SUARA ANDA

KIRIMKAN SURAT ANDA DISINI !!
Surat Tanggapan JNE untuk Ibu Angela

Menanggapi surat Ibu Angela melalui Suara Anda yang dimuat di mediaindonesia.com, tanggal 01 Mei 2012 mengenai ”JNE, Kemana Barang Saya?”. Atas nama Manajemen JNE, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Bersama ini, kami informasikan bahwa permasalahan ini telah diselesaikan dengan baik. Kami sudah menghubungi pengirim untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi dan paket telah diterima dengan baik oleh Ibu Angela, pada 02 Mei 2012.

Demikian informasi ini kami sampaikan, terima kasih atas kepercayaannya menggunakan jasa kiriman JNE. Kami terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Untuk memberikan saran dan kritikan mengenai JNE silahkan menghubungi petugas Customer Care kami pada nomor telepon: 021-29278888 atau melalui e-mail : customercare@jne.co.id.

Visi Firman
Head of Corporate Communications JNE
www.jne.co.id
dikomentari oleh: Visi Firman :: Head of Corporate Communications :: Jakarta Barat - tanggal: Senin, 14 Mei 2012 15:33 WIB
Terima Kasih Telkomsel

Untuk kedua kalinya saya mesti berterima kasih kepada DIREKSI PT Telkomsel yang telah menanggapi dengan baik pengaduan dan saran saya, ketika saya menghadapi permasalahan bengkaknya tagihan Kartu Halo saya di bulan Mei ini.

Pertama, pada 15 Maret 2012 lalu, kasus saya tuntas ketika Bank Grapari turut serta berperan yang tentunya atas perintah Direksi PT Telkomsel. Kedua, pada 10 Mei ketika kasus yang sama timbul lagi, dan hebatnya kali ini saya tidak sempat bolak-balik ke Plaza Grapari Telkomsel seperti yang pertama, tapi beberapa kali saya menulis e-mail ke cs@telkomsel.co.id saja.

Lelah memang, tapi ada hasilnya. Ketika saya datang ke Wisma Mulia, ternyata CS Yasmin memberitahukan kalau masalah selesai. Terima kasih.

Memang sebaiknya seperti itulah PT Telkomsel bertindak apabila para nasabahnya menghadapi suatu masalah yangb bukan karena kesalahannya, tapi karena kelalaian atau birokrasi internal PT Telkomsel yang terkadang ribet dan menyusahkan pelanggan. Sekali lagi Terima Kasih. Wasalam.
dikomentari oleh: M. Rachmat TIRTAPRADJA :: Purnawirawan :: Tangerang Selatan - tanggal: 12 Mei 2012 16:39 WIB
BIDANG PERPUSTAKAAN DEWAN SANTRI
PONDOK PESANTREN PERGURUAN KH. ZAINAL MUSTHAFA SUKAMANAH

Sekretariat: Lantai 3 Madrasah Lama Pondok Pesantren Perguruan KH. Zainal Musthafa Sukamanah Sukarapih Tasikmalaya 46461

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Perkenalkan saya Roby Hidayatullah, S.Pd.I, saya adalah Ketua Bidang Perpustakaan Pondok Pesantren KH. Zainal Musthafa Sukamanah Sukarame Tasikmalaya.

Selanjutnya atas dasar keprihatinan terhadap kondisi perpustakaan kami yang kekurangan buku-buku bacaan, maka kami Bidang Perpustakaan Pondok Pesantren KH. Zainal Musthafa Sukamanah Sukarame Tasikmalaya, memohon bantuan buku bacaaan baik dengan kategori agama ataupun umum.

Adapun untuk alamat pengiriman buku bisa dialamatkan ke: Pondok Pesantren KH. Zainal Musthafa Sukamanah Sukarapih Sukarame Tasikmalaya Jawa Barat 46461.

Terimakasih atas segala perhatiannya, semoga menjadi amal ibadah bagi kita semua. Amiin
Sukamanah, 11 Mei 2012

Ketua Bidang Perpustakaan Dewan Santri

Pondok Pesantren KH. Zainal Musthafa Sukamanah
ttd

Roby Hidayatullah, S.Pd.I
dikomentari oleh: Roby Hidayatullah, S.Pd.I :: Staf Pengajar :: Tasikmalaya - tanggal: Jumat, 11 Mei 2012 08:59 WIB
Pelayanan JNE Mengecewakan

Berikut pengalaman saya menggunakan Jasa JNE. Saya kirim barang yang dimasukkan ke dalam amplop melalui JNE pacific place 11 April 2012 dengan Nomor AWB 1856175 630004, dan nama penerima Ermis Syafitri, nomor telepon 0857 15133574.

