SUARA ANDA

KIRIMKAN SURAT ANDA DISINI !!
Pakai Kartu Jamsostek antrian Berobat diabaikan.

Saya sangat prihatin mendengar pengakuan teman saya ketika mengeluh tentang pelayanan kesehatan di sebuah PKM yang ditunjuk, sudah lama mengantri ketika menunggu gilirannya tidak dipanggil gara-gara menggunakan fasilitas pelayanan JPK jamsostek, sedangkan yang tidak menggunakan kartu JPK lebih diprioritaskan.

Saat itu teman saya hendak mengantar istrinya berobat untuk memeriksa kehamilannya, sesuai prosedur dan kelengkapannya sudah diikuti termasuk mengantri dengan sabar. Namun kesabaran akan terusik manakala haknya diabaikan dan diambil alih oleh antrian yang tidak seharusnya.

Teman sayapun marah dan menegur petugas kesehatan tersebut, tanya sana-dan sini akhirnya si petugas kesehatan menjelaskan kalau teman saya menggunakan JPK. Lho apa bedanya dengan pengguna kartu JPK dengan pasien yang lain? Teman saya dengan penasaran terus mendesak petugas tersebut. Setelah banyak bertanya akhirnya teman saya mendapat penjelasan kalau pasien pemakai kartu JPK Jamsostek selalu dikesampingkan dengan alasan pihak PKM ataupun klinik yang ditunjuk kesulitan untuk menagih iuran kepada pihak Jamsostek,..apa benar? Bagaimana Jamsostek sudahkah mengklarifikasi kasus ini?

Kalau peraturan seperti itu, tentu sangat tidak adil. Dimana rasa kemanusiaan pihak penyelengara kesehatan? Apakah menunggu pasien sekarat? Tolong jangan dimainkan nyawa seseorang. Pihak Jamsostek harus meninjau kembali masalah seperti ini, jangan-jangan asuransi itu hanya mengakali masyarakat, dan pihak penyelengra kesehatan tolong kembalikan misi kemanusiaannya jangan jadikan orang sakit untuk ladang bisnis.
dikomentari oleh: UG DANI :: Citizen Journalist :: Bekasi - tanggal: 14 April 2012 21:04 WIB
Menunggu jawaban Bea Cukai

Pada tanggal 10 Pebruari 2012 saya mengirimkan surat keberatan atas pajak barang yang saya beli melalui ebay,saya mendapat informasi bahwa surat tersebut sudah diterima pada tanggal 17 Pebruari 2012 dengan nomor agenda surat masuk 07451 dan oleh Kepala Kantor didisposisikan ke Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai yang menangani gudang FedEx. Berdasarkan informasi dari Petugas Bea dan Cukai yang bertugas di gudang FedEx diperoleh keterangan bahwa surat tersebut masih dalam proses penelitian untuk memberikan jawaban.

Tetapi sampai saat ini saya belum mendapatkan jawaban atas surat saya tersebut,pada 9 April 2012 saya menelepon Bea Cukai untuk menanyakan tindak lanjut surat saya tersebut,petugas mengatakan bahwa surat saya sudah diterima oleh Ibu Irma,petugas Bea Cukai yang ada di gudang Fedex,saat saya menghubungi nomor telepon gudang Fedex,saya mendapat jawaban bahwa tidak ada line telepon ke tempat petugas Bea Cukai,jadi bagaimana saya bisa mengetahui jawaban atas surat saya tersebut

Terima kasih
dikomentari oleh: Mohammad Haikal :: wiraswasta :: Yogyakarta - tanggal: Kamis, 12 April 2012 09:07 WIB
Fitness First Pacific Place merugikan member

Saya adalah member dari pusat kebugaran Fitness First (FF). Saya awalnya berolahraga di FF cabang Pacific Place. Saya kemudian tertarik untuk menggunakan jasa Personal Trainer (PT) dan terbujuk membayar paket PT untuk 20 sesi sebesar Rp4,2 juta.

Saya mencoba dua orang PT yang mengeluh letih dan terlalu larut untuk mereka pada setiap sesi kedua. Hal ini sangatlah tidak professional, apalagi untuk orang yang telah memilih profesi sebagai PT dan telah menyanggupi dari awal untuk melatih di malam hari (mulai pukul 20.00).

Karena pengalaman yang merugikan tersebut, saya tidak ingin mencoba PT lainnya di cabang tersebut, dan meminta sesi yang masih tersisa 15 kali dikembalikan dalam bentuk uang. Pihak FF tidak mau melakukan hal ini. Saya lalu meminta surat permintaan maaf tertulis dan pernyataan untuk tidak mengeluh lagi dan bertindak profesional; pihak FF tidak mau menyanggupi hal ini juga.

