Advertisiment
Korban Banjir Butuh Bantuan Benih
Kamis, 31 Desember 2009 03:37 WIB      0 Komentar     0   0

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

PANDEGLANG-MI: Warga korban banjir di sembilan kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, membutuhkan bantuan benih padi untuk menanami areal pertanian yang sebelumnya banyak yang rusak akibat terendam air.

Beberapa warga korban banjir ketika dikonfirmasi, Rabu, mengharapkan agar pemerintah segera memberikan bantuan bibit karena saat ini sudah waktunya musim tanam sementara mereka tak memiliki dana untuk membeli benih itu.

"Saya dan masyarakat lainnya sangat mengharapkan agar pemerintah dapat menyediakan dan memberikan bibit padi sehingga kami bisa segera menanami kembali sawah dan huma (lahan darat) setelah sebelumnya teredam air," kata Turji'i, warga Kecamatan Panimbang, Rabu (30/12).

Menurut dia, saat ini sudah memasuki masa tanam karena itu penanaman padi harus segera dilakukan.

"Kini sudah masa tanam seharusnya kami melakukan penanaman, tapi karena benih tidak ada, jangankan penanaman, penyemaian pun belum dilaksanakan," kata bapak tiga anak itu.

Usron, warga Kecamatan Pagelaran juga mengaku sangat berharap adanya bantuan benih padi tersebut agar lahan pertaniannya bisa ditanami sehingga dalam beberapa bulan ke depan memiliki beras untuk mencukupi kebutuhannya.

"Kami menggantungkan hidup dari pertanian, terutama untuk beras. Kalau kini tidak menanam padi bagaimana kami bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi di Pandeglang, menjelaskan, telah menerima permohonan bantuan bibit padi itu dari warga korban banjir tersebut.

"Iya memang membutuhkan bantuan padi segera, dan kita juga ingin memberikannya tapi untuk saat ini bantuan itu belum bisa diberikan," ujarnya.

Sejak terjadi banjir bandang melanda sembilan kecamatan itu, ia mengaku langsung memerintahkan pada Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat agar segera mengupayakan bantuan bibit bagi warga agar dapat segera menanami areal pertaniannya yang terendam air.

"Masalahnya kita tidak memiliki persediaan bibit sementara usulan bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat juga belum datang," katanya.

Ia mengaku, telah mengirimkan surat permohonan bantuan benih padi itu pada pemerintah Provinsi Banten dan pusat melalui Departemen Pertanian.

Erwan mengaku, untuk saat ini belum bisa berbuat apapun guna membantu petani itu, karena APBD 2010 baru ditetapkan dan kini dalam proses verifikasi oleh Gubernur Banten, jadi belum bisa digunakan.

"Kalau APBD 2010 sudah diverifikasi dan dapat digunakan, kita bisa saja menggunakan dana yang ada untuk membeli benih padi itu," katanya.

Sembilan kecamatan yakni Panimbang, Patia, Labuan, Sobang, Pagelaran, Angsana, Sukaresmi, Sidangresmi dan Munjul beberapa waktu lalu diterjang banjir bandang sehingga ribuan kepala warga harus mengungsi.

Dari sembilan kecamatan yang terkena bencana itu, Panimbang merupakan salah satu yang paling parah. Di wilayah tersebut ketinggian air berkisar satu-dua meter sehingga arus transportasi pun sempat terputus.

Camat Panimbang Anwari Husnira menjelaskan, dari enam desa yang ada di daerah itu hanya satu yang tak terkena banjir yakni Tanjungjaya, sedang lima lainnya yaitu Panimbangjaya, Mekerjaya, Gombang, Mekarsari, Citeureup terendam air yang meluap dari Sungai Ciliman itu.

Akibat banjir itu, kata dia, sebanyak 218 unit rumah penduduk lima desa tersebut mengalami rusak berat dan 394 unit rusak ringan. Banjir juga merendam areal pesawahan 3.469 hektere (Ha) dan lahan darat 1.449,97 Ha. (Ant/OL-7)

Sent from my BlackBerry® powered by

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Jumat, 12 Maret 2010 18:52 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 15:39 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 15:30 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 15:17 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 11:07 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 09:55 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 08:13 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 08:09 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 08:00 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 07:40 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 01:08 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 00:17 WIB


   Index Berita