"Penelitian kami menemukan mereka yang mengalami depresi umumnya juga mengalami gangguan penciuman. Hal ini menyebabkan mereka boros terhadap parfum," kata pemimpin penelitian tersebut Yehuda Shoenfeld dari Universitas Tel Aviv, beberapa waktu lalu.
Hasil penelitian tersebut juga diakui oleh Direktur Eksekutif Klinik Karen Horney yang menangani masalah depresi, Henry Paul. Namun, dia mengungkapkan alasan lain bagi para penderita depresi untuk menyemprotkan parfum secara berlebihan.
"Mereka yang mengalami depresi sangat mungkin memakai parfum secara berlebihan, baik sadar maupun tidak, karena mereka ingin merasa lebih baik. Mereka ingin tampil lebih baik dan lebih harum karena secara kejiwaan merasa kurang baik," ujar Paul.
|
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
|
|
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
|
|
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
|
|
05 Mei 2012 15:35 WIB
|
|
05 Mei 2012 13:00 WIB
|
|
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
|
|
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
|
|
28 April 2012 13:10 WIB
|
|
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
|
|
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
|
|
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
|
|
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
|