|
Rabu, 23 Mei 2012 10:36 WIB
|
|
Rabu, 23 Mei 2012 10:30 WIB
|
|
Rabu, 23 Mei 2012 10:24 WIB
|
|
Rabu, 23 Mei 2012 10:21 WIB
|
|
Rabu, 23 Mei 2012 10:14 WIB
|
|
Rabu, 23 Mei 2012 10:12 WIB
|
|
Rabu, 23 Mei 2012 10:10 WIB
|
|
Rabu, 23 Mei 2012 10:03 WIB
|
|
Rabu, 23 Mei 2012 09:54 WIB
|
|
Rabu, 23 Mei 2012 09:45 WIB
|
|
Rabu, 23 Mei 2012 09:36 WIB
|
|
Rabu, 23 Mei 2012 09:27 WIB
|
Index Berita |
Saya sangat prihatin mendengar pengakuan teman saya ketika mengeluh tentang pelayanan kesehatan di sebuah PKM yang ditunjuk, sudah lama mengantri ketika menunggu gilirannya tidak dipanggil gara-gara menggunakan fasilitas pelayanan JPK jamsostek, sedangkan yang tidak menggunakan kartu JPK lebih diprioritaskan.
Saat itu teman saya hendak mengantar istrinya berobat untuk memeriksa kehamilannya, sesuai prosedur dan kelengkapannya sudah diikuti termasuk mengantri dengan sabar. Namun kesabaran akan terusik manakala haknya diabaikan dan diambil alih oleh antrian yang tidak seharusnya.
Teman sayapun marah dan menegur petugas kesehatan tersebut, tanya sana-dan sini akhirnya si petugas kesehatan menjelaskan kalau teman saya menggunakan JPK. Lho apa bedanya dengan pengguna kartu JPK dengan pasien yang lain? Teman saya dengan penasaran terus mendesak petugas tersebut. Setelah banyak bertanya akhirnya teman saya mendapat penjelasan kalau pasien pemakai kartu JPK Jamsostek selalu dikesampingkan dengan alasan pihak PKM ataupun klinik yang ditunjuk kesulitan untuk menagih iuran kepada pihak Jamsostek,..apa benar? Bagaimana Jamsostek sudahkah mengklarifikasi kasus ini?
Kalau peraturan seperti itu, tentu sangat tidak adil. Dimana rasa kemanusiaan pihak penyelengara kesehatan? Apakah menunggu pasien sekarat? Tolong jangan dimainkan nyawa seseorang. Pihak Jamsostek harus meninjau kembali masalah seperti ini, jangan-jangan asuransi itu hanya mengakali masyarakat, dan pihak penyelengra kesehatan tolong kembalikan misi kemanusiaannya jangan jadikan orang sakit untuk ladang bisnis.