SUARA ANDA

KIRIMKAN SURAT ANDA DISINI !!
Berkas dan STNK Tak Ada Saat Sidang Tilang

Anak saya ditilang karena lupa membawa SIM. Pada surat tilang tercantum tanggal sidang akan dilaksanakan pada 26 April 2012 di Pengadilan Negeri Bogor. Pada hari tersebut, saya datang mewakili anak saya. Tapi sampai sidang berakhir, berkas anak saya tidak ada. Setelah tanya kiri dan kanan, saya diminta kembali dua atau tiga hari kemudian.

Pada 1 Mei, saya datang ke Pengadilan Negeri Bogor. Di pintu masuk langsung dicegat oleh seorang wanita berseragam petugas Pengadilan Negeri Bogor, dan menawarkan untuk mengurus berkas dan barang bukti (STNK), meskipun belum disidang.

Saya tidak gubris, dan menuju loket. Eh, ternyata loket pelayanan tilang, kosong! Saya mencoba bertanya kepada petugas yang ada di sekitar loket, dan ternyata semua menunjuk kepada wanita yang mencegat saya di pintu masuk tadi. Ternyata beliau petugas loketnya. Mau tak mau, saya menemuinya, dan menanyakan keberadaan berkas dan STNK motor anak saya. Dengan ketus dia menjawab, berkasnya belum ada. Saya pun terus mendesak sambil menunjuk tanggal sidang yang tertera pada surat tilang. Dengan nada marah, beliau menyuruh saya ke Polresta Kedung Halang, yang mengeluarkan surat tilang tersebut.

Saya langsung menuju Polresta Kedung Halang, dan ternyata berkas dan STNK anak saya memang benar masih berada di Polresta. Tanpa basa-basi, petugas di loket unit pelayanan tilang, langsung meminta surat tilang dan menyerahkan STNK anak saya, serta langsung mengenakan denda Rp100.000. Bukan dendanya yang saya persoalkan, tetapi adalah benar-benar aneh, jika di surat tilang ditulis tanggal sidang 26 April. Tapi pada 1 Mei, berkas dan barang buktinya belum di kirim ke pengadilan?

Saya cuma rakyat kecil yang ingin taat hukum, dan hanya bisa menghimbau, agar kedua instansi pelayanan masyarakat ini bekerja lebih professional. Saya tahu ratusan, bahkan mungkin ribuan berkas setiap hari harus diurus. Tapi, cobalah jangan asal menulis tanggal. Perhitungkan dengan matang, kira-kira kapan berkas bisa dikirim ke pengadilan?

Petugas pengadilan di loket pelayanan tilang, rasanya akan lebih bijaksana jika tetap berada di meja kerjanya (di loket pelayanan yang seharusnya), bukan mencegat siapapun yang mengurus tilang di pintu masuk, sambil menawarkan jasanya, bahkan menyebut imbalannya, plus layanan lain-lainnya (seperti pembuatan SIM). Sungguh tidak etis dan memalukan!

Saya berharap dengan surat pembaca ini, baik di Pengadilan Negeri Bogor, maupun kepolisian bisa lebih meningkatkan pelayanan. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
dikomentari oleh: Abdul Rahman :: wartawan :: Bogor - tanggal: Selasa, 01 Mei 2012 13:37 WIB
Surat Tanggapan JNE untuk Bapak Teddy

Menanggapi surat Bapak Teddy Permana melalui Suara Anda yang dimuat di Media Indonesia.com pada 13 Maret 2012 mengenai ”Pelayanan JNE Buruk”. Atas nama Manajemen JNE, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Bersama ini, kami informasikan bahwa kami sudah menghubungi pihak pengirim pada 16 Maret 2012 untuk mengajukan permohonan klaim dan saat ini sedang dalam proses penggantian.

