Advertisiment
Perhitungan Pemilu di Ukraina Berlangsung Sengit
Minggu, 07 Februari 2010 05:35 WIB      0 Komentar     0   0

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

Perhitungan_Pemilu_di_Ukraina_Berlangsung_Sengit

Reuters

KIEV--MI: Ukraina menanti hasil akhir pemilihan presiden yang diikuti dua pesaing, masing-masing yakin meraih kemenangan setelah kampanye sengit dan peringatan dari protes-protes jalan raya.

Perdana Menteri Yulia Tymoshenko dan pemimpin oposisi Viktor Yanukovich berkompetisi dalam pemilihan babak kedua pada Minggu untuk menjadi presiden keempat Ukraina sejak bekas republik Soviet itu yang berbatasan dengan Uni Eropa merdeka pada 1991.

Lima tahun setelah protes-protes di jalan raya yang dikenal dengan nama Revolusi Oranye memutarbalikkan hasil pemilihan presiden yang dipersengketakan dengan Yanukovich pada mulanya unggul, para calon saling melancarkan tuduhan adanya kecurangan.

Kubu Tymoshenko telah mengancam akan mengerahkan pendukungnya turun ke jalan-jalan sebagai pengulangan Revolusi Oranye, pada saat puluhan ribu orang membanjiri alun-alun Kemerdekaan di Kiev.

Kendati kampanye dilarang pada Sabtu sebagai bagian dari "masa tenang", kedua kubu menuding satu sama lain melakukan praktek-praktek kotor. Partai perdana menteri itu, yang disebut Blok Yulia Tymoshenko, menuduh bahwa para wakilnya dilarang memantau pemungutan suara di kawasan Donetsk,
Ukraina Timur, yang menjadi benteng Yanukovich.

"Rencana utama tim sukses Yanukovich dalam pemilihan adalah penipuan, skema kejahatan dan pelanggaran hak-hak warga," kata partai Tymoshenko dalam pernyataannya.

Manajer kampanye Yanukovich balik menuding bahwa pendukung Tymoshenko menyuap untuk mendapat suara dari bagian timur Ukraina yang didiskualifikasi.

Sementara itu kedua calon terlihat tenang-tenang saja. Dalam pemilihan babak pertama bulan lalu Yanukovich mengalahkan Tymoshenko dengan perbedaan suara 10 persen dan jajak pendapat dilarang
sejak itu. (Ant/OL-02)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Kamis, 02 September 2010 22:30 WIB
Kamis, 02 September 2010 22:18 WIB
Kamis, 02 September 2010 17:56 WIB
Kamis, 02 September 2010 16:50 WIB
Kamis, 02 September 2010 13:57 WIB
Kamis, 02 September 2010 11:24 WIB
Kamis, 02 September 2010 11:21 WIB
Kamis, 02 September 2010 10:12 WIB
Kamis, 02 September 2010 09:42 WIB
Kamis, 02 September 2010 08:10 WIB
Kamis, 02 September 2010 07:39 WIB
Rabu, 01 September 2010 22:59 WIB


   Index Berita