Kemudian saya mencoba FF cabang Senayan City. Saya bertemu dengan seorang PT yang profesional. Saya meminta pihak FF Pacific Place untuk segera memindahkan 15 sesi yang masih tersisa. Tetapi pihak FF Pacific Place mempersulit proses ini dan menunda-nunda dengan alasan-alasan seperti GM yang cuti, GM tidak ada, dll.

Saya hanya menuntut hak saya, sesuatu yang telah saya bayar. Seharusnya pihak FF Pacific Place malu dan memberi ganti rugi kepada saya atas perilaku kedua PT mereka yang tidak profesional, bukan malah tambah merugikan member, dan tidak mau memberikan apa yang member telah bayarkan.
dikomentari oleh: Dian Susanti :: Pegawai Swasta :: Jakarta - tanggal: Kamis, 12 April 2012 00:25 WIB
Penyelesaian Paket Indosat yang Hilang tidak Kunjung Selesai

Pada 26 Maret 2012, saya mengisi pulsa reguler Rp50 ribu dan mendaftarkan diri pada paket gaul internet bulanan Rp50 ribu. Paket ini biasa saya gunakan untuk keperluan penggunaan handset saya. Pada tanggal yang sama saya mengisi pulsa reguler Rp25 ribu dan pulsa sms Rp25 ribu.

Pada 28 Maret, saya menggunakan internet sebagaimana biasa saya gunakan pada handset saya. Selang beberapa menit saya pakai, sambungan terputus. Awalnya saya kira sambungan sedang mengalami eror pada jaringan. Merasa curiga, saya cek pulsa reguler saya yang saya ingat tersisa Rp13 ribu, namun ternyata pulsa saya saat itu tercatat habis. Saya pun tidak bisa mengakses internet. Ditambah lagi, bonus sms dari poin plus-plus saya yang masih tersisa 300-an sms pun hilang.

Sorenya saya langsung menghubungi call center indosat, dan dikatakan bahwa saya memutus paket internet. Saya langsung menjelaskan duduk perkara dan saya memang tidak memutus paket internet yang memang baru saya daftarkan dua hari lalu. Dijanjikan penyelesaiannya 7x24 jam oleh pihak call center. Merasa kurang puas, saya kembali menghubungi call center pada malam harinya. Namun tetap tidak menyelesaikan permasalahan saya.

Hingga 5 April, saya masih tidak mendapatkan informasi mengenai permasalahan ini, bahkan saya tidak dihubungi dari waktu 7x24 jam yang dijanjikan. Ketika saya menghubungi call center pada hari yang sama pun hanya dikatakan permasalahan saya masuk prioritas. Kalau memang diprioritaskan, tentu tidak lebih dari 7x24 jam sesuai yang dijanjikan sebelumnya. Padahal untuk menyampaikan komplain seperti ini saja pelanggan tetap masih harus membayar biaya panggilan ke call center, namun saya tetap tidak mendapatkan penyelesaian.
dikomentari oleh: Zessinda luthfa :: Mahasiswa :: Depok - tanggal: Selasa, 10 April 2012 22:24 WIB
Pelayanan Sriwijaya Air Mengecewakan

Pada hari Minggu 8 April 2012 kemarin saya berencana melakukan penerbangan dengan menggunakan Sriwijaya Air dari Malang menuju Jakarta untuk penerbangan pukul 14.25 dengan no penerbangan SJ 249 yang tiketnya sudah saya beli sejak beberapa bulan yang lalu (perkiraan 5/02/2012).

Siang itu saya sudah berangkat dari rumah pada pukul 13.30, yang biasanya bisa ditempuh dengan perjalanan 10 – 15 menit menggunakan mobil. Siang itu entah kenapa kondisi jalan macet sekali, dan pada saat pukul 14.00 saya ditelepon oleh pihak Sriwijaya Abdulramhan Saleh untuk konfirmasi apakah jadi melakukan penerbangan dengan jadwal tersebut atau tidak. Saya langsung mengkonfirmasi bahwa akan melakukan perjalanan tersebut, tetapi masih di perjalanan yang tinggal 3-5 menit lagi sampai bandara.

Saya tiba di bandara pada sekitar pukul 14.05, dan saya ingin mengeprint tiket di sales representative bandara yang dilayani oleh saudara Robby. Saudara Robby langsung bilang bahwa saya sudah tidak boleh masuk untuk cek in karena pesawat sudah ditutup, padahal saya menjelaskan bahwa saya tidak membawa bagasi apapun. Dia bersikeras untuk tidak mengeprint dan bahkan tidak membantu untuk mempercepat pelayanannya dengan menahan saya untuk masuk bandara, padahal penerbangan tersebut sangat penting bagi saya (oleh karena itu sudah dibeli jauh – jauh hari).

