google.com
Pre-eclampsia, yang merupakan komplikasi kehamilan yang relatif umum, atau masalah dengan plasenta dapat mengurangi kadar oksigen yang diterima janin. Hal itu memperlambat pertumbuhan dan kerusakan kardiovaskuler, metabolisme, dan sistem endokrin bayi.
Tim dari Universitas Cambridge meneliti kehamilan dengan oksigen yang dibatasi. Mereka mengamati tingkah laku pada hewan yang hamil. Mereka juga mengamati perubahan bagaimana janin tumbuh ketika oksigen dibatasi dan perubahan krusial dalam sistem kunci perkembangan tubuh.
Para ahli berspekulasi bahwa hal itu dapat menyebabkan bayi yang akan lahir 'akrab' dengan risiko penyakit dan masalah kardiovaskuler.
Telah diketahui, bahwa perubahan nutrisi maternal dapat memengaruhi perkembangan janin dan memengaruhi kepekaan terhadap penyakit.
"Tetapi sebuah penelitian berhasil menginvestigasi bagaimana oksigen dengan level rendah di dalam rahim dapat memengaruhi perkembangan bayi," kata ketua peneliti Dr Dino Giussani.
Giussani menambahkan, penelitian mereka menunjukkan bagaimana perubahan sejumlah oksigen yang tersedia dalam rahim memiliki pengaruh mendalam terhadap perkembangan janin. Itulah yang menyebabkan awal penyakit jantung.
Para peneliti mengatakan penelitian mereka terhadap binatang menunjukkan kemungkinan adanya jalan keluar. Kerusakan yang disebabkan kurangnya oksigen dapat diperbaiki dengan mendorong nutrien yang bermanfaat seperti Vitamin C dan E, selenium, dan lycopene dalam makanan ibu.
Dr Giussani mengemukakan harapannya akan nutrien yang mungkin dapat menghentikan perkembangan penyakit jantung sejak sangat dini. Ia juga mengharapkan masuknya obat pencegah kembali ke dalam rahim.
Dua penelitian yang dilakukan baru-baru ini telah menunjukkan hubungan antara pre-eclampsia dan risiko maternal dalam perkembangan penyakit kardiovaskuler. Tetapi, masih belum jelas apakah kondisi itu sendiri adalah faktor risiko atau apakah mereka yang mengembangkan kondisi selama hamil lebih mudah terkena masalah.
David Williams, seorang konsultan kandungan di Institute for Women's Health, London, mengatakan bayi yang lahir dari perempuan dengan
pre-eclampsia selama kehamilan dirawat lebih kecil jika dibandingkan dengan rata-rata. Ia juga mengatakan ada hubungan yang jelas antara berat bayi yang lahir, tanpa memandang penyebab, dan risiko penambahan penyakit kardiovaskuler di masa depan.
Akan tetapi, ia memperingatkan perlawanan menggunakan suplemen antioksidan sebagai cara untuk mencegah pembatasan pertumbuhan janin atau pre-eclampsia. "Mungkin sejumlah kecil tekanan oksidan perlu untuk sebuah kehamilan yang sehat," jelasnya.
|
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
|
|
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
|
|
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
|
|
05 Mei 2012 15:35 WIB
|
|
05 Mei 2012 13:00 WIB
|
|
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
|
|
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
|
|
28 April 2012 13:10 WIB
|
|
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
|
|
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
|
|
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
|
|
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
|