Advertisiment
Operator Seluler Diminta Tekan Investasi Internet
Senin, 09 November 2009 22:47 WIB      0 Komentar     0   1

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

JAKARTA--MI: Operator seluler diminta menekan biaya investasi jaringan agar tarif internet tidak melonjak.

"Jika biaya investasi jaringan internet besar, dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap tarif internet yang selama ini dinilai sudah cukup murah," kata Ketua Bidang Riset Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Eka Indarto, di Jakarta, Senin (9/11).

Eka menjelaskan, saat ini operator berlomba memberikan layanan dengan menggelar jaringan internet berbasis teknologi High Speed Packet Access plus (HSPA+) dengan kecepatan 21 Mbps. Namun menurut Eka, dengan investasi yang besar belum menjamin kelangsungan layanan yang lebih baik, karena upgrade jaringan membutuhkan waktu penyesuaian.

Setidaknya hingga kini, baru dua operator yaitu PT Indosat dan PT Telkomsel yang resmi mengumumkan telah meningkatkan kapasitas (upgrade) menjadi HSPA+. Telkomsel menyatakan menggelontorkan dana sebesar Rp1,3 triliun. Namun Telkomsel dalam mengusung HSPA+ menggunakan vendor yang berbeda dengan dengan pemasok jaringan 3G sebelumnya..

Eka berpendapat, daripada Telkomsel tergesa-gesa membeli perangkat yang sangat mahal, lebih baik melakukan audit perangkat terlebih dahulu. "Dari sisi teknologi, tidak  wajar bila sebuah operator  mengganti secara total vendor. Sebab, kompatibilitas dan kesiapan teknisnya kerap terganggu yang berpotensi menganggu layanan bagi pelanggan," tegasnya.

Meski kemampuan jaringan bisa ditingkatkan mencapai 21 Mbps, kebanyakan perangkat yang ada di pasar belum mendukung. Keterbatasan itu antara lain di sisi terminal modem, jangkauan Node B, traffic control di Packet Core Network, Extended QoS profile di HLR, dan bandwidth limitation RNC ke Node B.

Ia berpendapat, peningkatan jaringan ke HSPA+ tidak membutuhkan dana yang besar, hanya perlu meningkatkan kemampuan piranti lunaknya. "Jadi jangan sampai investasi yang dikeluarkan satu operator seperti Telkomsel tersebut, dibebankan kepada pengguna internet dengan tarif yang melonjak," tegasnya.

Sementara itu, Group Head Brand Marketing Indosat, Teguh Prasetya mengaku siap meng-upgrade seluruh jaringan 3G miliknya di Jabodetabek, yang ditopang 1500 node B, dengan teknologi HSPA+.

Upgrade di wilayah Jabodetabek lebih diprioritaskan, karena 70 persen dari total 500 ribu pelanggan 3,5G Indosat berdomisili di area tersebut. Teguh enggan merinci investasi yang dikeluarkan perseroan. "Biayanya tidak akan terlalu besar karena tetap menggunakan vendor yang lama," ujarnya.

Untuk seluruh layanan 3G di Jabodetabek, Indosat sejak dulu sudah menggunakan  Ericsson. Dengan begitu tandasnya Teguh ketika diupgrade ke HSPA+, biayanya tidak substansial. (Ant/OL-03)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Kamis, 26 Agustus 2010 10:53 WIB
Selasa, 24 Agustus 2010 17:40 WIB
Selasa, 24 Agustus 2010 17:32 WIB
Senin, 23 Agustus 2010 05:55 WIB
Kamis, 19 Agustus 2010 21:02 WIB
Sabtu, 14 Agustus 2010 20:49 WIB
Selasa, 10 Agustus 2010 18:31 WIB
Sabtu, 07 Agustus 2010 22:09 WIB
Sabtu, 07 Agustus 2010 20:15 WIB
Jumat, 06 Agustus 2010 11:23 WIB
Kamis, 05 Agustus 2010 16:36 WIB
Rabu, 04 Agustus 2010 06:43 WIB


   Index Berita