5 menit berselang saya mendengar panggilan dari speaker panggilan untuk salah seorang Ibu penumpang sriwijaya dengan no penerbangan saya untuk segera naik pesawat. Saya protes kepada Robby, kenapa dia masih bisa masuk sedangkan saya tidak, dengan masih ada panggilan tersebut otomatis pintu pesawat belum di tutup. Panggilan itu dilakukan dua kali dengan selang sekitar 1-2 menit. Saya sangat kecewa dengan pelayanan Sriwijaya. Salah satu teman Robby yang bernama Illa juga tidak membantu malah ikut memojokkan saya.

Kemudian saya tanya untuk ketersediaan tiket pada Senin pagi keesokan harinya, tanpa dia mengecek ketersediaannya dia langsung bilang bahwa penerbangan pada hari tersebut semuanya penuh dari pagi hingga sore. Kemudian saya langsung telepon ke call center Sriwijaya Air, dan mendapatkan informasi bahwa tiket masih tersedia. Disini saya semakin kecewa dengan pelayanan Robby dan Illa tersebut.

Saran saya, segera lakukan perbaikan pelayanan, terutama untuk sales, mereka terdepan yang bertemu dengan customer, jangan costomer diperlakukan semena – mena seperti itu. Jujur saya dan keluarga selalu menjadikan Sriwijaya Air pilihan pertama sejak tahun 2006 lalu. Tetapi dengan kejadian ini saya akan memikirkan lagi untuk beralih ke maskapai lain.

Terima kasih

Regards,
dikomentari oleh: Fauzi Dwi Reza Aditya :: Karyawan :: Jakarta Selatan - tanggal: Senin, 09 April 2012 19:47 WIB
Smartfren, Ada Apa Denganmu?

Sudah sejak satu tahun yang lalu saya menggunakan modem Smartfren. Hingga hari ini, selama periodenya yang terus berganti, smartfren mengalami penurunan kualitas yang terus-menerus dan hal ini tentu sangat merugikan banyak orang. Belum tentang Paket internetnya yang sudah tak lagi ekonomis mengingat iklannya yang selalu menyenggol soal "hemat" dan "cepat".

Sekarang saya dan teman-teman di Yogyakarta banyak yang tak puas soal kecepatan browsing. Beberapa hari yang lalu, tak jarang smartfren menunjukkan angka '0' pada "Down Rate" atau kadang juga bisa mengakses tapi sangatlah lambat.

Apa yang sedang dikembangkan oleh smartfren? Apakah sedang ada proyek baru atau apa, sampai-sampai masalah ini tak hanya satu atau dua kali namun justru berkali-kali? Saya sebagai pelanggan setia tentu sangat kecewa tentang hal ini. Terima Kasih.
dikomentari oleh: Nicolaus Sulistyo Dwicahyo :: Mahasiswa :: Yogyakarta - tanggal: Minggu, 08 April 2012 14:30 WIB
Merpati yang Ingkar Janji

Merpati Air secara sepihak mengalihkan rute perjalanan Lampung - Cengkareng menjadi Lampung - Bengkulu - Cengkareng tanpa pemberitahuan kepada customer. Dan selanjutnya customer yang sudah jauh-jauh hari membeli ticket harus dikecewakan ketika melakukan check in pada hari penerbangan. Customer diminta memilih untuk ikut penerbangan ke Bengkulu dahulu (menambah jarak dan waktu tempuh yang sebelumnya hanya 45 menit menjadi 2-3 jam) atau refund.

Fakta :
1. Ticket penerbangan Lampung-Cengkareng sudah dibooking, dibayar dan diconfirm via email oleh yourbooking@merpati.co.id pada Sun, Apr 1, 2012 at 5:36 PM (attchment terlampir di http://imageshack.us/photo/my-images/109/merpati.jpg/)
2. Saya melakukan check in pada counter Merpati pada tanggal 07 sesuai ketentuan 2 jam sebelum jam keberangkatan.
3. Petugas check in mengarahkan kepada bagian ticketing Merpati Airways.
4. Dibagian ticketing dibantu oleh sdri. Kadek Arianti diinformasikan bahwa route penerbangan dimana sebelumnya adalah Lampung - Cengkareng dialihkan (Reroute) menjadi Lampung - Bengkulu - Cengkareng. Dimana itu berarti penambahan jam terbang dan keterlambatan saya sampai kepada tujuan lebih dari 2 jam.
5. Selain opsi dari 'menyetujui' penerbangan tambahan, saya diberikan opsi untuk refund dan mencari sendiri penerbangan pada hari tsb.

