<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jendela buku</title>
	<atom:link href="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku</link>
	<description>Kabar pustaka, penulis dan pembaca</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Apr 2012 13:03:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Komik The Raid</title>
		<link>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/komik-the-raid/</link>
		<comments>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/komik-the-raid/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 13:03:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Baru]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[the raid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/?p=1603</guid>
		<description><![CDATA[The Raid Penulis: John G Reihhart, R Amdani Penerbit: Mizan DI sebuah pagi buta, sekelompok pasukan khusus polisi menyerbu sebuah blok apartemen di Jakarta. Misi mereka: menangkap pemiliknya, seorang raja bandar narkotik, pembunuh,...
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/09/17/kisah-pelajar-dalam-komik/' rel='bookmark' title='Kisah Pelajar dalam Komik'>Kisah Pelajar dalam Komik</a></li>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/02/08/pameran-komik-simon-hureau/' rel='bookmark' title='Pameran Komik Simon Hureau'>Pameran Komik Simon Hureau</a></li>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/10/15/sindiran-cerdas-ala-komik-humor/' rel='bookmark' title='Sindiran Cerdas ala Komik Humor'>Sindiran Cerdas ala Komik Humor</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/raid.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-1604" title="raid" src="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/raid-290x247.jpg" alt="" width="290" height="247" /></a><strong>The Raid</strong></p>
<p><strong>Penulis: John G Reihhart, R Amdani</strong></p>
<p><strong>Penerbit: Mizan</strong></p>
<p align="left"><span>DI sebuah pagi buta, sekelompok pasukan khusus polisi menyerbu sebuah blok apartemen di Jakarta. Misi mereka: menangkap pemiliknya, seorang raja bandar narkotik, pembunuh, dan perampok bernama TAMA. Misi penyergapan yang awalnya berjalan lancar ini mendadak berubah menjadi bencana.</span></p>
<p><span>Mengetahui kedatangan mereka, TAMA menutup semua jalan keluar dan mengerahkan semua penghuni untuk menghabisi para polisi. Terjebak dan terkepung, pasukan itu harus berjuang melewati setiap lantai untuk menyelesaikan misi dan bertahan hidup.</span></p>
<p><span>&#8220;The Raid menjadi satu karya mandiri yang meniupkan napas baru dalam dunia komik yang tengah tumbuh kembali. Tama, Rama, tokoh-tokoh, dan segala taktik penyerangan yang meledak dalam flim, kemudian menjadi gambar-gambar yang muncul bak lemparan granat.</span><span>&#8220;</span></p>
<p><span>- Leila S. Chudori, pemerhati film dan komik</span></p>
<p>Related posts:</p><ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/09/17/kisah-pelajar-dalam-komik/' rel='bookmark' title='Kisah Pelajar dalam Komik'>Kisah Pelajar dalam Komik</a></li>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/02/08/pameran-komik-simon-hureau/' rel='bookmark' title='Pameran Komik Simon Hureau'>Pameran Komik Simon Hureau</a></li>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/10/15/sindiran-cerdas-ala-komik-humor/' rel='bookmark' title='Sindiran Cerdas ala Komik Humor'>Sindiran Cerdas ala Komik Humor</a></li>
</ol>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/komik-the-raid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>How to Win Friends and Influence People in the Digital Age (HC)</title>
		<link>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/how-to-win-friends-and-influence-people-in-the-digital-age-hc/</link>
		<comments>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/how-to-win-friends-and-influence-people-in-the-digital-age-hc/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 12:55:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/?p=1597</guid>
		<description><![CDATA[How to Win Friends and Influence People in the Digital Age Oleh Dale Carnegie &#38; Associates Penerbit:  Gramedia Pustaka Utama MERAYAKAN ulang tahun ke-75 buku laris How to Win Friends &#38; Influence People,...
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/the-digital-photography-book/' rel='bookmark' title='The Digital Photography Book'>The Digital Photography Book</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/GRAMED.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1599" title="GRAMED" src="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/GRAMED.jpg" alt="" width="135" height="80" /></a><strong>How to Win Friends and Influence People in the Digital Age</strong></p>
<p><strong><em>Oleh <a title="Dale Carnegie &amp; Associates" href="http://www.gramediapustakautama.com/penulis-detail/38070/Dale-Carnegie-&amp;-Associates">Dale Carnegie &amp; Associates</a></em></strong></p>
<p><strong>Penerbit:  Gramedia Pustaka Utama</strong></p>
<p>MERAYAKAN ulang tahun ke-75 buku laris <em>How to Win Friends &amp; Influence People</em>, hadir adaptasi karya Carnegie yang tak lekang waktu dan disesuaikan dengan era digital</p>
<p>Karya klasik yang dianggap sebagai buku motivasi paling sukses sepanjang masa dan sudah terjual sebanyak 30 juta eksemplar di seluruh dunia ini telah membawa jutaan pembaca mendaki anak tangga kesuksesan dalam bisnis serta kehidupan pribadi. Sekarang, buku pertama dan terbaik dalam bidangnya ini diperbarui untuk membantu Anda menaklukkan kerumitan masa modern serta akan mengajari Anda cara:</p>
<p>- Berkomunikasi menggunakan diplomasi dan taktik<br />
- Menemukan nuansa dan nilai dalam media <em>online</em><br />
- Membuat orang menyukai Anda<br />
- Membangun dan memanfaatkan jejaring solid<br />
- Menjadi pembicara yang lebih persuasif<br />
- Menyampaikan pesan Anda dengan lebih luas dan jelas<br />
- Menjadi pemimpin yang lebih efektif<br />
- Menguasai era internet<br />
- Meningkatkan kemampuan menyelesaikan pekerjaan<br />
- Memaksimalkan kekuatan sarana digital</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Related posts:</p><ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/the-digital-photography-book/' rel='bookmark' title='The Digital Photography Book'>The Digital Photography Book</a></li>
</ol>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/how-to-win-friends-and-influence-people-in-the-digital-age-hc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan 350 Tahun Dijajah</title>
		<link>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/bukan-350-tahun-dijajah/</link>
		<comments>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/bukan-350-tahun-dijajah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 12:40:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Baru]]></category>
		<category><![CDATA[Bukan 350 Tahun Dijajah]]></category>
		<category><![CDATA[GJ Resink]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas bambu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/?p=1593</guid>
		<description><![CDATA[Bukan 350 Tahun Dijajah Penulis: GJ Resink Penerbit: Komunitas Bambu Siapa bilang Indonesia dijajah 350 tahun? Bohong. Mitos belaka. Melalui buku ini GJ Resink sebagai sejarawan sekaligus penyair dan ahli hukum memaparkan bukti-bukti...