Demikian informasi ini kami sampaikan, terima kasih atas kepercayaannya menggunakan jasa kiriman JNE. Kami terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Untuk memberikan saran dan kritikan mengenai JNE silahkan menghubungi petugas Customer Care kami pada nomor telepon: 021-29278888 atau melalui e-mail : customercare@jne.co.id. Visi Firman Head of Corporate Communications JNE www.jne.co.id
dikomentari oleh: Visi Firman :: Head of Corporate Communications :: Jakarta Barat - tanggal: Selasa, 01 Mei 2012 13:04 WIB
Kecewa Smartfren

Sejak tahun lalu saya dan keluarga pakai Smartfren (tiga kartu aktif: 0888-8110-574, 0888-1183-626, 0888-0300-5500). Dulu promonya kan gratis nelpon selamanya. Tidak salah, memang. Telepon ke Surabaya berkali-kali, lama/sebentar, siang/malam, semua gratis. Saya heran, apa Smartfren hanya ambil untung dari SMS dan konten lain?

Ternyata sekarang semua berubah. Beberapa hari lalu saya telepon ibu di Surabaya, eh pulsa Rp 22.000 ludes. Saya pikir saya salah pencet ke operator lain. Tak lama, tepatnya 4 April siang sekitar jam 14.00 WIB, dua kali saya menelpon ibu @ 4 menit-an, kena Rp 8.000,-. Saya bisa mengerti kalau masa promo dihapus (meski tak seperti janji, dosa), tapi rate-nya kok mahal banget. Jauh dibanding XL, IM3, Simpati bahkan Esia dll. Lebih parah lagi, tak ada pemberitahuan.

Selain itu, sejak 3 April saya juga sulit untuk UNREG konten Facebook. Begitu pula pembelian konten masa aktif ke: 9898 seperti dipromosikan Smartfren, juga gagal terus. Akhirnya saya telepon ke Smartfren Call Centre. Hasilnya? Dijawab mesin terus-menerus. Sudah pilih 0 untuk berbicara dengan operator/customer service, tetap saja dijawab mesin berulang-ulang dengan tema sama. Tanya via email di website Smartfern, tak dijawab.

Saya kecewa pada Smartfren dan merasa berdosa kepada kawan-kawan yang terlanjur saya dorong untuk pakai Smartfren. Mohon tanggapan.

Pemilik Nomor 0888-1183-626
dikomentari oleh: Sigit Nugroho :: Swasta :: Tangerang Selatan - tanggal: Selasa, 01 Mei 2012 09:56 WIB
JNE, Kemana Barang Saya?

Pada 25 April 2012 saya memesan barang kepada salah satu OL shop di Jakarta berupa baju. Pada 26 April pukul 02.17 WIB barang dikirimkan oleh OL shop melalui JNE Pusat Tomang dengan awb:1-886720-770008 ke alamat saya di Jakarta juga (alamat ditulis secara lengkap, jelas ,dan benar atas nama penerima: ANGELA).

Biasanya saya membeli barang melalui OL shop dan melalui jasa pengiriman hanya membutuhkan waktu satu hari atau paling lambat dua hari. Tetapi setelah tiga hari barang tidak kunjung datang, saya mulai khawatir dan mencoba menghubungi OL shop untuk mengecek JNE, dan untuk make sure saya juga mencoba check di JNE tracking.

Ternyata status tracking DELIVERED pada 27 April 2012 pukul 12.30 WIB dan penerimanya adalah NUR. Tetapi tak satu orangpun di rumah saya bernama NUR, dan jelas pada hari itu semua keluarga sedang berada di rumah tetapi tidak ada paket atau pengiriman barang apapun yang diterima kami.

Saya langsung menghubungi OL shop dan kami mencoba menghubungi CUSTOMER SERVICE JNE tetapi sama sekali tidak ada jawaban dan cukup membuang banyak pulsa untuk menghubungi mereka yang tidak ada jawaban sama sekali.