Gosip :
1. Bahwa penumpang yang sudah membeli ticket dan check in hanya kira-kira 30 orang sehingga merpati harus 'nyeser' penumpang ke Bengkulu tanpa memperdulikan customernya
2. Sudah diperintahkan dari pusat bahwa kebijakan yang ada hanyalah 'setuju' ikut ke Bengkulu atau refund.

Berdasarkan hal-hal diatas dan kebutuhkan saya untuk segera tiba di Jakarta sekitar pukul 19:00 malam, maka saya membeli ticket maskapai penerbangan lain di bandara dengan harga dua kali lipat dari harga refund yang dilakukan oleh pihak Merpati. (attachment terlampir di http://imageshack.us/photo/my-images/52/sriwijaya.jpg/)

Yang ingin saya tanya dan konfirmasikan adalah :
1. Kenapa Merpati tidak melakukan konfirmasi/pemberitahuan kepada customernya bahwa ada perubahan route jauh hari sebelumnya?
2. Apakah alasan sehingga penerbangan Lampung - Cengkareng dialihkan penerbangan menjadi Lampung - Bengkulu - Cengkareng? Hal ini sudah ditanyakan kepada petugas merpati tapi tidak ada jawaban.
3. Apakah reroute ini adalah instruksi dari pusat dan tidak ada solusi lain untuk penumpang selain 'ikut' ke bengkulu atau refund?

Menurut Peraturan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 77 Tahun 2011 tentang asuransi keterlambatan, bagasi hilang serta kecelakaan. Pada BAB II perihal Jenis Tanggung Jawab Pengangkut dan Besaran Kerugian Pasal 10 disebutkan:
Jumlah ganti kerugian untuk penumpang atas keterlambatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a ditetapkan sebagai berikut:
a. keterlambatan lebih dari 4 (empat) jam diberikan ganti rugi sebesar Rp 300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) per penumpang;
b. diberikan ganti kerugian sebesar 50% (lima puluh persen) dari ketentuan huruf a apabila pengangkut menawarkan tempat tujuan lain yang terdekat dengan tujuan penerbangan akhir penumpang (re-routing), dan pengangkut wajib menyediakan tiket penerbangan lanjutan atau menyediakan transportasi lain sampai ke tempat tujuan apabila tidak ada moda transportasi selain angkutan udara;
c. dalam hal dialihkan kepada penerbangan berikutnya atau penerbangan milik Badan Usaha Niaga Berjadwal lain, penumpang dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk peningkatan kelas pelayanan (up grading class) atau apabila terjadi penurunan kelas atau sub kelas pelayanan, maka terhadap penumpang wajib diberikan sisa uang kelebihan dari tiket yang dibeli.

Dalam ketentuan diatas (point b dan c) jelas disebutkan mengenai ganti rugi dan adanya opsi lain yaitu dialihkan kepada penerbangan berikutnya atau penerbangan milik Badan Usaha Niaga Berjadwal lain dimana penumpang dibebaskan dari biaya tambahan, termasuk peningkatan kelas pelayanan (up grading class).

Dan sesuai dengan ketentuan hukum diatas, saya menuntut ganti rugi berupa penggantian harga ticket penerbangan milik Badan Usaha Niaga Berjadwal lain yang dibeli pada hari dan tempat kejadian.
dikomentari oleh: Richard Lizardi :: Karyawan Swasta :: Jakarta - tanggal: 07 April 2012 21:59 WIB
Halo...PT Telkom?

KEMBALI saya mengalami kasus yang sama seperti 9 Februari 2012 yang lalu dan kini terulang lagi, ketika 5 April lalu tagihan yang sedang berjalan melonjak begitu saja tanpa ada transaski sebelumnya (pembicaraan hp).

Ke Call Center sudah saya laporkan laporkan tanggal yang sama pukul 10.58 yang jawabannya sama itu-itu saja yang menjengkelkan. Saya minta agar Call Center melaporkan ke pihak atasannya untuk dituntaskan sebelum lembar penagihan dibuat dan dikirimkan kepada pelanggannya. Kita tunggu hasilnya ya?
dikomentari oleh: M. Rachmat TIRTAPRADJA :: Purnawirawan :: Tangerang Selatan - tanggal: 07 April 2012 06:13 WIB
Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Rabu, 23 Mei 2012 10:36 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:30 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:24 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:21 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:14 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:12 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:10 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:03 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 09:54 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 09:45 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 09:36 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 09:27 WIB


   Index Berita