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/07/18/tahun-tahun-yang-hilang/' rel='bookmark' title='Tahun-Tahun yang Hilang'>Tahun-Tahun yang Hilang</a></li>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/11/12/politik-yang-ideal/' rel='bookmark' title='Politik yang Ideal'>Politik yang Ideal</a></li>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/07/25/permesta-bukan-gerakan-pemberontakan/' rel='bookmark' title='Permesta bukan Gerakan Pemberontakan'>Permesta bukan Gerakan Pemberontakan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/Buku-350-DJ_FIX-kecil.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1595" title="Buku 350 DJ_FIX kecil" src="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/Buku-350-DJ_FIX-kecil.jpg" alt="" width="103" height="160" /></a><strong>Bukan 350 Tahun Dijajah</strong></p>
<p><strong>Penulis: GJ Resink</strong></p>
<p><strong>Penerbit: Komunitas Bambu</strong></p>
<p>Siapa bilang Indonesia dijajah 350 tahun? Bohong. Mitos belaka. Melalui buku ini GJ Resink sebagai sejarawan sekaligus penyair dan ahli hukum memaparkan bukti-bukti betapa semua itu kontruksi politik kolonial. Kebohongan 350 tahun dijajah dipopulerkan politisi Belanda, tetapi menjadi sangat dipercaya sebagai kebenaran sejarah ketika Sukarno kerap menggunakannya dalam pidato-pidato politik. Lantas para sejarawan dan celakanya pemerintah yang melalui kurikulum pelajaran di sekolah-sekolah akhirnya menjadikan mitos 350 tahun dijajah diterima dan tertanam sebagai kebenaran absolut di masyarakat.</p>
<p>Dalam buku ini Resink memberikan bukti-bukti kuat yang menggambarkan betapa banyak kerajaan-kerajaan dan negeri-negeri di Indonesia yang belum takluk dan di bawah cengkeraman tangan besi hukum kolonial Negara Hindia Belanda sampai abad ke-20. Resink siap dengan segudang sumber, terutama detail fakta hukum yang membuat argumennya bukan saja fokus dan kukuh tetapi juga punya vitalitas dalam memperlihatkan wilayah-wilayah Indonesia yang berdaulat selama kekuatan kolonial bercokol. Hitungan Resink, paling Hindia Belanda sebagai negara hanya ada selama 40 tahun, tetapi usahanya untuk menyatukan seluruh wilayah dan membentuk Negara Hindia Belanda – kemudian menjadi Republik Indonesia – benar-benar selama 350 tahun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Related posts:</p><ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/07/18/tahun-tahun-yang-hilang/' rel='bookmark' title='Tahun-Tahun yang Hilang'>Tahun-Tahun yang Hilang</a></li>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/11/12/politik-yang-ideal/' rel='bookmark' title='Politik yang Ideal'>Politik yang Ideal</a></li>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/07/25/permesta-bukan-gerakan-pemberontakan/' rel='bookmark' title='Permesta bukan Gerakan Pemberontakan'>Permesta bukan Gerakan Pemberontakan</a></li>
</ol>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/bukan-350-tahun-dijajah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Edward Said: Dunia, Teks, dan (Sang) Kritukus</title>
		<link>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/edward-said-dunia-teks-dan-sang-kritukus/</link>
		<comments>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/edward-said-dunia-teks-dan-sang-kritukus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 12:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Baru]]></category>
		<category><![CDATA[dam (Sang) Kritukus]]></category>
		<category><![CDATA[Edward Said]]></category>
		<category><![CDATA[Edward Said: Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[jalasutra]]></category>
		<category><![CDATA[Teks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/?p=1589</guid>
		<description><![CDATA[Judul :Edward Said: Dunia, Teks, dam (Sang) Kritukus Oleh : Edward Said Penerbit: Jalasutra DALAM buku-buku sebelumya, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Edward Said membahas orientalisme dengan tajam dan kritis, kini...
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/09/05/dunia-gay-dan-penilaian-moral-agama/' rel='bookmark' title='Dunia Gay dan Penilaian Moral Agama'>Dunia Gay dan Penilaian Moral Agama</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/BUKUEdward-Saidm.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1590" title="BUKUEdward Saidm" src="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/BUKUEdward-Saidm.jpg" alt="" width="94" height="141" /></a>Judul :Edward Said: Dunia, Teks, dam (Sang) Kritukus</strong></p>
<p><strong>Oleh</strong> <strong>: Edward Said</strong></p>
<p><strong>Penerbit: Jalasutra</strong></p>
<p>DALAM buku-buku sebelumya, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Edward Said membahas orientalisme dengan tajam dan kritis, kini tanpa meninggalkan sikapnya itu, dan orientalisme, Said bahkan mengulasnya dengan relatif luas. Dengan pengecualian dua esai, semua esai dalam buku ini ditulis mendekati masa kelengkapan buku-buku: Orientalisme (1978), The Questions of Palestine (1979), dan Covering Islam (1981), serta puncak ketajaman Said ditemukan dalam buku ini.</p>
<p>Said tidak saja masih kosisten mengkritisi hubungan Timur dan Barat, dalam buku ini ia memberi intensi pada metode yang mempersoalkan masalah keperluan praktis dan teoretis sebagai titik tolak seatu tugas intelektual kreatif; suatu tugas kesarjanaan yang dibutuhkan dunia sekuler. Tugas ini memungkinkan juga bagi Said untuk tertap konsisten pada setting kesejarahan sosial, politik, dan budaya dalam hubungan Timur dan Barat. Dalam hubungan ini, Said juga mengulas masalah-masalah yang berhubungan antara kesarjanaan dan politik, antara situasi yang khusus, penafsiran dan produksi teks, tekstualitas dan realitas sosial. Hubungan buku ini dengan ketiga buku sebelumnya menjadi cukup jelas; suatu hal yang jelas bahwa buku ini menggambarkan posisi kritis Said yang sangat jelas, terutama dalam mengkritisi juga teori-teori kritis Derrida, Foucault, Swift, Raymond, Bahkan kritik kiri Amerika, menyangkut bidang fiologi, kritik sastra, sejarah intelektual, Sosial, budaya, dan politik</p>
<p>Related posts:</p><ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2011/09/05/dunia-gay-dan-penilaian-moral-agama/' rel='bookmark' title='Dunia Gay dan Penilaian Moral Agama'>Dunia Gay dan Penilaian Moral Agama</a></li>
</ol>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/edward-said-dunia-teks-dan-sang-kritukus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Digital Photography Book</title>
		<link>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/the-digital-photography-book/</link>
		<comments>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/the-digital-photography-book/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 12:28:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku Baru]]></category>
		<category><![CDATA[BUKU FOTOGRAFI]]></category>
		<category><![CDATA[DIGITAL]]></category>
		<category><![CDATA[SCOTT KELBY]]></category>
		<category><![CDATA[Serambi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/?p=1584</guid>
		<description><![CDATA[The Digital Photography Book (Panduan Lengkap dan Sistematis Agar Foto Anda Sekelas Karya Fotografer Profesional) Penulis: Scott Kelby Penerbit: Serambi SCOTT Kelby menjelaskan premis brilian buku ini: “Saat kita hunting foto, Anda bertanya...
