

Di samping Maxis, Ananda-yang disebut majalah Forbes sebagai orang terkaya kedua di Malaysia-juga memiliki saham di operator TV berbayar Astro, perusahaan pembangkit listrik Tanjong dan perusahaan jasa satelit Measat. (Ant/OL-7)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Kamis, 02 September 2010 22:30 WIB
Kamis, 02 September 2010 22:18 WIB
Kamis, 02 September 2010 17:56 WIB
Kamis, 02 September 2010 16:50 WIB
Kamis, 02 September 2010 13:57 WIB
Kamis, 02 September 2010 11:24 WIB
Kamis, 02 September 2010 11:21 WIB
Kamis, 02 September 2010 10:12 WIB
Kamis, 02 September 2010 09:42 WIB
Kamis, 02 September 2010 08:10 WIB
Kamis, 02 September 2010 07:39 WIB
Rabu, 01 September 2010 22:59 WIB


   Index Berita