Senin, 22 Juni 2009 10:00 WIB
Menstruasi Pertama Tidak Picu Migrain
Penulis : Ikarowina Tarigan

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Menstruasi Pertama Tidak Picu Migrain

winalite-group.kz

SAKIT kepala pada perempuan seringkali dikaitkan dengan menstruasi pertama. Mestruasi pertama ini, sebelumnya diyakini sebagai faktor pemicu semakin seringnya kejadian sakit kepala pada perempuan. Akan tetapi, para peneliti dari University of Gottingen, Jerman, menemukan fakta yang berbeda. Berdasarkan hasil temuan terbaru mereka, sakit kepala khususnya migrain, tidak terlalu berkaitan dengan menstruasi pertama."Dampak pubertas terhadap munculnya sakit kepala pada perempuan sangat kecil," ujar peneliti Dr. Birgit Kroner-Herwig dan Dr. Nuria Vath.

Meskipun anak laki-laki dan anak perempuan mempunyai  kesempatan yang sama menderita sakit kepala sampai usia 12, tetapi perempuan lebih sering mengalami sakit kepala setelah lewat usia ini. Selain itu, terang peneliti, perempuan juga mempunyaikecenderungan lebih besar mengalami sakit kepala berulang. Para ilmuwan sebelumnya telah memperkirakan bahwa masa pubertas menjadi penyebab dibalik pola sakit kepala pada perempuan ini. Tapi, hanya sedikit penelitian yang mengikuti perkembangan anak-anak dan remaja untuk menentukan kebenaran perkiraan ini.

Untuk membuktikan hal tersebut, Kroner-Herwig dan Vath mengikuti perkembangan 2.217 anak laki-laki dan perempuan berusia 9-14 tahun selama 3 tahun. Mereka diminta melengkapi kuesioner. Sekitar 1/3 dari anak perempuan tersebut telah mendapatkan menstruasi pertama sebelum studi dimulai, sedang 1/3 lainnya belum mengalami menstruasi pertama hingga studi berakhir.

Studi yang dipublikasikan di  journal Headache ini menemukan, anak perempuan yang sudah mulai menstruasi 2 tahun atau lebih sebelumnya berisiko 60% lebih besar mengalami sakit kepala, meskipun tidak ada peningkatan risiko pada mereka yang mulai menstruasi satu tahun sebelumnya.

Saat membandingkan efek menstruasi pertama dengan frekuensi sakit kepala pada individu, para peneliti tidak menemukan bukti bahwa pubertas mempengaruhi kecenderungan mengalami sakit kepala atau migrain. Para peneliti juga menemukan, 34% anak laki-laki dan 40% anak perempuan melaporkan mengalami sakit kepala berulang.

"Hasil studi kami menyarankan untuk tidak melebih-lebihkan menstruasi pertama sebagai pemicu sakit kepala," ujar peneliti seperti dikutip situs foxnews. Selain itu, terang mereka, keyakinan kalau sakit kepala jenis migrain meningkat seiring dengan pubertas juga tidak terbukti.

Menurut peneliti, diperlukan lebih banyak studi untuk melihat pengaruh pubertas terhadap sakit kepala."Tantangan psikologis dan stres pada remaja selama masa tersebut juga harus dipertimbangkan sebagai faktor pemicu yang setara," ujar mereka.


MORE INFO
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
05 Mei 2012 15:35 WIB
05 Mei 2012 13:00 WIB
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
28 April 2012 13:10 WIB
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
image image image image image