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/buku_Digital-Photography.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1586" title="buku_Digital-Photography" src="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/buku_Digital-Photography.jpg" alt="" width="109" height="170" /></a><strong>The Digital Photography Book</strong> (<strong>Panduan Lengkap dan Sistematis Agar Foto Anda Sekelas Karya Fotografer Profesional)</strong></p>
<p><strong>Penulis: Scott Kelby</strong></p>
<p><strong>Penerbit: Serambi</strong></p>
<p>SCOTT Kelby menjelaskan premis brilian buku ini: “Saat kita hunting foto, Anda bertanya kepada saya, &#8220;Hei Scott, aku ingin bunga itu terlihat in focus, sementara latar belakangnya buram. Bagaimana caranya?&#8221; Saya tidak akan memberi Anda kuliah panjang lebar tentang fotografi. Saya hanya akan mengatakan, ‘Pasang lensa zoom, atur diafragma pada bukaan f/2.8, fokus pada bunganya, lalu ambil gambarnya.’ Beginilah cara kerja buku ini: Anda dan saya hunting foto bersama-sama dan saya menjawab segala pertanyaan, memberi saran, dan membagi rahasia yang saya pelajari kepada Anda—tanpa penjelasan teknis dan petuah-petuah ala teknisi foto.”</p>
<p>Ini bukanlah buku teori—yang dipenuhi jargon-jargon membingungkan dan konsep-konsep mendetail. Ini adalah buku tentang tombol mana yang harus ditekan, seting mana yang harus digunakan, dan kapan menggunakannya. Dengan hampir 200 trik fotografi yang paling banyak diikuti, buku ini membuat Anda dapat mengambil foto yang jauh lebih baik, lebih tajam, lebih berwarna, dengan kualitas seorang fotografer profesional.</p>
<p>Setiap halaman memuat satu konsep yang dapat membuat foto Anda lebih baik. Setiap kali Anda membalik halamannya, Anda akan mempelajari trik, tool, dan setingan baru, persis seperti yang digunakan fotografer profesional, untuk mentransformasikan ambilan gambar Anda dari sekadar jeprat-jepret kilat menjadi karya seni yang layak dipajang di galeri.</p>
<p><strong>CATATAN TENTANG PENULIS</strong></p>
<p><strong>Scott Kelby</strong> adalah penulis buku komputer nomor satu terlaris di dunia (setiap tahun sejak 2004), Editor dan Penerbit majalah Photoshop User, dan Presiden National Association of Photoshop Professionals (NAPP). Mengajar dalam pelatihan fotografi dan pencitraan digital di seluruh dunia, Scott adalah penulis pemenang penghargaan yang telah mengarang lebih dari 50 buku, termasuk The Photoshop Book for Digital Photographer, The iPod Book, dan Scott Kelby’s 7-Point System for Adobe Photoshop CS3.</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/the-digital-photography-book/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Kejadian Satu Harapan Bersama</title>
		<link>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/dua-kejadian-satu-harapan-bersama/</link>
		<comments>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/dua-kejadian-satu-harapan-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 11:45:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[Roman Umum]]></category>
		<category><![CDATA[ilana tan]]></category>
		<category><![CDATA[misterius]]></category>
		<category><![CDATA[sunshine become you]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/?p=1579</guid>
		<description><![CDATA[Cinta tidak membutuhkan alasan apapun karena dia datang begitu saja tanpa ada bisa yang menghalangi. Ada empat novel Ilana Tan yang sudah terbit, yaitu Summer In Seoul, Autumn In Paris, Winter In Tokyo...
