SURABAYA--MI: Peringkat distribusi logistik Indonesia di dunia ternyata hingga tahun lalu merosot ke angka 75 atau di bawah Vietnam.
"Posisi Indonesia melorot dari rangking 45 pada 2008 menjadi 75 di 2009 atau di bawah Vietnam pada peringkat 43 atau meningkat dari 77 di 2008," kata Ketua Umum DPP Organda 2010-2015, Eka Sari Lorena Soerbakti ketika diterima jajaran PT Jasa Raharja Cabang Jawa Timur di Surabaya, Sabtu (4/9).
Jajaran DPP Organda melakukan Safari Ramadhan di Jawa Timur selama dua hari (4-5/9) untuk mengecek kesiapan angkutan lebaran 2010. Menurut Eka, problem distribusi logistik di Indonesia sudah pada titik sangat mengkhawatirkan, jika tidak dilakukan pembenahan segera oleh pihak terkait.
"Problem distribusi logistik berakibat pada tingginya biaya transportasi di Indonesia. Bila ini dibiarkan, daya saing produk Indonesia juga akan melorot," katanya.
Karena itu, lanjutnya, biaya transportasi rata-rata orang Indonesia sudah di atas rata-rata dunia. Rata-rata dunia saat ini biaya transportasi mencapai 10 persen dari total penghasilan per jiwa, tetapi di Indonesia sudah mencapai 30 persen.
Berdasarkan kondisi itu, tegasnya, wajar jika pemerintah menggalakkan program keterhubungan nasional. "Organda sebagai salah satu pemangku kepentingan juga berkontribusi terhadap program itu," katanya.
Eka mengakui, secara berkesinambungan, pihaknya akan memberi masukan kepada pemerintah karena hal itu merupakan pekerjaan rumah bersama.
Organda saat ini beranggotakan 2 juta pengusaha di sektor transportasi darat dengan 389 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tersebar di seluruh Indonesia. "Anggota Organda itu mulai dari pengusaha yang punya ribuan taksi hingga mereka yang satu taksi dimiliki dua orang," kat Eka Sari.(Ant/X-11)