Lalu saya mencoba melalui email dan jawabannya hanya menunggu akan diproses. Apa bisa menunggu sedangkan saya tidak tahu dimana keberadaan barang saya dan siapa orang yang bernama NUR, dan apakah betul kurir JNE mengirimkan ke alamat yang benar. Lalu Bagaimana nasib saya dan barang saya?
dikomentari oleh: angela :: wiraswasta :: jakarta - tanggal: Selasa, 01 Mei 2012 02:34 WIB
Tagihan Fantastis Kartu HALO Telkomsel

Saya pengguna kartuHalo Telkomsel (TSEL) lebih dari lima tahun. Selama itu tidak ada masalah berarti terkait pelayanan TSEL maupun pembayaran yang saya lakukan (plus nomor Istri dan Ibu yang jadi tanggungan saya).

Namun tiba-tiba saya cukup dikagetkan dengan tagihan bulan Oktober 2011. Bukan karena tagihan yang telat dikirimkan (dengan sms pemberitahuan keterlambatan dari TSEL), namun adanya tagihan yang cukup besar, yaitu Rp2.778.247.

Karena memang saya baru saja kembali dari luar negeri (US) dan menggunakan paket BB Intl, saya ingin mengklarifikasi kenapa tagihan bisa sebesar itu, sementara saya menggunakan paket BB Intl yang seharusnya tidak sebesar itu.

[12-11-2011] Hari itu juga saya menelepon CS TSEL. Setelah menjelaskan panjang lebar dan rinci (CS meminta dibacakan detil tagihan yg saya minta klarifikasi) saya dijanjikan akan segera dihubungi.

[15-11-2011] Karena belum juga dihubungi, saya kembali menelepon CS TSEL untuk mendapatkan kejelasan. Lagi-lagi saya hanya mendapatkan permintaan maaf dan janji akan segera dihubungi pihak TSEL.

[14-12-2011] Hampir satu bulan menunggu, saya belum juga dihubungi seperti yang dijanjikan. Saya justru mendapatkan tagihan yang fantastis sebesar Rp7.455.040 (total dengan tagihan bulan sebelumnya menjadi Rp10.233.287). Saya kembali menelepon CS TSEL untuk komplain karena belum juga dihubungi dan munculnya tagihan yang sangat besar di luar kewajaran. Lagi-lagi saya dijanjikan akan dihubungi pihak TSEL.

[24-01-2012] Lebih dari satu bulan menunggu, saya kembali mendapatkan tagihan TSEL yang makin besar dan tidak wajar sebesar Rp1.403.432 (total menjadi Rp11.636.719). Kembali saya telp TSEL dan komplain akan kelalaian TSEL menghubungi saya seperti yang dijanjikan sebelumnya dan nilai tagihan yang semakin membengkak.
dikomentari oleh: Khairil Anwar :: Karyawan Swasta :: Jakarta Timur - tanggal: 28 April 2012 00:46 WIB
Hati-hati Internetan dengan XL

Buat para pengguna XL harap hati-hati bila menggunakan XL untuk browsing internet. Pulsa saya baru saja tersedot tidak jelas.

Pada 24 April 2012 pukul 20.30 saya browsing internet menggunakan paket internet harian XL (Rp2.000/hari). Sebelum register saya cek pulsa saya ada Rp27.000. Setelah koneksi tersambung saya mulai browsing. Ternyata lelet sehingga saya hanya membuka email dan mengirim email dengan attachement kurang dari 5 mb. Setelah itu computer saya tutup. Oh ya saya menggunakan USB modem untuk hal ini.

Setelah selesai browsing kartu XL saya lepas dari modem dan saya kembalikan ke HP saya (HP saya tidak bisa buat internetan). Sialnya saya lupa unreg paket internetnya, yang otomatis setiap pukul 00.00 akan memotong pulsa yang ada untuk paket yang sama.

Ketika bangun pagi hari saya cek pulsa. Betapa kagetnya saya ternyata sisa pulsa saya tinggal Rp104, padahal kalaupun pulsa saya terpotong seharusnya masih tersisa Rp23.000.

Ketika saya tanyakan ke CS XL mereka menjawab pulsa saya habis untuk paket data internet.

