Suara percakapan yang terlampau keras terbukti bisa menghambat perkembangan bayi. Terutama pada bayi prematur atau yang sedang sakit.
Menurut Dr William Engle, ahli neonatologis dari Riley Hospital, Indianapolis, AS, suara yang keras membuat jantung bayi berdenyut terlalu cepat atau sebaliknya, sangat lambat.
Hal itu membuat bayi tidak bisa beristirahat atau tidur nyenyak.
Padahal, semua proses perkembangan bayi, baik otak maupun fisik, terjadi justru pada saat bayi istirahat atau tidur.
Fakta itu terungkap dalam penelitiannya di unit perawatan khusus di rumah sakit tersebut.
"Bayi tumbuh di antara kondisi tersebut, selain makan tentunya," ujar Engle.
Karena itu, dia menganjurkan agar orang tua menyediakan tempat yang tenang bagi bayi mereka. Tempat yang tenang, menurutnya, bisa mendorong otak bayi memproses suara yang masuk serta mengenal suara ibu mereka.
|
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
|
|
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
|
|
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
|
|
05 Mei 2012 15:35 WIB
|
|
05 Mei 2012 13:00 WIB
|
|
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
|
|
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
|
|
28 April 2012 13:10 WIB
|
|
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
|
|
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
|
|
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
|
|
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
|