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/03/17/satu-masa-untuk-satu-karya-2/' rel='bookmark' title='Satu Masa untuk Satu Karya'>Satu Masa untuk Satu Karya</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/ilanasunshine.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1581" title="ilanasunshine" src="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/ilanasunshine-270x290.jpg" alt="" width="162" height="175" /></a>Cinta tidak membutuhkan alasan apapun karena dia datang begitu saja tanpa ada bisa yang menghalangi. Ada empat novel Ilana Tan yang sudah terbit, yaitu <em>Summer In Seoul, Autumn In Paris, Winter In Tokyo </em>dan <em>Spring In London</em>. Keempat novel itu banyak diburu orang lantaran dianggap bernuansa unik.  Ilana Tan, sang pengarang, dianggap misterius. Para penggemar karyanya sibuk saling tanya siapa dia</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>Judul buku: Sunshine Becomes You</strong></p>
<p><strong>Penulis: Ilana Tan</strong></p>
<p><strong>Penerbit : Gramedia Pustaka Utama</strong></p>
<p>ADA empat novel Ilana Tan yang sudah terbit, yaitu <em>Summer In Seoul, Autumn In Paris, Winter In Tokyo </em>dan <em>Spring In London</em>. Keempat novel itu banyak diburu orang lantaran dianggap bernuansa unik. Empat musim dan empat negara berbeda. Tentu saja kisah cinta yang berbeda. Keempatnya bukan novel bersambung. Namun tokoh yang ditampilkan oleh penulisnya, di satu musim dengan musim lain masih saling berkaitan.</p>
<p>Ilana Tan, sang pengarang, dianggap misterius. Para penggemar karyanya sibuk saling tanya siapa dia. Setelah keempat novelnya mencuri perhatian, Ilana hadir dengan novel berikutnya yang tidak kalah seru. Kali ini dia tidak membawa-bawa musim dalam novelnya. <em>Sunshine Becomes You</em></p>
<p>menambah daftar koleksi novel romantis yang sayang kalau dilewatkan. Ceritanya memang sederhana, tapi cara penuturan Ilana patut diacungi jempol. Dia berhasil mengaduk-aduk emosi pembacanya, terutama di bagian akhir cerita, sulit membendung air mata saat membacanya.</p>
<p>Cerita bermula dari kecelakaan tak disengaja antara Alex Hirano dan Mia Clark. Saat itu, Mia terjatuh dari tangga dan menimpa Alex. Mia hanya memar-memar dan Alex terluka dengan tangan kiri terkilir dan harus diperban selama dua bulan. Kedengarannya bukan masalah besar, tapi sayangnya Alex Hirano adalah seorang pianis kondang. Apa artinya pianis dengan tangan diperban? Seketika Alex membatalkan seluruh rangkaian konser dunianya hingga akhir tahun.</p>
<p>Mia yang merasa sangat bersalah mencoba meminta maaf, namun dia hanya dapat tatapan dingin Alex. Ray Hirano, adik Alex yang menyukai Mia, berusaha meyakinkan gadis itu bahwa segalanya akan baik-baik saja. Kenyatannya tidak. Mau menyeduh kopi saja Alex harus menghancurkan dapurnya. Membuka pintu apartemennya pun ia tak bisa. Mia datang dan menawarkan diri menjadi pengganti tangan kiri Alex. Rasa bersalahnya mengalahkan ketakutan Mia terhadap Alex. Hingga Alex bersedia menerima Mia di apartemennya sebagai pembantu.</p>
<p><strong>Malaikat Kegelapan</strong></p>
<p>Sejak tertimpa Mia saat jatuh dari tangga, Alex diam-diam memberikan julukan “Malaikat Kegelapan” pada Mia. Ah, tapi wajar saja Alex bersikap seperti itu. Bukankah Mia yang menyebabkan tangannya hampir patah dan dia kehilangan sederet jadwal konser impiannya?</p>
<p>Ray yang sudah memberitahu Alex soal perasaannya terhadap Mia, berusaha mengingatkan Alex untuk bersikap ramah pada Mia. Ray sering mengunjungi apartemen kakaknya dan memastikan Mia baik-baik saja. Sepanjang pagi Mia ada di sana, membuat kopi-sarapan wajib bagi Alex dan membersihkan rumah. Kopi buatan Mia segera diakui Alex sebagai satu-satunya kopi terenak. Tentu saja Alex tak akan mengatakannya pada &#8216;Malaikat Kegelapan&#8217;-nya itu. Makan siang juga disiapkan dan Mia mengantar Alex kemana saja pria itu pergi.</p>
<p>Suatu hari saat akan menaiki mobil Mia, Alex melihat jaket kuning Juilliard. Siapa sangka Malaikat Kegelapan nya berasal dari lulusan yang sama dengannya? Alex yang merindukan kampusnya siang itu minta diantar ke sana. Mereka berpencar. Alex menemui gurunya dan Mia ke teater tempat beberapa anak tari sedang berlatih. Alex tertegun saat melihat Mia menari. Ya, Mia ternyata salah satu penari kontemporer terbaik dunia. Tariannya menyihir siapa saja yang menonton, tak terkecuali Alex.</p>
<p>Lagi-lagi Alex merasa ada yang janggal mengingat Mia tak pernah menari lagi dan ia hanya mengajar di tempat menari yang tak terkenal. Pasti ada sesuatu yang disembunyikan Mia. Mia yang awalnya merasa ingin lari kalau berada di sekitar Alex, sudah mulai terbiasa dengan perintah, gerutuan dan senyum sekilas Alex yang bahkan membuatnya berdebar? <strong></strong></p>
<p><strong>Sakit</strong></p>
<p>Di sebuah pesta, Mia bertemu teman-teman lamanya. Juga Aaron, rekan duetnya dan kekasih hatinya. Seusai pesta Mia menghilang dan ditemukan Alex dalam keadaan kesakitan di taman. Sepertinya Mia menyembunyikan perihal sakitnya, mungkin sakit jantung seperti kata Karl, manajer Alex yang menemukan obat Mia tertinggal di apartemen milik Alex.</p>
<p>Benar saja, selain Mia, tak ada yang tahu soal penyakit itu. Ray pun tak tahu. Jadi Alex berjanji akan merahasiakannya. Keadaan Mia bertambah parah setiap hari, meskipun dia tak mengerti mengapa dia merasa sehat dan membaik kalau Alex berada di dektanya, menatapnya, mengkhawatirkannya, atau menggodanya. Alex adalah alasan Mia ingin bertahan hidup.</p>
<p>Suatu hari Mia diminta menjadi penari utama oleh kelompok yang pernah ditinggalkannya setahun lalu. Mia bimbang, tak ada yang tahu kondisinya. Tapi Mia ingin menari. Sekali saja. Setidaknya sampai ia sembuh dan mendapat donor jantung. Apa yang akhirnya Mia lakukan? Bagaimana dengan perasaan Alex dan Mia yang nyata-nyata saling jatuh cinta? Apa pula tanggapan Mia atas perasaan Ray, adik Alex? Sementara Mia tak ingin berhubungan dengan siapa saja mengingat kondisi jantungnya. Ilana Tan akan mengajak Anda jujur dengan perasaan dan seperti yang disampaikan Alex, “Kau tidak membutuhkan alasan untuk mencintai seseorang. Karena cinta terjadi begitu saja.” (Iis Zatnika/M-1)</p>
<p>Related posts:</p><ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/03/17/satu-masa-untuk-satu-karya-2/' rel='bookmark' title='Satu Masa untuk Satu Karya'>Satu Masa untuk Satu Karya</a></li>
</ol>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/30/dua-kejadian-satu-harapan-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OPMI di Pusat Kebudayaan Jepang</title>
		<link>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/24/ikuti-opmi-di-pusat-kebudayaan-jepang/</link>
		<comments>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/24/ikuti-opmi-di-pusat-kebudayaan-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Apr 2012 13:18:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[OPMI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/?p=1567</guid>
		<description><![CDATA[YUUUK ikut OPMI 5 Mei 2012…! Di acara ini, kita bisa ketemu komunitas pecinta buku, bertukar cerita, saling berbagi pengetahuan. Tanggal 5 Mei ini, OPMI bekerjasama dengan Mahda Books dan Pusat Kebudayaan Jepang,...
