Advertisiment
Pembicaraan AS-Israel Membuat Negara Arab Meradang
Senin, 02 November 2009 22:40 WIB      2 Komentar     0   0

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

MARRAKESH--MI: Negara Arab sangat kecewa karena pembicaraan AS-Israel pekan lalu gagal menghasilkan tekanan lebih besar bagi pembekuan pembangunan permukiman, kata Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa, Senin (2/11).

"Saya memberitahu anda bahwa kami semua, termasuk Arab Saudi, termasuk Mesir, sangat kecewa ... dengan semua hasil tersebut, dengan kenyataan bahwa Israel dapat lolos dari apa saja tanpa ada sikap tegas bahwa ini tak dapat dilakukan," kata Moussa kepada wartawan di sisi satu konferensi di Marokko.

Ketika ditanya apakah upaya Presiden AS Barack Obama untuk memulai kembali proses perdamaian Palestina-Israel telah gagal, ia mengatakan, "Saya benar-benar sangat takut bahwa kita sebentar laki menyaksikan kegagalan tapi saya masih menunggu sampai kami mengadakan pertemuan dan memutuskan apa yang akan dilakukan. Namun kegagalan menyelimuti semua kondisi."

Pada Minggu (1/11), Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) mendesak pemerintah AS agar mempertahankan kredibilitasnya sebagai penaja proses perdamaian Palestina-Israel, yang macet. Seruan tersebut disampaikan setelah Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mendukung tuntutan Israel untuk melanjutkan perundingan dengan Palestina tanpa prasyarat.

"Pernyataan Nyonya Clinton adalah perubahan dalam sikap Amerika," kata Nabil Abu Rudeinah, juru bicara bagi Presiden Palestina Mahmoud Abbas. "Jika pemerintah AS dan masyarakat internasional tertarik untuk melanjutkan perundingan perdamaian, pandangan dan pendirian semacam itu harus diubah," kata Abu Rudeinah kepada radio Voice of Palestine.

Pihak Paelstina ingin Israel menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat Sungai Jordan dan Jerusalem Timur, sementara Hillary telah mengatakan perundingan harus dilanjutkan sesegera mungkin tanpa prasyarat. Pada Sabtu (31/10), Hillary bertemu dengan Abbas --yang menolak tawaran AS untuk memulai kembali pembicaraan perdamaian sementara Israel melanjutkan pembangunan permukiman di Jerusalem Timur.

Tawaran itu juga memberi Israel hak untuk membangun instalasi umum di permukiman yang sudah ada di Tepi Barat dan menyelesaikan satu proyek pembangunan 3.000 rumah di wilayah pendudukan Tepi Israel. "Tak mungkin dan tak disambut bahwa Israel diberi pembenaran dan dalih untuk melanjutkan kegiatan permukiman; mereka harus dihentikan sebelum perdebatan apa pun mengenai dilanjutkannya perundingan," kata Abu Rudeinah.

Sementara itu, pemimpin perunding Palestina Saeb Erakat mengatakan pernyataan Hillary memicu keprihatinan di kalangan pimpinan Palestina. "Kami telah meminta penjelasan dari Washington mengenai perubahan dalam kebijakannya sehubungan dengan permukiman," kata Erakat kepada wartawan. (Ant/Reuters/OL-03)

Sent from my BlackBerry® powered by

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

04-11-2009 10:10:59 WIB
Oleh: suwito
negara arab

negara=negara arab hanya besar dimulut, tidak ada action. percuma saja




03-11-2009 07:26:40 WIB
Oleh: dodi rahmadi
amerika tidak boleh memihak seolah seolah salah satu pihak....

apakah Amerika harus bersikap seperti ini, terhadap negara Palestina yang ujung ujungnya memihak ke salah satu pihak. katanya mau jadi penengah kok memihak salah satu pihak, apakah itu sebuah kemunafikan dalam diri negara adi daya tersebut.




MORE NEWS
Jumat, 12 Maret 2010 19:29 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 17:22 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 16:19 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 15:50 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 12:47 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 12:06 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 12:00 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 11:54 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 11:31 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 11:10 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 09:37 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 08:50 WIB


   Index Berita