Advertisiment
Menteri Golkar Seharusnya Tinggalkan Kabinet
Selasa, 09 Februari 2010 13:35 WIB      5 Komentar     1   0
Penulis : Kennorton Hutasoit

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Menteri_Golkar_Seharusnya_Tinggalkan_Kabinet

MI/Tentra Surya

JAKARTA--MI: Partai Golkar sudah saatnya menyatakan sikap menentukan pilihan memihak rakyat atau kekuasaan. Sikap pemandangan awal Fraksi Partai Golkar sudah jelas menyatakan kasus Bank Century sarat kejahatan tindak pidana korupsi, pidana perbankan, dan pencucian uang.

Itu mestinya diikuti dengan tindakan tiga menteri dari Golkar agar mundur dari kabinet pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono."Saya kira Agung Laksono, MS Hidayat, dan Fadel Muhammad harus punya sikap membela kepentingan partai. Ketiga-tiganya agar sekaligus mengundurkan diri," kata mantan ketua DPP Golkar Pinantun Hutasoit di Jakarta, Selasa (9/2).

Pinantun mengatakan menteri-menteri dari Golkar bukan pesuruh. Karena itu kalau mereka punya integritas jangan membiarkan Golkar dilecehkan partai lain dengan cara-cara mengancam akan dikeluarkan dari koalisi.

"Menteri-menteri ini jangan membiarkan Golkar selalu dilecehkan. Menteri-menteri, itu pemimpin, mereka harus punya pilihan menjaga kehormatan atau maju jadi abdidalem. Jangan sampai karena sikap-sikap mereka itu kader-kader muda yang kritis seperti Yuddy Chrisnandi eksodus dari Golkar," tegasnya.

Politisi Senior Partai Golkar Zainal Bintang juga mengingatkan agar Golkar jangan takut rhesuffle. Kader-kader Golkar, sambungnya, telah membuktikan bahwa mereka kritis dan menyatakan bahwa kasus Bank Century melanggar hukum.

"Jangan sampai karena kepentingan Ketua Umum Aburizal Bakrie, yang kartu trufnya dipegang oleh penguasa, kerja keras kader-kader Golkar tersebut menjadi sia-sia hanya karena tawar menawar kepentingan. Kalau itu yang terjadi apa yang dilakukan kader Golkar selama Pansus bertugas akan dipandang masyarakat sebagai aksi panggung saja," kata Wakil ketua Dewan Pertimbangan Ormas MKGR (Pendiri Golkar) itu. (Ken/OL-06)





Sent from my BlackBerry® powered by

Bookmark and Share  

KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
Lihat Komentar
Klik pada tombol + untuk melihat komentar pada article ini !

09-02-2010 21:42:09 WIB
Oleh: sofyan
PG Harus Interspeksi Diri

Kl menuruti logika sehat, PG sbg kompetitor Pasangan SBY/Budiono di Pemilu- kok maunya berkoalisi dan diberi kursi di KIB II sementara kadernya di Pansus tdk sejalan dgn misi PG. Atas kasus ini, dp merusak tatanan Pem.SBY/Budi yg sah 5 thn kedepan- ada 2 opsi - merestui sikap kadernya di Pansus dan undur diri dr KIB II, atau ttap di KIB II tapi dpt mengendalikan kadernya agar senapas dgn misi PG . PG kan sdh kenyang sbg Penguasa di era Orba yg mewariskan budaya korup,kemiskinan,utang dll).




09-02-2010 15:43:10 WIB
Oleh: vin nbh
WAPRES ditukar 3 MENTERI

3 menterinya siap mundur bila ketumnya jadi wapres




09-02-2010 15:42:06 WIB
Oleh: tsunarto
orientasinya kekuasaan

Secara jantan tanpa diinstuksikan pasti akan mundur. Masalahnya,apakah mungkin. Golkar orientasi berpikirnya,tak mau meninggalkan kekuasaan. Yang dianut politik kerbau. Diam,tapi nggremet. Tak ada Golkar dalam kabinet,tetap jalan. Ini lebih baik. Bahkan dengan konconya PKS sekalipun. Semua koalisi yang ada dikabinet,bekerja seolah jujur dengan senjatanya rakyat,bo'ong besar. Golkar sudah tidak bisa dipercaya, apalagi sifat penjilat kaya PKS. Koalisi yang sejati tak kan neko2,




09-02-2010 15:09:55 WIB
Oleh: bravo
jangan mundur

Apapun alasannya, menteri dipilih dan diangkat presiden, oleh karena itu biarkan saja presiden yang menarik. itu kalau presidennya jantan. kalau mengundurkan diri kan dia keenakkan.




09-02-2010 14:10:23 WIB
Oleh: meiiii
???

smuany terlalu pintar akting,,,




MORE NEWS
Jumat, 12 Maret 2010 01:37 WIB
Jumat, 12 Maret 2010 00:32 WIB
Kamis, 11 Maret 2010 23:57 WIB
Kamis, 11 Maret 2010 23:44 WIB
Kamis, 11 Maret 2010 23:27 WIB
Kamis, 11 Maret 2010 23:17 WIB
Kamis, 11 Maret 2010 22:12 WIB
Kamis, 11 Maret 2010 22:10 WIB
Kamis, 11 Maret 2010 21:31 WIB
Kamis, 11 Maret 2010 20:32 WIB
Kamis, 11 Maret 2010 20:16 WIB
Kamis, 11 Maret 2010 20:01 WIB


   Index Berita