Menurut saya tidak masuk akal karena saya hanya buka email saat itu dan tidak mendownload apa-apa. Kecuali bila memang biaya data XL super mahal ya. Nilai yang hilang memang tidak seberapa hanya Rp23.000, namun bayangkan bila ada banyak orang lain yang bernasib seperti saya, tak terhitung lagi berapa kerugian yang ditanggung oleh pemilik kartu.
dikomentari oleh: Alfred Sinaga :: Swasta :: Tangerang Selatan - tanggal: Kamis, 26 April 2012 16:32 WIB
Pelayanan PDAM Bekasi Tirta Bhagasasi Sangat Mengecewakan

Saya selaku pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum Bekasi Tirta Bhagasasi dengan nomor sambung 18010030271 ingin menyampaikan komplain terhadap pelayanan perusahaan tersebut. Sehari-hari debit air PDAM sangat kecil dan sering mati pada pukul 06.00-10.00, selebihnya menyala kecil dan sering mati. Kalaupun menyala dengan debit yang besar pada pukul 24.00-05.00, yang pada jam tersebut tidak ada aktivitas warga. Malah pada waktu pagi hari yang sangat dibutuhkan untuk kegiatan rutinitas rumah tangga tidak menyala sama sekali.

Dan yang mengherankan saya, kejadian seperti ini menjadi hal yang rutin dan berulang-ulang sehingga para pelanggan menganggap sudah terbiasa. Padahal setiap bulannya saya membayar termasuk biaya pemeliharaan.

Usaha yang dilakukan dengan menelpon bagian informasi PAM Bekasi selalu mendapatkan jawaban yang tidak memuaskan, bahkan komplain melalui surat pembaca koran Media Indonesia edisi Jumat 20 April 2012 sampai saat ini belum juga mendapatkan penjelasan dari PAM Daerah Bekasi, sampai akhirnya saya menyampaikan melalui suara anda mediaindonesia.com.

Kemana lagi kami harus mengadu? Sungguh luar biasa PDAM Bekasi seperti tidak ada pimpinan dan anak buah, tidak ada yg menjelaskan ke pelanggan dengan adanya komplain di surat pembaca. Tolong kepada pihak PDAM Bekasi dapat memberikan solusi dan tindakan yang nyata secepatnya agar tidak bekepanjangan, sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada para pelanggan, terima kasih.
dikomentari oleh: Endang Achmad :: Wiraswata :: Bekasi Timur - tanggal: Kamis, 26 April 2012 14:40 WIB
Tidak Aman Menjadi Nasabah BNI

Saya adalah nasabah Bank BNI, baik tabungan maupun kartu kredit dan sangat kecewa dengan tingkah laku pegawai BNI atau yang mengatasnamakan BNI. BNI telah menjual data nasabah ke perusahaan atau oknum perusahaan lain. Saya menjadi korbannya.

Diawali dengan penawaran kartu kredit BNI oleh Sdr. Momon yang mengaku karyawan BNI, dengan nomor handphone 08159994612. Dengan berpakaian lusuh dan masuk kantor lalu lalang sehingga mengganggu aktivitas kerja di kantor Saya, oknum yang bersangkutan menawarkan aplikasi kartu kredit BNI. Karena butuh, Saya piker apa salahnya mengajukan aplikasi?

Sekitar 2 minggu semenjak pengajuan aplikasi, saya menerima kiriman kartu kredit BNI yang telah disetujui. Keesokan harinya Saya aktifkan kartu kredit tersebut. Tak diduga, semenjak kartu kredit BNI Saya aktif, tiap hari Saya ditelepon berbagai macam penawaran, mulai dari asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, tawaran kartu discount, bahkan tawaran dari kartu kredit bank lain. Sehari Saya terima lebih dari 5 telepon penawaran. Bahkan, gara-gara tergiur penawaran kartu discount EL John dari PT. Dirga Bianglala Sukses, Saya tertipu karena wanprestasi dari pihak EL John dan PT. Dirga Bianglala Sukses untuk memenuhi kewajibannya sebagaimana perjanjian awal. BNI telah memfasilitasi penipuan dengan modus penawaran kartu discount.

