Advertisiment
Jepang Akhiri Misi Dukung AS di Afghanistan
Selasa, 03 November 2009 02:25 WIB      0 Komentar     0   0

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

TOKYO-MI: Perdana Menteri Jepang Yakio Hatoyama, Senin (2/11), mengkonfirmasi bahwa pemerintahan Partai Demokratik Jepang (DPJ) yang ia pimpin tidak akan memperbarui kembali misi dukungan terhadap pasukan AS di Afghanistan.

Selama ini, Jepang mengambil peran berupa pengisian bahan bakar kapal perang di Lautan India dalam misi mendukung pasukan AS di Afghanistan.

Jatoyama mengatakan di Diet (parlemen) bahwa negara itu akan membicarakan jalan lain yang dapat memberi kontribusi untuk stabilisasi kawasan itu namun tidak melibatkan diri dalam misi militer.

Isu Afghanistan dan Status Perjanjian Pasukan (SOFA) yang ditandatangani oleh pemerintah Jepang terdahulu pimpinan Partai Demokratik Liberal (LDP) dan pemerintah AS sebelumnya pimpinan Presiden George W Bush, menghangat dalam beberapa pekan terakhir, ketika DPJ berupaya melakukan perubahan kemitraan antara kedua negara.

Presiden AS Barack Obama dijadwalkan akan berkunjung ke Jepang pada akhir bulan ini, dan ketegangan menyangkut isu keamanan disoroti media massa dan pihak oposisi kedua negara.

Sebelumnya, Sekretaris Pertahanan pada Parlemen Jepang, Akihisa Nagashima, mengatakan dia telah menjelaskan kepada Amerika Serikat bahwa Tokyo akan menghentikan misi pasokan bahan bakar untuk mendukung pasukan AS di Afghanistan.

Kantor berita Kyodo melaporkan, Nagashima, pejabat peringkat ketiga pertahanan mengatakan dia telah memberitahu Gedung Putih dan Departemen Pertahanan AS, bahwa Jepang akan menghentikan misi angkatan lautnya di Lautan tersebut.

Pemerintah kiri-tengah baru Jepang, yang mengambil alih kekuasaan September lalu dan berikrar untuk mewujudkan hubungan yang lebih setara dengan AS dan menegaskan akan mengakhiri misi pengisian bahan bakar tersebut.

Pejabat tersebut, yang baru-baru ini bertemu dengan Penasehat Keamanan Nasional AS James Jones dan Wakil Menteri Pertahanan Michele Flourny, juga mengatakan, para pejabat AS menjelaskan bahwa Washington memandang masalah itu sebagai persoalan yang akan diputuskan oleh Jepang sendiri, demikian Kyodo melaporkan. (Ant/OL-7)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Kamis, 02 September 2010 22:30 WIB
Kamis, 02 September 2010 22:18 WIB
Kamis, 02 September 2010 17:56 WIB
Kamis, 02 September 2010 16:50 WIB
Kamis, 02 September 2010 13:57 WIB
Kamis, 02 September 2010 11:24 WIB
Kamis, 02 September 2010 11:21 WIB
Kamis, 02 September 2010 10:12 WIB
Kamis, 02 September 2010 09:42 WIB
Kamis, 02 September 2010 08:10 WIB
Kamis, 02 September 2010 07:39 WIB
Rabu, 01 September 2010 22:59 WIB


   Index Berita