Advertisiment
Cari Asal-usul Alam, Ilmuwan Perbanyak Jumlah Proton
Rabu, 25 November 2009 12:16 WIB      0 Komentar     0   0
Penulis : Mario Aristo

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

JENEWA--MI: Dentuman atom terbesar di dunia menggunakan akseleratornya untuk mempercepat pancaran protonnya. Ini dilakukan seiring kesuksesan para ilmuwan untuk memulai tahap penelitian mengenai asal-usul alam semesta.

Melalui akselerator Large Hadron Collider (LHC), diyakini bahwa energi pancaran proton dapat diperbesar, sedikitnya 20 persen. "Itu hanyalah tes pendahaluan. Semuanya akan sangat baik," ujar juru bicara Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) James Gillies.

Semakin banyak energi dan semakin banyak jumlah proton dalam pancarannya akan lebih mudah bagi para ilmuwan untuk meneliti tentang partikel dan gaya-gaya terhadapnya. Itu semua dilatari teori penciptaan alam semesta yang bernama Big Bang atau Dentuman besar. Ledakan besar itu terjadi karena suhunya yang superpanas.

Sebelumnya, LHC telah menjalani perbaikan selama berbulan-bulan usai menjalani sebuah percobaan besar tahun lalu. Namun, ternyata pekan lalu, LHC dapat membuat proton memancar di terowongan sepanjang 27 kilometer di bawah perbatasan Swiss–Prancis di Jenewa.

Para ilmuwan lantas membuat pancaran proton tersebut juga memancar ke arah yang berlawanan melalui sebuah pipa dengan kecepatan 11 ribu kali per detik. Ini hampir menyerupai kecepatan cahaya di suhu yang lebih dingin dibanding di luar angkasa. (AP/*/OL-04)

Sent from my BlackBerry® powered by

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Sabtu, 06 Februari 2010 23:28 WIB
Jumat, 05 Februari 2010 12:50 WIB
Rabu, 03 Februari 2010 14:32 WIB
Sabtu, 30 Januari 2010 17:40 WIB
Sabtu, 30 Januari 2010 14:08 WIB
Jumat, 29 Januari 2010 13:12 WIB
Jumat, 29 Januari 2010 12:08 WIB
Jumat, 29 Januari 2010 11:37 WIB
Kamis, 28 Januari 2010 20:07 WIB
Kamis, 28 Januari 2010 12:32 WIB
Selasa, 26 Januari 2010 15:31 WIB
Senin, 25 Januari 2010 21:50 WIB


   Index Berita