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/03/07/minamoto-no-yoritomo/' rel='bookmark' title='Minamoto No Yoritomo'>Minamoto No Yoritomo</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/YOSHIKAWA1.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1569" title="YOSHIKAWA" src="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/YOSHIKAWA1-290x225.jpg" alt="" width="149" height="135" /></a>YUUUK ikut <strong>OPMI</strong> 5 Mei 2012…! Di acara ini, kita bisa ketemu komunitas pecinta buku, bertukar cerita, saling berbagi pengetahuan. Tanggal 5 Mei ini, OPMI bekerjasama dengan <strong>Mahda Books</strong> dan <strong>Pusat Kebudayaan Jepang</strong>, akan membahas buku Shin Suikoden karya Eiji Yoshikawa.</p>
<p>Karena tempat terbatas, silakan melakukan pendaftaran (nama dan nomor telepon), kirim ke alamat email <a href="mailto:miweekend@mediaindonesia.com">miweekend@mediaindonesia.com</a> dan atau <a href="mailto:jendelabuku@mediaindonesia.com">jendelabuku@mediaindonesia.com</a>. Sepuluh  sampai 15 pendaftar pertama akan mendapat kiriman buku dan dijadikan tim inti pembahasan buku tersebut.</p>
<p><strong>Buku yang dibahas : Shin Suikoden/Eijo Yoshikawa</strong></p>
<p>Nama asli Eiji Yoshikawa adalah Hidetsugu Yoshikawa. Lahir tahun 1892  dari keluarga samurai miskin. Mushashi dan Taiko merupakan dua dari sekian banyak novel sejarah (selain Shin Suikoden) yang sudah berkali-kali diterbitkan ulang ke berbagai bahasa.</p>
<p>Diskusi tentang Eiji Yoshikawa dan buku seri kedua Shin Suikoden yang diterbitkan oleh <strong>Mahda Books</strong>, akan dilakukan di:</p>
<p><strong>Tempat                    : Pusat Kebudayaan Jepang (Gedung Summit Mas 1 Lantai 2-3, </strong></p>
<p><strong>                                          Jalan Jend. Sudirman Kav 61-62, Jakarta.</strong></p>
<p><strong>Waktu                      : 5 Mei pukul 14.00- 16.00 WIB</strong></p>
<p><strong> </strong>Yuuuk, jangan lewatkan <em>event</em> ini!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Related posts:</p><ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/03/07/minamoto-no-yoritomo/' rel='bookmark' title='Minamoto No Yoritomo'>Minamoto No Yoritomo</a></li>
</ol>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/24/ikuti-opmi-di-pusat-kebudayaan-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/13/1550/</link>
		<comments>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/13/1550/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 07:47:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi/Memoar/Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>
		<category><![CDATA[ayu utami]]></category>
		<category><![CDATA[cerita cinta enrico]]></category>
		<category><![CDATA[kpg]]></category>
		<category><![CDATA[Memoar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/?p=1550</guid>
		<description><![CDATA[Tentu ada alasan kuat buat Ayu Utami tatkala menulis memoar hidup Erik. Bisa jadi karena lelaki itu kekasihnya dan sekarang menjadi suaminya, hingga dia bisa lebih lancar menggali dan menyelami. Judul: Cerita Cinta...
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/03/10/cerita-cinta-enrico/' rel='bookmark' title='Cerita Cinta Enrico'>Cerita Cinta Enrico</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><a href="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/ceritaenrico.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1551" title="ceritaenrico" src="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/ceritaenrico-290x180.jpg" alt="" width="174" height="108" /></a>Tentu ada alasan kuat buat Ayu Utami tatkala menulis memoar
hidup Erik. Bisa jadi karena lelaki itu kekasihnya dan sekarang
menjadi suaminya, hingga dia bisa lebih lancar menggali dan menyelami.

<strong>Judul: Cerita Cinta Enrico</strong>
<strong>Penulis: Ayu Utami</strong>
<strong>Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia</strong>

KISAH hidup siapa pun sesungguhnya adalah cerita yang menarik. Karena setiap kita
adalah bagian dari sejarah, punya keterkaitan dengan kondisi
politik, sosial hingga situasi ekonomi di masa lalu hingga sekarang.
Tak masalah dia adalah seorang yang antipati pada politik, pengusaha yang cuma
konsentrasi pada bisnis atau ibu dari suku terasing yang setiap tahun sibuk hamil
dan melahirkan. Maka, sesungguhnya bukan kisah hidup Erik Prasetya yang disebut
dengan nama Enrico di buku Ayu Utami terbaru yang bisa memikat buat dikupas. Kita
pun punya potensi sebagai sosok yang bagus untuk dituliskan memoarnya.
Tapi, tentu ada alasan kuat buat perempuan 43 tahun ini tatkala menulis
memoar hidup Erik. Bisa jadi karena lelaki itu kekasihnya dan kini jadi
suaminya sehingga memungkinkan penggalian cerita itu lancar.
Namun, tentu karena dalam hidup Erik ada banyak drama politik, humor-humor di masa
kanak-kanak dan dewasa yang bisa membuat pembaca geli, juga pergelutan batin Erik
yang terbilang tak biasa buat penduduk di negeri ini.
&lt;b&gt;Jurnalisme sastrawi&lt;p&gt;
Soal menyajikan kisah hidup seseorang sebagai sumber cerita tentu bukan
hal yang baru. Sebagian buku diakui terinpirasi kisah nyata. Namun, jika
fakta-fakta itu dinukil secara dalam, peristiwa-peristiwa politik yang
melatarbelakanginya dikupas tuntas sehingga pembaca mahfum bagaimana hidup si tokoh
terpengaruh kondisi makro di sekelilingnya, maka teknik bercerita itu juga ada dalam
jurnalisme sastrawi.