Alamat Penerima lengkap (rt/rw): Burson Marsteller, PT. Wira Pamungkas Pariwara, Menara Jamsostek, gedung Utara 3rd Floor, Jl. Jend Gatot Subroto no. 38 Jakarta 12710.

Saya kirim barang tersebut dari 11 April 2012, dan hingga saat ini belum sampai ke yang bersangkutan. Tetapi menurut JNE sudah diterima oleh penerima bernama INDRA pada 12 Mei 2012, padahal di gedung lantai tersebut TIDAK ADA YANG BERNAMA INDRA.

Saya sudah membuat laporan baik sendiri dan/atau melalui Agen tempat saya kirim di Pacific Place. Komplain dari 16 dan 24 April 2012, katanya dijanjikan akan dihubungi oleh pusat JNE, namun hingga detik ini tidak ada pihak JNE menghubungi saya.

Berkali-kali saya email dan telepon baik itu ke JNE pusat maupun JNE Pacific Place tidak ada solusi dari mereka.

Berikut saya sampaikan juga list email "pelayanan komplain" mereka yang tidak ada gunanya:
dm.cssupport@jne.co.id, "kasih"
customercare@jne.co.id, heri.herbowo@jne.co.id, "'Sari Octaviani'" , yanyan.heryana@jne.co.id

Saya kirim ke Ibu Kasih (lihat email diatas) dan hanya di cc ke Mas Dimas (tertera disitu email saya di forward), namun kenyataannya dari Jend Sudirman JAKARTA ke Gatot Subroto JAKARTA HAMPIR 1 BULAN TIDAK ADA KEJELASAN...sungguh sangat mengecewakan pelayanan JNE ini dan agennya di Pacific Place Jakarta.
dikomentari oleh: aziz yanuar p :: Swasta :: DKI Jakarta - tanggal: Rabu, 09 Mei 2012 15:59 WIB
Kekerasan dan Ketidakamanan Belanja di Carrefour Harapan Indah Bekasi

Saya adalah supervisor dari perusahaan “S” yg menjadi salah satu supplier pihak Carrefour. Saya menempatkan consultant saya untuk membantu penjualan saya di Carrefour Harapan Indah, Bekasi.

Singkat cerita baru satu minggu bekerja motor yang dipergunakan operasional consultan saya (wanita initial M) hilang di parkiran pada saat ingin pulang ke rumahnya. Pada saat itu consultant saya memang salah dengan menaruh karcis di jok motornya pada saat kejadian, dikarenakan hujan pada 29 April.

Dan M meminta tolong kepada pihak security mencarikan solusi namun pihak Carrefour cuci tangan dan tidak mau menolong sama sekali, sekalipun sudah menunjukkan STNK dan kunci motor serta beberapa saksi bahwa motor yang dikendarainya memang hilang.

Karena tidak menemui titik temu maka M melapor ke pihak kepolisian dan membuat berita acara kehilangan. Berdasarkan laporan dari M bahwa pihak leasing membutuhkan surat kehilangan dari Carrefour untuk proses asuransinya, namun pihak Carrefour tetap berkeras menyangkal kejadian itu.

Karena merasa bertanggungjawab atas alokasi consultant saya, maka pada 4 Mei saya mendatangi Carrefour tersebut dan meminta tolong secara baik-baik kepada pihak toko. Pihak toko membantu mempertemukan dengan pihak Security pada pukul 16.20 WIB dan saya menunggu, sementara consultant saya ditemukan kepada “SENO” selaku TL LV/Security disana.

Selang waktu berganti tepat pukul 19.00 WIB M belum juga keluar dari ruangan tertutup security. Saya khawatir terjadi intimidasi di dalam untuk menyangkal kejadian itu. Maka saya mengetuk pintu ruangan tersebut namun SENO dan team malah menyambut dengan kasar, dan saya mengajak baik-baik agar jika pihak Carrefour tidak bisa menyelesaikan, saya katakan lebih baik M pulang atau melanjutkan laporan ke pihak berwajib.

