Rabu, 29 Juli 2009 10:00 WIB
Bercerai, Tingkatkan 20% Potensi Sakit Jantung
Penulis : Ikarowina Tarigan

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Bercerai Tingkatkan 20 Potensi Sakit Jantung

saidaonline.com

KEHILANGAN pasangan, baik akibat meninggal atau perceraian, sama-sama berdampak buruk bagi kesehatan. Hal ini dibenarkan oleh studi ilmiah yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Chicago and Johns Hopkins University, Baltimore . Studi ini menyatakan, perceraian atau kematian pasangan sangat merusak kesehatan jangka panjang perempuan atau laki-laki, bahkan jika mereka menikah lagi.

Studi ini menunjukkan kalau mereka yang bercerai berisiko 20% lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes atau kanker dibandingkan mereka yang menikah. Selain itu, mereka juga berisiko 23% lebih besar mengalami gangguan gerak termasuk masalah naik tangga atau berjalan jarak pendek.

Dampak dari perubahan ini, menurut peneliti, akan tetap membayangi kesehatan fisik hingga beberapa tahun ke depan. Hal ini tetap berlaku meskipun kondisi emosi orang tersebut telah membaik dan menemukan stabilitas dan kebahagiaan dalam hubungan baru.

Selain itu, studi ini juga menemukan kalau menikah kembali tidak bisa memulihkan masalah kesehatan mereka sepenuhnya. Mereka yang menikah kembali masih berisiko 12% lebih besar mengalami kondisi kritis dan berisiko 19% lebih besar mengalami gangguan mobilitas dibandingkan mereka yang menikah dan tidak berpisah.

Gangguan kesehatan ini, menurut peneliti, dipicu oleh beberapa faktor termasuk menurunnya sumber keuangan, stres kronis serta ketidakbahagiaan  karena berbagai hal seperti masalah perawatan anak dan keuangan. Dan kerusakan yang ditimbulkan stres ekstrim ini terhadap jantung dan sistem imun, terang peneliti, tetap bertahan selama beberapa tahun ke depan, bahkan setelah orang tersebut kembali merasa bahagia.

Kontrol studi

Dalam studi ini, para peneliti mempelajari 8.652 partisipan yang berusia 51-61. 3/4 dari partisipan ini baru saja menikah, dengan 55% diantaranya terus menikah dan 20% menikah kembali.

22% partisipan lainnya sudah pernah menikah, dengan 69% dari jumlah ini telah berpisah atau bercerai dan 31% telah menjanda atau menduda. Sedang sisanya (kurang dari 4%) dari total partisipan, belum pernah menikah.

Mereka yang telah bercerai atau menjanda menikah pada usia rata-rata 21 tahun. Mereka telah menikah rata-rata selama 25 tahun dan telah bercerai, berpisah atau menjanda selama 9.5 tahun.

Para peneliti selanjutnya memeriksa kesehatan mereka dengan melihat penyakit kronis yang diderita seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru-paru, kanker atau stroke dan tingkat kemampuan gerak mereka. Gejala-gejala depresi mereka juga diperiksa dan mereka juga diminta menilai kesehatan mereka dengan menggunakan skala benar-benar sehat, sangat bagus, bagus, sedang-sedang atau buruk.

Studi menemukan, mereka yang menikah kembali dan mereka yang pernah menikah mengalami kondisi kesehatan yang secara signifikan jauh lebih buruk dibandingkan mereka yang terus menikah. Hal ini ditemukan dari segala aspek yang diteliti. Sedang mereka yang belum pernah menikah berisiko 12% lebih besar mengalami gangguan mobilitas dan berisiko 13% lebih besar menderita gejala-gejala depresi dibandingkan mereka yang memiliki pasangan.

Faktor penyebab

Menurut profesor Linda Waite, co-authored studi, kehilangan pasangan atau perceraian bisa menimbulkan stres yang bertahan selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun hingga menimbulkan kerusakan pada sistem peredaran darah."Stres mempengaruhi sistem imun Anda dan memicu peradangan. Dan peradangan merupakan salah satu jalur penyebab penyakit kardiovaskular dan jenis kanker tertentu," tutur Waite, seperti dikutip situs dailymail.

Selain itu, terang dia, faktor lain seperti kurangnya perhatian Anda terhadap diri sendiri, tidak makan sehat, tidak berolahraga, gangguan tidur, kehidupan sosial yang teganggu akibat perceraian, juga turut menjadi faktor penyebab buruknya kesehatan.

Bagaimana dengan menikah kembali? Anda, menurut Waite, bergerak dari kondisi dimana Anda telah mengalami kerusakan ke tahapan kembali memperbaiki diri. Akan tetapi, kerusakan itu masih tetap ada.

Tapi, terang dia, perceraian dan menjanda atau kehilangan pasangan akibat meninggal hanyalah faktor risiko penyabab penyakit. Meskpiun Anda bercerai atau kehilangan pasangan akibat meninggal, Anda bisa meminimalkan kerusakan dengan merawat diri. (OL-08)
MORE INFO
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
05 Mei 2012 15:35 WIB
05 Mei 2012 13:00 WIB
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
28 April 2012 13:10 WIB
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
image image image image image