Menanggapi hal ini, Saya sudah coba mencari solusi dari call center BNI 500046 ternyata jawaban call center officer hanya agar Saya melakukan cross check terlebih dahulu ke BNI call center sebelum memberikan persetujuan atas tawaran-tawaran yang dating lewat telepon. Saya tidak puas, karena dari awal, pihak BNI lah yang telah menjual data Saya berupa nomor handphone ke pihak lain.

Perlu ditekankan di sini bahwa data nasabah adalah rahasia dan menyerahkannya ke pihak BNI adalah mempercayakan BNI untuk turut menjaga kerahasiaan data nasabah tersebut, bukannya malah memperjualkannya demi keuntungan sepihak.

Ketika Saya konfirmasikan kepada Sdr. Momon, sales kartu kredit BNI, dia malah berkelit dan tidak mengaku. Namun, 1 hal yang pasti adalah: Semenjak Saya Aktifkan Kartu Kredit BNI, handphone Saya ditelepon minimal 5 kali oleh penawaran sales-sales tidak jelas yang mengaku rekanan BNI maka sudah jelas bahwa pihak BNI memperjualbelikan data nasabah.

Lalu, modus kedua penipuan BNI adalah ketika nasabah berhubungan dengan call center 500046, petugas call center akan menanyakan 3 (tiga) angka di belakang kartu kredit. Sungguh, suatu modus operandi terkonyol yang pernah Saya dengar dan tidak pernah ada call center lain yang menanyakan 3 (tiga) angka di belakang kartu kredit. 3 (tiga) angka di belakang kartu kredit adalah ‘nyawa’ bagi sebuah kartu kredit, siapapun yang tahu 16 angka kartu kredit dan 3 (tiga) angka di belakang kartu kredit akan dapat melakukan transaksi apapun bentuknya, baik melalui internet maupun melalui telepon.

3 angka di belakang kartu kredit adalah sepenuhnya kerahasiaan nasabah, sebagaimana diatur dan himbauan Bank Indonesia melalui http://www.bi.go.id dan untuk itu, pihak manapun yang meminta 3 angka di belakang kartu kredit bisa dikategorikan melakukan modus penipuan.

Saya tidak akan pernah memberi data mengenai 3 angka di belakang kartu kredit dan oleh karenanya call center BNI 500046 tidak mau membantu saya dalam hal apapun, sebagaimana petugas call center Sdri. Kayla yang saya hubungi tanggal 24 April 2012 sekitar pukul 15.00 Coba bayangkan kalau saya berikan data 3 angka di belakang kartu kredit kepada Sdri. Kayla, maka dengan mudah Sdri. Kayla akan mengakses internet dan melakukan transaksi online dengan data kartu kredit Saya. Benar-benar operasionalisasi yang dungu dari BNI dan sama sekali tidak merahasiakan data nasabah. Apalagi setelah call center tahu 16 angka kartu kredit Saya dan 3 angka di belakang kartu kredit, lalu dijual kepada orang-orang yang mau membayar dengan harga yang sesuai, maka jebollah tagihan kartu kredit Saya.

Atas 2 kejadian di atas: Sales BNI yang menjual data nomor telepon, khususnya handphone nasabah ke pihak lain dan call center BNI 500046 yang meminta 3 angka di belakang kartu kredit, maka dengan ini Saya himbau ke seluruh penduduk Indonesia untuk jangan pernah menggunakan kartu kredit BNI, karena manajemen kartu kredit BNI sangat tidak dapat dipercaya.

dikomentari oleh: Chairil Anhar Siregar :: Pegawai Negeri Sipil :: Bekasi - tanggal: Rabu, 25 April 2012 15:41 WIB
Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Rabu, 23 Mei 2012 10:30 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:24 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:21 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:14 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:12 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:10 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:03 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 09:54 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 09:45 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 09:36 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 09:27 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 09:18 WIB


   Index Berita