Singkat kata terjadi debat yang disaksikan banyak orang dan SENO memanggil enam orang untuk mengeroyok saya dan siap memukul sambil mengatakan umpatan-umpatan yang kasar.

Yang menjadi pertanyaan saya apakah begini cara memperlakukan korban kehilangan? Ataukah ada indikasi kerjasama atas kehilangan ini dengan pihak security mengingat ini kejadian kesekian kalinya disana yang berusaha ditutup-tutupi? Saya selaku customer karena rumah saya tidak jauh dari sana mengaku kecewa dan merasa tidak aman berbelanja di CARREFOUR HARAPAN INDAH – BEKASI.

Saya harapkan Mr.Patrice selaku regional berkenan menolong saya melakukan tindakan tegas atas tindakan SENO dan tim security-nya ini yang nota bene saya dengar intruksi dari Bp. Johny selaku divisi Security disana untuk menyangkal kejadian tersebut. Saya harapkan ada permintaan maaf dari pihak Carrefour atas tindakan memalukan yang dilakukan di depan public ini terhadap saya. Terima kasih
dikomentari oleh: Ferdy :: Supervisor :: Bekasi - tanggal: Selasa, 08 Mei 2012 00:59 WIB
KPR BNI Griya, kredit lunas Sertifikat hak milik tidak dipegang BNI

Mei 2008 saya mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) di BNI cabang Prabumulih, Sumatera Selatan. Alhamdulilah disetujui bank, dan tanpa memikirkan apa-apa saya percaya nama besar BNI.

Singkat cerita saya bermaksud melunasi kredit sebelum waktunya

pada tanggal 30 April 2012 saya menghubungi via telepon pihak BNI (dengan bapak Alvian, staff BNI cabang prabumulih), dan mereka mengatakan tinggal datang ke bank, saat dilunasi saya bisa langsung membawa pulang sertifikat dan IMB.

Tepatnya 3 Mei 2012 saya datang ke BNI cabang Prabumulih dari Jakarta, saya langsung ke bagian KPR, saya katakan ingin melunasi KPR sebelum waktunya.

sungguh kaget bukan main, jantung saya hampir saja berhenti berdetak, sudah jauh-jauh datang dari jakarta, ketika sampai di BNI cabang Prabumulih, ternyata Sertifikat, IMB, dll belum dipegang pihak BNI.

Padahal saya sudah KPR jalan 4 tahun, selama 4 tahun ini apakah yang dikerjakan BNI?

ketika saya minta pertanggungjawabannya, BNI malah menganjurkan jika ingin cepat silahkan urus sendiri, dan harus mengeluarkan biaya ekstra yang tidak sedikit (sekitar 40 juta) dan BNI tidak bisa memberikan jaminan kalau BNI yang mengurus, kapan bisa selesai.

Sebagai bank besar dan badan usaha milik negara dimanakah tanggungjawab bank BNI?

untuk yang lainnya, hati-hati dalam memilih KPR, bank besar bukan jaminan...
dikomentari oleh: Narendra Bayu Putra :: Pegawai Swasta :: Jakarta - tanggal: Senin, 07 Mei 2012 10:27 WIB
Pelayanan Telkomsel Memprihatinkan

Saya adalah Pelanggan kartuHALO Corporate Telkomsel. Kekecewaan Saya terhadap Telkomsel kali ini berawal dari keanehan ketika membaca tagihan kartuHALO Saya untuk pemakaian Desember 2011 membengkak sampai menembus angka Rp2.140.469, padahal tagihan-tagihan sebelumnya hanya di kisaran angka Rp500 ribuan, itu pun sudah termasuk tagihan Promo Telkomsel Cicilan 2 Tahun BlackBeryy Onyx-1 (Bold 9700).

Saya pun mulai menduga-duga apa penyebab membengkaknya tagihan tersebut? Apakah karena pemakaian data internet GPRS? Ternyata bukan karena jumlah biaya pemakaian GPRS yang tercantum pada rincian tagihan hanya Rp26.590, dan ini pun aneh karena fitur GPRS di iPhone Saya: OFF. sehingga seharusnya tagihan GPRS Saya adalah Rp0.