Andreas Harsono, seorang penulis sempat menuliskan kisah hidupnya sendiri dalam
karangan yang berjudul &lt;i&gt;Hoakiao dari Jember.&lt;p&gt; Wartawan yang kini memimpin
&lt;i&gt;Aceh Feature News&lt;p&gt; Linda Christanty dengan sangat memikat menuliskan kisah
hidup seorang tuna wisma pemulung dalam &lt;i&gt;Hikayat Kebo.&lt;p&gt;
Keduanya, karena berlatar belakang seorang jurnalis, menuliskannya dalam
gaya jurnalisme sastrawi. Bercerita dengan kalimat-kalimat berisi fakta
namun tetap kental dengan unsur sastra.
Fakta-fakta dipegang dengan erat, juga dilakukan wawancara dengan
pihak-pihak terkait. Unsur sastra terlihat dalam pemilihan kata, gaya
berturut yang membuat penikmat sastra terpuaskan.
&lt;i&gt;Cerita Cinta Enrico&lt;p&gt; bisa jadi anak kandung dari jurnalisme sastrawi, faktanya
tetap ada, dengan gaya sastra yang lebih kental. Muatannya juga lebih longgar, ada
banyak kisah lucu dan Ayu Utami pun, seperti biasa, melakukan kritik pada situasi
sosial dan politik dalam potongan adegan seks.
Di akhir halaman, Ayu pun mengakui bahwa ada upaya merekayasa fakta untuk membuat
kisahnya punya cantolan dengan peristiwa besar di sekitarnya.
Anak-anak muda yang bosan dengan teks-teks sejarah yang membosankan, akan mendapat
gambaran tentang peristiwa yang terjadi di negeri ini beberapa dekade lalu.
Cerita berawal ketika Erik alias Enrico yang saat ini berusia 54 tahun,
lahir ketika umur Indonesia menginjak 13 tahun. Kisah tentang para
pemberontak, menurut istilah di buku-buku sejarah, salah satunya yang
terkait erat dengan keluarga Enrico, yaitu Pemerintahan Revolusioner
Republik Indonesia (PRRI) dikisahkan dengan sangat manusiawi.
Ada figur tentara yang sebenarnya tak cukup berani untuk membunuh seekor ayam dan
ibu yang cerdas dan cantik namun kemudian terluka amat sangat dengan kematian
putrinya. Tentu saja ada kisah Enrico yang tumbuh tak berbeda dengan anak-anak
kolong di asrama tentara dan kemudian mengambil jalan berbeda dengan orang-orang
dewasa seusianya.
Sejarah negeri ini kemudian tercuplik dengan cerdas lewat perjalanan hidup Enrico
yang sebenarnya tak terlibat langsung. Ia sekilas menjadi pelaku, pergumulannya
dengan situasi makro di sekitarnya kemudian tercermin dalam pilihan-pilihan
hidupnya, termasuk pilihannya untuk tidak punya kekasih apalagi menikah, keputusan
yang telah dikoreksinya.
&lt;b&gt;Ayam kampung&lt;p&gt;
Buku yang terbilang lebih ringan dibanding karangan Ayu Utami lainnya,
terutama &lt;i&gt;Bilangan Fu&lt;p&gt;, setidaknya bagi saya, bisa dihabiskan dengan renyah dan
menyenangkan kurang dari enam jam. Sang penulis mengakui bukunya itu berbeda dengan
sebelumnya karena berakhir dengan bahagia.
Namun suka cita itu terasa ketika Ayu sukses mengangkat cerita tentang ayam kampung
dan ayam negeri yang disebutnya leghorn. Novel ini dengan piawai bercerita tentang
ayam kampung yang punya karakter, lebih
cerdas dan sigap. Kebalikannya, ayam leghorn yang kerjanya cuma makan dan tidur
sebelum menunggu dipotong di usia beberapa puluh hari, adalah
gambaran orang yang rela dibodohi. Masyarakat yang diam saja saat ditindas,
orang-orang yang tak berani mengambil resiko dan mereka yang pasif tak mau melakukan
perubahan.
Buku ini penuh warna, menyenangkan untuk dibaca, menggugah rasa, memperkaya wawasan
sejarah bahkan buat yang sekarang ingin membuat
perubahan buat diri juga lingkungannya, bisa berkaca dari kiprah si ayam
kampung!(IIs Zatnika/M-1)</pre>
<p>Related posts:</p><ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/03/10/cerita-cinta-enrico/' rel='bookmark' title='Cerita Cinta Enrico'>Cerita Cinta Enrico</a></li>
</ol>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/13/1550/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang Indonesia Rata-Rata Visual</title>
		<link>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/13/orang-indonesia-rata-rata-visual/</link>
		<comments>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/13/orang-indonesia-rata-rata-visual/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 07:29:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kabar]]></category>
		<category><![CDATA[amerika serikat]]></category>
		<category><![CDATA[andrea hirata]]></category>
		<category><![CDATA[edensor]]></category>
		<category><![CDATA[fsg]]></category>
		<category><![CDATA[laskar pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[maryamah karpov]]></category>
		<category><![CDATA[sang pemimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/?p=1546</guid>
		<description><![CDATA[ANDREA Hirata, 29, telah menghasilkan beberapa novel yang selalu ditunggu penggemarnya. Diantaranya Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Cinta di Dalam Gelas dan Padang Bulan. Baru-baru ini Laskar Pelangi diterbitkan oleh FSG, salah satu...
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/03/26/enigma-wajah-orang-lain/' rel='bookmark' title='Enigma Wajah Orang Lain'>Enigma Wajah Orang Lain</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<pre><a href="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/LASKAR-PELANGI.jpg"><img class="alignleft  wp-image-1548" title="LASKAR PELANGI" src="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/LASKAR-PELANGI-290x290.jpg" alt="" width="174" height="174" /></a>ANDREA Hirata, 29, telah menghasilkan beberapa novel yang selalu ditunggu
penggemarnya. Diantaranya <em>Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, Cinta di Dalam</em>
<em>Gelas dan Padang Bulan.</em>
Baru-baru ini <em>Laskar Pelang</em>i diterbitkan oleh FSG, salah satu penerbit
bergengsi di Amerika Serikat. Sebuah prestasi tersendiri, karya Andrea Hirata
tersebut ternyata juga diminati dan akan diterbitkan oleh beberapa penerbit dari
mancanegara.
