Kamis, 30 April 2009 10:00 WIB
Kurang Tidur Picu Gangguan Perilaku
Penulis : Ikarowina Tarigan

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Kurang_Tidur_Picu_Gangguan_Perilaku

realsimple.com

TIDUR cukup tidak hanya bagus bagi tumbuh kembang anak tapi juga penting untuk pembentukan perilaku yang baik. Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi dari Finlandia. Studi tersebut menemukan, tidur yang baik bisa mengurangi sifat hiperaktif dan perilaku buruk anak-anak. Anak-anak yang kurang tidur tidak akan terlihat kelelahan tetapi akan bersikap buruk.

Dari hasil studi ditemukan, anak-anak yang tidur kurang dari 8 jam, merupakan anak yang paling hiperaktif. Tidur yang cukup, terang peneliti, bisa memperbaiki tingkah laku anak yang sehat dan mengurangi gejala-gejala attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), yaitu kelainan perkembangan tingkah laku.

Dalam studi ini, tim peneliti dari Universitas Helsinki dan Finland's National Institute of Health and Welfare melibatkan 280 anak-anak yang sehat sebagai partisipan. Anak ini berusia 7 atau 8 tahun. Semua anak tidak mempunyai gangguan atensi. Para peneliti mencaritahu, apakah anak sehat yang tidur paling sedikit, lebih banyak menunjukkan gejala-gejala yang berkaitan dengan ADHD.

Orangtua diminta untuk mengisi kuesioner mengenai kebiasaan tidur anak-anak mereka. Selain itu, mereka juga diminta menyertakan durasi tidur anak mereka selama 7 malam.

Anak-anak juga dilengkapi dengan actigraph, alat yang berfungsi untuk mengukur gerakan. Hal ini bertujuan untuk melihat berapa lama sebenarnya mereka beristirahat.

Hasil penelitian menunjukkan, durasi tidur berdasarkan estimasi orangtua lebih lama dibandingkan dengan hasil ukur actigraph. Hal ini, terang peneliti, bisa disebabkan karena orangtua mulai menghitung sejak waktu tidur. Padahal mungkin saja anak masih belum tidur tetapi hanya berbaring di tempat tidur atau membaca.

Orangtua juga dimintai keterangan mengenai tingkah laku anak berdasarkan ukuran-ukuran normal untuk mendiagnosa ADHD.

Hasil penelitian menunjukkan, anak-anak dengan rata-rata tidur kurang dari 7.7 jam, berdasarkan hasil pengukuran actigraph, mempunyai tingkat hiperaktif yang lebih tinggi dan skor perilaku impulsif (cenderung mengikuti kata hati) yang lebih tinggi. Secara umum, mereka juga mempunyai gejala-gejala ADHD yang lebih tinggi.

Menurut Pemimpin Studi Dr Juulia Paavonen, kurangnya durasi tidur dan kesulitan tidur berkaitan dengan gejala-gejala perilaku ADHD."Penemuan ini mengindikasikan pentingnya mempertahankan jadwal tidur yang cukup bagi anak untuk mencegah gejala-gejala perubahan perilaku," ujar dia seperti yang dikutip situs bbc. Kurang tidur, lanjut dia, bisa meningkatkan masalah-masalah perilaku yang dialami anak-anak dengan gangguan atensi.

Menurut Paavonen, kebutuhan tidur setiap individu berbeda-beda. Karena itu, terang dia, setiap anak tidak harus tidur 8 jam atau lebih walaupun studi mengindikasikan kalau tidur kurang dari 8 jam bisa menimbulkan masalah.

"Kebutuhan tidur setiap orang berbeda. Orangtua harus memperhatikan bahwa anak mendapatkan tidur yang cukup. Caranya, dengan melihat apakah mereka mengalami gangguan tidur."

Akan tetapi, tegas dia, tidur ekstra 30 menit saja per malam telah menunjukkan adanya kemajuan pesat dalam hal tes kemampuan objektif kognitif, memperbaiki waktu reaksi, sikap impulsif dan jangkauan atensi.


MORE INFO
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
05 Mei 2012 15:35 WIB
05 Mei 2012 13:00 WIB
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
28 April 2012 13:10 WIB
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
image image image image image