Advertisiment
Pelaku Pasar Lepas Dolar, Rupiah Menguat
Selasa, 09 Februari 2010 09:48 WIB      0 Komentar     0   0

CETAK

KIRIM

FACEBOOK

JAKARTA--MI: Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa (9/2) pagi menguat hingga dibawah 9.400 per dolar AS. Hal ini terjadi karena pelaku pasar melepas dolar untuk mencari untung setelah hari sebelumnya menguat.

"Pelaku pasar melepas dolar untuk mencari untung setelah hari sebelumnya menguat hingga di atas 9.400 per dolar meski saham-saham Wall Street, AS  melemah," kata analis valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta.

Nilai tukar rupiah menguat menjadi 9.385-9.395 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya 9.408-9.418 atau naik 23 poin. Menurut Rully pabila saham-saham Wall Street melemah, maka dolar di pasar bergerak naik yang biasanya akan menekan rupiah namun hal itu tidak terjadi, karena pelaku pasar hanya fokus melepas dolar untuk mencari untung. "Kenaikan rupiah diperkirakan hanya sementara saja, karena sentimen negatif pasar masih cukup besar, " katanya.

Rully mengatakan, merosotnya saham-saham di AS itu terjadi , karena kekhawatiran pelaku mengenai masalah utang di kawasan Eropa masih tinggi. Pasar global rapuh karena para investor masih khawatir  bahwa utang negara Yunani, Spanyol dan Portugal mungkin tidak dapat menstabilkan keuangan publik, setelah menghabiskan dana besar-besaran untuk memerangi resesi, ucapnya.

Selain itu, lanjut dia, Bank Indonesia (BI) kemungkinan sudah masuk pasar melakukan intervensi pasar dengan melepas cadangan dolar untuk menahan laju keterpurukan rupiah. "Kami optimis BI sudah mempersiapkan diri untuk masuk pasar dengan melakukan intervensi agar tekanan pasar berkurang bahkan mendorong rupiah menguat, " ucapnya.

Menurut dia, tekanan pasar diperkirakan tidak akan berlangsung lama, karena pemerintah terus berusaha membenahi diri agar mata uang Indonesia kembali membaik, dengan menerbitkan obligasi yang mendapat respon pasar. Pasar masih optimis bahwa ekonomi Indonesia masih tetap tumbuh, meski ekonomi global cenderung tak menentu, akibat data ekonomi AS yang kurang meyakinkan dan krisis utang yang terjadi di kawasan Eropa, ucapnya. (Ant/OL-06)

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

MORE NEWS
Kamis, 02 September 2010 15:45 WIB
Kamis, 02 September 2010 10:34 WIB
Rabu, 01 September 2010 20:21 WIB
Rabu, 01 September 2010 18:21 WIB
Rabu, 01 September 2010 15:13 WIB
Rabu, 01 September 2010 13:09 WIB
Selasa, 31 Agustus 2010 21:00 WIB
Selasa, 31 Agustus 2010 18:21 WIB
Selasa, 31 Agustus 2010 09:44 WIB
Selasa, 31 Agustus 2010 07:56 WIB
Senin, 30 Agustus 2010 12:32 WIB
Senin, 30 Agustus 2010 10:32 WIB


   Index Berita