Tidak banyak, karya penulis asal Indonesia memiliki ketertarikan oleh penerbit
asing. Tentu banyak alasan, selain harus lebih ekspose karya tersebut juga harus
memiliki nilai sastra yang tinggi sebagai barometer layak tidaknya untuk diterbitkan
oleh penerbit yang sudah punya nama.  
Sastra tak sekadar karya kalau diterbitkan dan dipasarkan oleh penerbit di luar
negeri. Ia sekaligus bisa membawa imej bangsa dan menjadi duta budaya yang tentunya
menambah khazanah perkembangan kesusastraan nasional.
 
<strong>Menurut Anda hal apa yang paling dibutuhkan seorang penulis?</strong>
Dalam menulis itu perlu &lt;i&gt;self management&lt;p&gt;, karena banyak orang yang harus merasa
&lt;i&gt;moody&lt;p&gt; jika hendak menulis. Kalau kita menulis novel padukanlah isinya antara
50% seni, 50% lainnya pengetahuan.

Kalau semuanya seni atau pengetahuan saja?
Pasti jika sedang tidak <em>mood</em> tak akan menulis. Secara tidak sadar ini
berpengaruh juga kepada kedisiplinan kita menulis. Kita perlu <em>mood management</em>
yang terarah.

Apa tips Anda untuk membuat tulisan jadi menarik dibaca?
Mudah saja. Orang Indonesia rata-rata visual. Jadi tulisan yang disukai adalah yang
bisa membuat kebutuhan visual mereka terpenuhi. Ketika mereka membaca karya saya,
mereka terorientasi pada ruang, bisa melihat ke sekitar mereka, merasakan dengan
nyata.

Mengapa Anda berkesimpulan seperti itu?
Karena orang Indonesia terbiasa menonton. Budaya membaca kita kurang dibanding
negara lain. Kebiasaan menonton ini sebenarnya membuat kita menginginkan tulisan
yang kaya deskripsi.

Apakah novel Anda yang diterjemahkan di berbagai negara berbeda dalam hal ini?
Ya, misalnya edisi yang baru diterbitkan di Amerika. Deskripsi lebih kurang. Jumlah
bab lebih banyak tapi secara keseluruhan bukunya lebih tipis. Ini disesuaikan
penerjemah tanpa mengubah gaya penulisan saya.

Lalu, sejauh mana film <em>Laskar Pelangi</em> turut membantu?
Jelas sangat membantu. Orang dari negara lain yang melihatnya dan tertarik akan
mencari tahu. Begitu mereka dapat informasi film <em>Laskar Pelangi</em> berasal dari
novel, baru mereka mencari-cari, novel
siapa nih? 

Bagaimana Anda bisa menemukan penerbit FSG?
Di luar negeri penulis berhubungan dengan agen, tidak dengan penerbit langsung.
Merekalah yang akan menilai layak tidaknya tulisan kita. Jadi saya tidak bertemu
penerbit FSG sebelum novel dinilai layak.

Lalu bagaimana mencari agen yang tepat?
Agen memang ada banyak sekali, tapi harus pandai memilihnya. Sejujurnya susah
mencari agen yang tepat. Ini lagi-lagi berbicara tentang relasi. Seberapa banyak
kita kenal dengan penulis dan agen.

Saran Anda untuk penulis yang ingin menerbitkan karyanya di luar negeri?
Banyaklah ikut festival untuk memperkenalkan karya kita. Kenal banyak orang dan bisa
mempertemukan kita dengan agen. Kalau sedang berkumpul dengan penulis dari berbagai
negara, yang mereka tanyakan adalah siapa yang menerbitkan buku Anda? Salah-salah
kita minder jadinya. Harus punya mental dan tekad yang kuat.(*/M-1)</pre>
<p>Related posts:</p><ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/03/26/enigma-wajah-orang-lain/' rel='bookmark' title='Enigma Wajah Orang Lain'>Enigma Wajah Orang Lain</a></li>
</ol>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/13/orang-indonesia-rata-rata-visual/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya</title>
		<link>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/07/si-cacing-dan-kotoran-kesayangannya/</link>
		<comments>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/07/si-cacing-dan-kotoran-kesayangannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 15:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Editor 1</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama/Spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[How to/Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/?p=1541</guid>
		<description><![CDATA[MAKNA kebijaksanaan adalah mampu menerima pasang surut kehidupan, seperti kanguru Australia, selalu meloncat-loncat dengan bahagia dalam melewati kesulitan hidup. Ini kira-kira pesan utama yang ingin disampaikan dalam buku terakhir dari Trilogi kisah Si...