Perlu diketahui bahwa sejak awal Desember 2011 Saya beralih menggunakan iPhone karena perangkat BlackBerry Telkomsel Saya mengalami kerusakan sehingga kartuHALO Saya pindahkan ke iPhone. Dugaan Saya yang paling logis adalah Telkomsel mengakumulasikan cicilan BlackBerry Saya yang tersisa 6 bulan (Januari s.d Juni 2012). Jika dugaan Saya ini benar, berarti Promo Cicilan BlackBerry Telkomsel PALSU karena seharusnya Telkomsel komitmen dengan tagihan cicilan per bulan.

Berbekal hati yang dongkol karena lagi-lagi harus menjadi korban ketidakprofesionalan perusahaan sebesar Telkomsel, pada 25 Desember 2011 Saya mendatangai Grapari Telkomsel 24 Jam di Wisma Alia Kb. Sirih Jakarta untuk menyelesaikan masalah tagihan gemuk ini. Namun berkaca pada penyelesaian kasus-kasus yang sebelumnya, dugaan Saya benar bahwa Telkomsel lagi-lagi tidak bisa menyelesaikan masalah pada saat itu juga, sedangkan di sisi lain tagihan gemuk Saya semakin gemuk.

Pada 2 Februari 2012 Saya kembali lagi ke Grapari yang sama untuk tujuan yang sama pula. Namun kali ini lebih parah karena Telkomsel mengatakan baru bisa menyelesaikan masalah tagihan gemuk Saya maksimal 3 BULAN LAGI!!! Sekarang kartuHALO Saya malah diblokir oleh Telkomsel.

Memprihatinkan memang menjadi Pelanggan Telkomsel yang selalu dituntut pembayaran tepat waktu dan ancaman blokir dan/atau denda jika telat membayar, namun di sisi lain janji service excellent Telkomsel kepada Pelanggan hanya tong kosong, mulai dari permasalahan jaringan, tagihan, penyelesaian keluhan Pelanggan, dan lain-lain. Tidak ada sama sekali kompensasi dari Telkomsel untuk Pelanggan yang dirugikan, sementara Pemerintah pun seolah diam saja.
dikomentari oleh: Johankhan :: Swasta :: Bekasi - tanggal: Kamis, 03 Mei 2012 12:59 WIB
Pelayanan BII Kurang Memuaskan

Pada Selasa 1 Mei 2012, adik saya menarik uang di ATM BII cabang Dewi Sartika, Bogor sebesar Rp1.500.000, tetapi uang tersebut tidak keluar. Akhirnya Adik saya complaint ke CS dan diterima oeh Ibu Rahma selaku manajer operasional. Karena Saya sedang berada di Semarang, maka saya disuruh ke lokasi BII setempat untuk mengisi form pengaduan nasabah di BII Pemuda Semarang, yang diterima oleh Ibu Widi Novianti

1. Ibu Rahma bilang uang akan cair dalam lima hari, tetapi Ibu Widi bilang 10 hari. mana yang benar? kenapa saya mau mengambil uang saya harus menunggu selama itu? padahal kesalahan terletak di ATM BII cabang Dewi Sartika yang tidak keluar uangnya. Apakah Bank sebesar BII tidak memiliki dana senilai Rp 1.500.000 sehingga saya harus menunggu selama itu?

2. Kenapa di Form Pengaduan Nasabah BII, saya complaint, dimasukkan dalam kategori low complaint? setahu saya, low complaint itu dapat diselesaikan dalam waktu 1 hingga 2 jam, bukan berhari-hari. Perlu diketahui bersama, bahwa hingga berita ini saya ketik, belum ada kepastian uang saya kapan cairnya.

3. Untuk mengurus masalah ini, telpon dari Semarang - Bogor selalu kami yang lakukan. Apakah Bank sebesar Bank BII tidak mempunyai dana taktis untuk memberikan pelayanan terbaik kepada costumernya, sehingga telpon saja kami yang harus lakukan? dimana letak kepedulian BII terhadap para costumer kecil seperti kami?

Terimakasih Media Indonesia atas dimuatnya berita ini.
dikomentari oleh: Meng Cung :: Kartawan Swasta :: Bogor - tanggal: Rabu, 02 Mei 2012 14:13 WIB
Advertisement
Advertisement
MORE NEWS»
Rabu, 23 Mei 2012 10:39 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:36 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:30 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:24 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:21 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:14 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:12 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:10 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 10:03 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 09:54 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 09:45 WIB
Rabu, 23 Mei 2012 09:36 WIB


   Index Berita