25 April 2009 10:00 WIB
Hidup Sehat Cegah Penurunan Fungsi Seksual
Penulis : Ikarowina Tarigan

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Hidup_Sehat_Cegah_Penurunan_Fungsi_Seksual_

gaydoctors.com

FUNGSI seksual pada laki-laki akan menurun akibat penurunan produksi hormon testosteron seiring dengan pertambahan usia. Akan tetapi, penurunan fungsi seksual ini bisa dicegah dengan perbaikan gaya hidup. Hal ini diungkapkan oleh Androlog dari Rumah Sakit Pelni, dr. Herry S Lubis, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Laki-laki, terang Herry, akan memasuki masa menopause sama seperti perempuan. Pada laki-laki, masa ini dikenal dengan nama andropause. Andropause ditandai dengan ereksi kurang kuat, libido atau dorongan seksual menurun, merasa lemas atau kurang tenaga, daya tahan dan kekuatan fisik menurun, cepat marah, penurunan kemampuan berolahraga, sering mengantuk dan tertidur setelah makan malam, serta penurunan prestasi kerja.

"Jika Anda mengalami gejala ereksi kurang kuat dan penurunan libido, atau Anda merasakan 3 gejala lain di luar yang 2 ini, berarti Anda sudah mengalami andropause," terang Herry.

Penurunan produksi hormon testosteron, lanjut Herry, secara alamiah akan mulai menurun sebesar 0.8-2% per tahun saat memasuki usia 40 tahun. Akan tetapi, penurunan ini bisa dipercepat oleh faktor gaya hidup seperti obesitas; merokok; alkohol; serta penyakit seperti diabetes; jantung, kelainan hormonal, penyakit kronis, depresi, stres, serta penggunaan obat. Menurut dia, 80% pasien diabetes akan mengalami penurunan produksi testosteron dan 50%-nya akan mengalami disfungsi ereksi.

"Disfungsi ereksi dipengaruhi oleh banyak faktor, depresi misalnya, akan menghambat proses pelepasan testosteron karena perintah pelepasan ini ada di otak, ereksi juga bukan masalah pembesaran otot, tetapi masalah jantung dan aliran darah, jika jantung tidak bagus memompa darah ke daerah kemaluan, maka akan terjadi gangguan ereksi."

Dari semua faktor ini, lanjut Herry, obesitas memegang peranan yang sangat penting dan bisa menjadi pertanda penurunan fungsi seksual. Obesitas akan menambah jumlah estrogen pada laki-laki dengan cara mengubah testosteron menjadi estrogen.

Dengan menghindari faktor risiko, lanjut Herry, penurunan fungsi seksual bisa dicegah."Penurunan fungsi seksual pada laki-laki tidak sampai ke titik nol, dengan penurunan sebesar 1% pertahun sejak usia 40 tahun, laki-laki usia 60 tahun akan mengalami penurunan hormon testosteron sebesar 20% dan penurunan ini belum bermanifestasi apa-apa terhadap penurunan fungsi seksual jika diimbangi dengan pola hidup yang sehat, olahraga serta menghindari stres."

Penurunan fungsi seksual, lanjut Herry, bisa diminimalkan dengan berhenti merokok, diet rendah lemak dan kolesterol, olahraga rutin, menurunkan berat badan bagi yang obesitas, refreshing untuk mengurangi stres, menghindari tidur larut malam, melakukan pemeriksaan rutin diabetes melitus, hipertensi, hiperkolesterolemia, berpikir positif, mengkonsumsi buah, sayuran dan makanan penambah kebugaran seperti madu, terong, daging, kacang, telor, coklat, cabe merah dan ginseng.

Akan tetapi, jika penurunan testosteron sudah berada di bawah standar normal (13 nano mol/liter), pengobatan bisa dilakukan dengan terapi penambahan hormon testosteron. Terapi ini, menurut dia, efektif mengembalikan fungsi seksual hingga 80%.


MORE INFO
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
05 Mei 2012 15:35 WIB
05 Mei 2012 13:00 WIB
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
28 April 2012 13:10 WIB
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
image image image image image