Related posts:<ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/07/ajahn-brahmavamso/' rel='bookmark' title='Ajahn Brahmavamso'>Ajahn Brahmavamso</a></li>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/07/ajahn-brahm-masalah-adalah-pupuk-kehidupan/' rel='bookmark' title='Ajahn Brahm: Masalah adalah Pupuk Kehidupan'>Ajahn Brahm: Masalah adalah Pupuk Kehidupan</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/CACINGCACINGCACING.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1543" title="CACINGCACINGCACING" src="http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/wp-content/uploads/2012/04/CACINGCACINGCACING.jpg" alt="" width="300" height="180" /></a></p>
<p>MAKNA kebijaksanaan adalah mampu menerima pasang surut kehidupan,<br />
seperti kanguru Australia, selalu meloncat-loncat dengan bahagia dalam<br />
melewati kesulitan hidup. Ini kira-kira pesan utama yang ingin disampaikan dalam buku terakhir dari Trilogi kisah <em>Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya</em>.</p>
<p><strong>Judul buku: Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya</strong></p>
<p><strong>Penerbit :Awareness Publication</strong></p>
<p><strong>Penulis Ajahn Brahm</strong></p>
<p>&nbsp;<br />
DIA  adalah Ajahn Brahm yang sudah terkenal di seluruh pelosok dunia, terutama di Indonesia, dari buku serinya, <em>Si Cacing dan Kotoran</em><em> Kesayangannya.</em><br />
Banyak yang berpikir buku itu ditujukan untuk anak-anak karena judulnya dan didukung oleh gambar kartun yang lucu. Buku ini memang berisi kumpulan cerita ringan seputar kehidupan.</p>
<p>Tentu saja, orang dewasa yang lebih bisa mencerna. Ajahn menulis  setiap cerita itu rata-rata tak lebih dari empat halaman. Dia seperti mengajak pembaca merenung. Pembaca buku ini akan mendapat pelajaran tanpa merasa sedang diajari.</p>
<p>Di situ Ajahn sengaja menuliskannya dengan gaya bertutur yang membuat kita<br />
tersenyum, merenung, terharu bahkan tertawa terbahak. Ceritanya sebagian besar dikemas lucu, menyentuh, menggelitik, namun sangat menginspirasi dan menyadarkan.</p>
<p>Menjadi bijak, bahagia dan sadar adalah tujuan tulisan-tulisan Ajahn. Di berbagai bukunya ada tulisan tentang cinta, memaafkan, kedamaian, harmonisasi dan kebijaksanaan. Begitu pula dalam tiga bukunya yang lain, <em>Horeee, Guru Si Cacing Datang, Superpower Mindfulness dan Hidup Senang Mati Tenang.</em></p>
<p>Dalam kunjungannya ke Indonesia beberapa hari lalu, Ajahn meluncurkan beberapa buku. Pertama buku ke tiga <em>Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya</em>, masih berisi 108 cerita-cerita pembuka pintu hati.</p>
<p>Kedua buku komik <em>Si Cacing dan Komplotan Kesayangannya</em>, terdiri dari empat cerita fabel dan ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Semua ceritanyanya diambil dari buku <em>Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya</em>.</p>
<p>Di setiap akhir cerita, Ajahn mengulas apa yang bisa dipelajari dari ceritanya. Serunya lagi, empat cerita ini telah dibuat versi dvd berdurasi 26 menit dan bisa Anda temukan sepaket dengan bukunya.</p>
<p>Ketiga, Ajahn juga menerbitkan komik khusus berjudul <em>Kangarooguru, Happily Ever</em><em>After in Down Unde</em>r. Tak  hanya sebatas komik, <em>Kangarooguru</em> menyajikan catatan fakta informatif di hampir setiap lembarnya. Contohnya di awal cerita ada tokoh kanguru, Ajahn menambahkan catatan bahwa kanguru ada empat jenis dan sekilas info tentangnya.</p>
<p>Melalui semua buku dan ceramahnya, Ajahn ingin berbagi inti ajaran Budha, bagaimana cara kita merespons segala hal yang terjadi dalam kehidupan. Lalu dari mana Ajahn mendapat berbagai motivasi yang dibagikan pada siapa saja?</p>
<p>“Yang paling memotivasi saya adalah kehidupan itu sendiri dan orang-orang di sekitar saya. Ayah juga sangat memotivasi saya. Sewaktu saya berusia 30 tahun, dia berkata, apapun yang terjadi dengan kamu, walaupun kamu seorang kriminal, seorang agamawan, ataupun orang biasa, Ayah akan mencintai kamu apapun yang terjadi. Itu sangat berarti dan berharga sekali bagi saya,” kata pria<br />
kelahiran 7 Agustus 1951 ini.</p>
<p>Ucapan sang ayah ini menjadi inspirasi Ajahn sampai sekarang. Dalam kesempatannya berbagi, ia sering mengingatkan untuk mencintai seseorang apa adanya, bagaimana pun kehidupannya.</p>
<p><strong>Bersuara dalam Harmoni</strong><br />
Setelah empat kali mengunjungi Indonesia, dalam <em>talk show</em> kali  ini, Ajahn mengangkat tema <em>All is Wel</em>l, yang berpesan  untuk membuat hati kita lapang, sehingga manusia bisa menyikapi semua yang telah terjadi dengan &#8216;berterima kasih&#8217; dan semua yang akan terjadi dengan &#8216;baiklah.&#8217;</p>
<p>Pendapatnya tentang orang Indonesia, Ajahn langsung menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang baik dan ramah.”</p>
<p>Ajahn sepertinya terkesan dengan negeri ini. Dengan beraneka ragam agama, suku dan budaya, dia mengibaratkannya dengan musik. “Banyaknya perbedaan ibarat beberapa pemusik dengan keahlian berbeda. Yang satu drummer, satu lagi pianis, lainnya violis. Jika mereka semua digabung akan menghasilkan suara musik yang indah, dan kita sebut orkestra,” kata  Ajahn.</p>
<p>Belakangan ini masyarakat kita tidak aneh dengan perang. Entah karena beda suku, agama, beda kampung, sampai beda sekolah pun turut memicu keributan.</p>
<p>Ajahn menekankan penyelesaian masalah sebaiknya dilakukan pemimpinnya. “Kalau perang antaragama, para pemimpin  agamalah yang harus menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.</p>
<p>Walau bagaimana pun lebih baik mencegah keributan yang merusak keharmonisan. “Kita harus belajar memaafkan siapa saja. Kelapangan hati ini akan menimbulkan kasih sayang di hati. Jika Anda percaya pada Allah, Allah akan menyelesaikan masalah Anda.</p>
<p>Alangkah indahnya  jika dunia ini penuh dengan kedamaian,” kata Ajahn dengan wajah serius.  Semua itu kuncinya  adalah saling memaafkan, seperti  ajaran yang ia tuangkan dalam buku-bukunya.(*/M-2)</p>
<p>Related posts:</p><ol>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/07/ajahn-brahmavamso/' rel='bookmark' title='Ajahn Brahmavamso'>Ajahn Brahmavamso</a></li>
<li><a href='http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/07/ajahn-brahm-masalah-adalah-pupuk-kehidupan/' rel='bookmark' title='Ajahn Brahm: Masalah adalah Pupuk Kehidupan'>Ajahn Brahm: Masalah adalah Pupuk Kehidupan</a></li>
</ol>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.mediaindonesia.com/jendelabuku/2012/04/07/si-cacing-dan-kotoran-kesayangannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

