Jumat, 23 Januari 2009 15:00 WIB
Diet Rendah Garam Turunkan Risiko Stroke
Penulis : Ikarowina Tarigan

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Diet Rendah Garam Turunkan Risiko Stroke

www.coastalwellbeing.com.au/images

Mengurangi garam dalam diet Anda tidak hanya membantu menurunkan tekanan darah tetapi juga menurunkan risiko serangan jantung atau stroke.

Sebuah  studi terbaru menunjukkan, mengkonsumsi diet dengan sodium rendah membantu pembuluh darah bekerja dengan benar. Studi ini mengukur dampak pembatasan garam terhadap endothelium, jaringan sel tipis yang melapisi permukaan dalam pembuluh darah serta berfungsi membantu regulasi aliran darah.

Studi menunjukkan, partisipan yang kelebihan berat badan dengan tekanan darah normal serta membatasi jumlah sodium dalam diet mereka menunjukkan adanya perbaikan fungsi endothelium dibandingkan dengan partisipan yang tidak membatasi jumlah garam.

Perbaikan fungsi tidak menunjukkan adanya hubungan dengan tekanan darah, ini menunjukkan bahwa pembatasan jumlah konsumsi garam sedara independen melindungi fungsi pembuluh darah.

"Kami menemukan, jika kita mengurangi jumlah garam dalam diet, kami melihat adanya dampak positif langsung terhadap pembuluh darah," ujar peneliti nutrisi serta co-author studi, Jennifer B. Keogh, PhD.

Garam dan pembuluh darah

Secara umum manusia sehat direkomendasikan untuk mengkonsumsi garam tidak lebih dari 2.400 mg sehari, satu sendok teh setara dengan 6 gr garam meja. Tetapi orang pada umumnya mengkonsumsi jumlah yang lebih dari itu, khususnya dengan mengkonsumsi makanan modern yang cepat saji.

"Makanan olahan seringkali dipenuhi dengan garam, bahkan makanan yang tidak berasa asin sama sekali," kata Fletcher."Karena itu, sangat penting untuk membaca label makanan sebelum membelinya."

Studi yang baru dipublikasikan ini melibatkan 29 laki-laki dan perempuan yang kelebihan berat badan. Mereka diberikan secara acak 3 1/2 gr garam sehari (kadar rendah) atau 7 1/2 gr sehari (kadar normal) selama 2 minggu. Kemudian mereka bertukar diet selama 2 minggu. Tidak seorang pun partisipan yang memiliki tekanan darah tinggi saat studi dimulai.

Saat melakukan diet dengan pembatasan jumlah garam, tetapi bukan diet normal, partisipan menunjukkan perbaikan fungsi endothelium ketika dilakukan tes untuk mengukur pembesaran pembuluh darah dan aliran darah.

Diet rendah garam juga menurunkan tekanan darah sistolik (angka atas) tetapi bukan tekanan darah diastolik (agka bawah). Penemuan ini dipublikasikan di edisi terbaru American Journal of Clinical Nutrition.
MORE INFO
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
05 Mei 2012 15:35 WIB
05 Mei 2012 13:00 WIB
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
28 April 2012 13:10 WIB
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
image image image image image