Selasa, 30 Juni 2009 10:00 WIB
Waspadai Komplikasi Awal Kehamilan
Penulis : Ikarowina Tarigan

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Waspadai Komplikasi Awal Kehamilan

magicmommies.co.za

KEHAMILAN merupakan masa-masa yang menyenangkan karena Anda akan segera menyambut kehadiran sang buah hati. Karena itu, untuk menjaga keselamatan janin Anda, ada baiknya lebih teliti dalam menangani semua gejala sekecil apapun yang Anda rasakan. Sebuah studi dari Erasmus MC University Medical Centre, di Belanda, menyatakan, ibu hamil yang mengalami komplikasi awal harus mendapatkan penangan yang lebih khusus, baik pada kehamilan sekarang maupun kehamilan berikutnya.

Masalah-masalah yang dialami pada 3 bulan pertama kehamilan, menurut peneliti, akan meningkatkan risiko melahirkan prematur serta kesulitan-kesulitan lainnya, baik pada kehamilan sekarang maupun kehamilan berikutnya. Data dari 75 studi menunjukkan, sejarah pernah mengalami keguguran berkaitan dengan melahirkan prematur pada kehamilan yang akan datang.

Dalam analisis yang dieresentasikan di pertemuan tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE) ini, para peneliti melihat beberapa komplikasi yang umum dialami pada 3 bulan pertama kehamilan. Perdarahan pada minggu-minggu pertama kehamilan, misalnya, dinyatakan berkaitan dengan peningkatan risiko pre-eclampsia (hipertensi yang dipicu kehamilan), melahirkan prematur serta meningkatkan risiko hingga 2 kali lipat memiliki bayi dengan berat badan rendah atau sangat rendah. Selain itu, akumulasi darah pada kandungan juga bisa meningkatkan risiko-risiko lebih jauh.

Morning sickness (mual dan muntah) yang ekstrim di awal kehamilan juga berkaitan dengan risiko 3 kali lebih besar menjalani proses melahirkan prematur serta hampir 3 kali lipat meningkatkan risiko memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah. Sementara sejarah pernah mengalami sekali atau lebih keguguran, juga memiliki risiko hampir 2 kali lipat terus-menerus mengalami kehamilan dengan kerusakan membran yang mengelilingi bayi di rahim, sebelum waktunya. Hal ini akan meningkatkan risiko melahirkan prematur. Selain itu, jika kehamilan sebelumnya terpaksa diakhiri dengan alasan apapun, maka kehamilan-kehamilan berikutnya berisiko mendorong melahirkan prematur.

Meskipun studi tidak menyatakan penyebab peningkatan risiko pada kehamilan berikutnya, para ilmuwan menyatakan hal ini berkaitan dengan masalah-masalah kesehatan dan faktor gaya hidup.

Monitoring

Menurut pemimpin studi Dr Robbert van Oppenraaij, komplikasi-komplikasi pada masa yang akan datang berkaitan dengan tingkat keparahan dan pengulangan masalah-masalah yang muncul di awal kehamilan."Kejadian-kejadian dan komplikasi-komplikasi pada awal kehamilan merupakan komplikasi yang paling umum dialami perempuan selama masa kehamilan dan bisa menjadi pemicu stres pada perempuan tersebut," tutur Oppenraaij, seperti dikutip situs bbc.

Karena itu, terang dia, para dokter diharapkan bisa mengenali dan mengartikan gejala-gejala dan memahami tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi juga konsekuensi jangka panjang dari komplikasi-komplikasi pada awal kehamilan ini."Artinya, pasien-pasien ini harus dimonitor secara khusus," tegas Oppenraaij.


MORE INFO
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
05 Mei 2012 15:35 WIB
05 Mei 2012 13:00 WIB
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
28 April 2012 13:10 WIB
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
image image image image image