Rabu, 22 April 2009 10:00 WIB
Miom dan Kista Picu Infertilitas
Penulis : Ikarowina Tarigan

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Miom_dan_Kista_Picu_Infertilitas

nmcs.ru

MIOMA uteri dan kista ovarium merupakan 2 dari beberapa masalah ginekologi yang mengganggu proses reproduksi dan seringkali dialami para perempuan. Berdasarkan data dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, 2.39-11.79% kelainan ginekologi di Indonesia adalah mioma uteri. Sedangkan kista hampir mencapai 30%.

Akan tetapi, sampai saat ini, belum ditemukan cara diagnosa standar untuk mempermudah deteksi dini. Karena itu, perempuan diharapkan melakukan pemeriksaan rutin.  Hal ini diungkapkan oleh dr. Ilham Suheimi, SpOG dari RS Margonda dalam seminar bertema Myoma dan Kista di Depok, beberapa waktu lalu.

Mioma uteri merupakan tumor jinak pada organ rahim. Miom ditandai dengan gejala klinis seperti perdarahan abnormal, nyeri, benjol di perut, gangguan buang air besar dan buang air kecil, infertilitas dan abortus. Menurut dr. Nana Agustina, salah seorang pembicara, sekitar 30% dari gejala didominasi oleh perdarahan. Perdarahan ini bisa ditandai dengan menstruasi yang lama, hingga 2 minggu dan volume darah sangat banyak sehingga harus mengganti pembalut lebih dari 6 kali sehari.

Pasien dengan miom, terang Nana, seringkali mengalami gangguan reproduksi."Biasanya pasien yang ada miom terutama di daerah rahim paling sering susah hamil. Miom yang terdapat di dinding menekan saluran telur sehingga tidak bisa terjadi kehamilan. Abortus juga sama dengan infertilitas, tentunya kalau abortus terus-menerus tidak bisa terjadi kehamilan," ujar Nana.

Miom ini, lanjut Nana, muncul tanpa memandang usia dan sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya. Akan tetapi, menurut dia, faktor hormon estrogen juga turut mempengaruhi."Miom jarang dijumpai di usia menopause dan diharapkan miom akan mengecil sendiri karena menurunnya produksi hormon estrogen."

Hal senada juga diungkapkan oleh Irham mengenai kista. Menurut dia, kista juga bisa terjadi di semua rentang usia dan penyebab pastinya juga belum diketahui. Bedanya, terang Irham, kista lebih berisiko jika terjadi di usia anak-anak dan di usia menopause di atas 50 tahun.

Kista merupakan kantong yang berisi cairan, lemak, rambut atau benda-benda lainnya. Kista bisa muncul di semua organ tubuh. Tetapi, pada perempuan lebih sering terjadi di indung telur. Hal ini karena indung telur mempunyai kantong-kantong saat menghasilkan telur setiap bulannya.

Menurut Irham, kista juga bermacam-macam. Ada yang dikenal dengan kista fungsional (bukan dianggap tumor) dan kista neoplastik (yang dianggap tumor). Endometriosis, terang Irhma, merupakan jenis kista neoplastik yang paling sering terjadi (15% dari semua kasus kista) dan menjadi salah satu penyebab ketidaksuburan."10% dari kasus susah hamil diakibatkan endometriosis," ujar Irham.

Endometriosis, lanjut Irham, merupakan sel endometrium (dinding rahim) yag akan luruh saat menstruasi. Endometriosis ini biasanya ditandai dengan dymenorrhea yaitu rasa nyeri yang konstan dan luar biasa pada bagian bawah perut dan dalam vagina selama masa haid. 60% kasus dymenorrrhea  disebabkan oleh endometriosis."Jika remaja putri kita merasa sangat kesakitan saat haid, atau kalau sudah menikah sekian tahun tapi belum hamil juga pelu dicurigai endometriosis," ujarnya.

Akan tetapi, terang Irham, tidak semua kasus bisa dikenali seperti endometriosis. Karena, sebagian besar kista tidak memiliki gejala."Biasanya gejala timbul setelah kista berukuran lebih besar dari 5  cm, dan kalau begini sudah harus diangkat," katanya. Karena itu, tegas Irham, perempuan sebaiknya melakukan pemeriksan rutin, paling tidak sekali dalam setahun saat melakukan tes pap smear untuk mendeteksi kanker  serviks.

"Buat miom atau kista, belum ada kesepakatan cara apa yang paling efektif untuk memeriksanya. Kita belum menemukan cara khusus seperti papsmear untuk kanker serviks. Selama ini yang kita jalani adalah general check –up setiap tahun, jadi sebaiknya check-up teratur, sekalian pap smear periksa miom dan kista juga dengan USG."





MORE INFO
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
05 Mei 2012 15:35 WIB
05 Mei 2012 13:00 WIB
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
28 April 2012 13:10 WIB
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
image image image image image