02 Mei 2009 12:00 WIB
Flu Babi Berpotensi Jadi Pandemik
Penulis : Ikarowina Tarigan
newsdesk.se
KASUS flu babi terus meluas di Amerika Serikat dan negara-negara lain. Karena itu, dunia sedang melihat kemungkinan flu babi ini menjadi pandemik. Berdasarkan data dari CDC dan WHO, Flu ini telah menginfeksi paling tidak 109 orang di AS dan sedikitya 257 orang di seluruh dunia.
Sementara itu, berdasarkan keterangan CDC, vaksin flu babi sedang dalam tahap pengembangan dan akan membutuhkan waktu paling tidak 6 bulan untuk memproduksinya dalam jumlah besar."Jika semua berjalan dengan baik, kami akan memproduksi penuh, akan perlu waktu beberapa bulan untuk menyediakan vaksin," terang CDC dalam news release-nya seperti dikutip situs webmd.
Berdasarkan laporan laboratorium dari CDC, 50 kasus telah ditemukan di New York, 14 kasus di Kalifornia, 10 kasus di Karolina Selatan, 2 kasus di Kansas, 2 kasus di Massachusetts, dan masing-masing 1 kasus di Arizona, Indiana, Michigan, Nevada, dan Ohio.
Menurut WHO, penyebaran flu di Amerika Utara berpotensi menjadi pandemik karena flu tersebut bisa menyebar dari manusia ke manusia.
Apa itu pandemik flu dan bagaimana cara menghentikan atau memperlambatnya?
Seringkali bentuk baru virus flu muncul pada binatang, khususnya unggas dan babi. Sebagian besar dari virus-virus pada hewan ini tidak berpindah ke manusia.
Pandemik flu terjadi saat rangkaian virus bermutasi ke dalam bentuk baru yang bisa menyebar dari manusia ke manusia. Dan manusia tidak mempunyai sistem kekebalan alami untuk melawan virus tersebut.
Rangkaian baru ini kemungkinan menyebar melalui udara, misalnya dengan batuk dan bersin, sama seperti flu pada umumnya.
Karena tidak adanya penambahan sistem kekebalan terhadap rangkain tersebut, maka akibatnya akan lebih buruk daripada flu biasa. Selain itu, sangat sulit untuk memprediksi kelompok umur mana yang akan mengalami dampak
terburuk.
Sampai saat ini, para ilmuwan memperkirakan kemungkinan flu burung H5N1 akan bermutasi menjadi rangkaian pandemik. Sejak 2003, lebih dari 100 orang telah terinfeksi rangkain virus mematikan H5N1 dan lebih dari setengahnya meninggal dunia. Sejauh ini, rangkaian virus ini tidak menyebar dengan mudah dari manusia ke manusia.
Pandemik flu biasanya muncul 2 kali dalam 1 abad. Tapi, waktunya tidak bisa diprediksi. Pandemik serius pernah terjadi pada 1918 (Spanish influenza); 1957 (Asian influenza); dan 1968 (Hong Kong influenza). Berdasarkan data dari WHO, pandemik 1918 menewaskan antara 40 juta dan 50 juta orang di seluruh dunia, dan menjadikannya sebagai pandemik paling mematikan dalam sejarah manusia.
Kalau gejala pandemik sudah jelas, WHO akan menaikkan tingkat kewaspadaan ke level 6. Negara-negara di dunia mungkin harus membuat batasan misalnya penutupan batas wilayah dan pembatasan perjalanan untuk menunda pandemik, tetapi mungkin tidak bisa menghentikannya.
Menurut WHO, Penyebaran melalui perjalanan udara (widespread air travel), artinya pandemik mungkin akan bergerak menyebar ke seluruh penjuru planet dalam selang waktu 3 bulan.
Sebagian besar negara kemungkinan tidak mempunyai persediaan anti virus yang cukup untuk menangani seluruh populasi. Vaksinnya juga tidak akan muncul dengan cepat, dan produksi dalam jumlah cukup akan membutuhkan waktu. Negara-negara kaya kemungkinan bisa membiayai dengan lebih baik dibandingkan negara miskin karena mereka bisa membeli obat dalam kuantitas besar sesuai dengan harga yang ditawarkan.
Masalah terbesar selama pandemik adalah menangani jumlah orang yang jatuh sakit. Ahli kesehatan di rumah sakit mungkin terinfeksi, sehingga mengurangi jumlah petugas kesehatan dalam menangani pasien. Karena alasan ini, biasanya setiap negara mengeluarkan kebijakan agar petugas kesehatan yang pertama menerima anti virus.
Angka kematian selama pandemik bergantung pada jumlah yang terinfeksi, kemungkinan masyarakat terinfeksi, seberapa mematikannya virus, dan langkah-langkah yang diambil dalam menghentikan penyebaran. Menurut perkiraan WHO, pandemik akan menewaskan antara 2 juta sampai 7.4 juta orang. Tetapi, perkiraan ini berdasarkan pada model-model studi dan bukanlah angka yang pasti.