Selasa, 26 Januari 2010 09:00 WIB
Rahasia Perempuan Hidup Lebih Lama
Penulis : Ikarowina Tarigan

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Rahasia Perempuan Hidup Lebih Lama

dailymail.co.uk

ANDA mungkin sudah sering mendengar bahwa perempuan hidup lebih lama dibandingkan pria. Menurut Tom Perls, pendiri New England Centenarian Study di Boston University, perempuan hidup lima hingga sepuluh tahun lebih lama dibandingkan pria. Sekitar 85 persen dari lansia berumur 100 adalah perempuan. Apa penyebabnya? Berikut uraian dari Tom Perls untuk Anda.

Penundaan gangguan jantung. Menurut Perls, perempuan umumnya menderita penyakit jantung, seperti serangan jantung dan stroke pada usia 70-an atau 80-an. Usia ini sekitar 10 tahun lebih lama dibandingkan laki-laki yang umum menderita penyakit ini di usia 50-an dan 60-an.

Para dokter sebelumnya meyakini bahwa hal ini disebabkan oleh perbedaan hormon estrogen. Akan tetapi, studi-studi telah membuktikan bahwa hal ini tidak benar. Memberikan estrogen pada perempuan postmenopause justru bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

Sekarang ini, penundaan penyakit jantung ini dikaitkan dengan kekurangan besi pada perempuan, khususnya perempuan muda yang banyak kehilangan besi akibat menstruasi. Besi berperan besar dalam reaksi-reaksi di dalam sel yang memproduksi radikal bebas, yang bersifat merusak.Radikal bebas ini akan menempel ke membran-membran sel dan DNA serta mempercepat penuaan sel. Kabar baik bagi vegetarian yang ‘puasa’ daging merah sebagai sumber utama besi.

Kromosom. Alasan kedua, terang Perls, adalah  kenyataan bahwa perempuan mempunyai dua kromosom X, sedang pria hanya satu. Beberapa penyakit, terang Perls, berada pada kromosom X. Dari sisi ini, perempuan lebih beruntung karena mempunyai kromosom X pengganti jika salah satu kromosm X mengalami kerusakan."Tapi hal ini masih menjadi teka-teki," terang Perls, seperti dikutip situs time.com.
 
Perubahan hormon. Selain kedua alasan di atas, masih ada beberapa alasan lain yang membuat pria meninggal lebih awal. Di akhir usia remaja dan akhir usia 20-an, pria menjalani proses yang dikenal dengan 'testosterone storm'. Kadar hormon bisa sangat tinggi dan berubah-ubah.

Perubahan kadar hormon ini bisa memicu perilaku berbahaya pada pria, seperti tidak mengenakan sabuk pengaman, minum alkohol terlalu banyak, agresif dalam menggunakan senjata dan sejenisnya. Perilaku ini memicu meningkatnya angka kematian.

Penyebab lain. Penyebab kematian awal lainnya, lanjut Perls, adalah depresi, khususnya pada pria berusia lanjut. Jika mereka berusaha bunuh diri, kemungkinan mereka untuk sukses lebih besar dibandingkan perempuan.

Bisa diubah

Secara umum, perbedaan angka harapan hidup pria dan perempuan disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti perilaku dan paparan dari luar. Kemungkinan pengaruh faktor genetik hanya 30 persen. Karena itu, Anda bisa berupaya untuk memperpanjang angka harapan hidup dengan mengubah perilaku dan kebiasaan buruk.

Pada umumnya, ada tiga perilaku yang cenderung lebih buruk pada pria dibandingkan perempuan. Pria merokok lebih banyak merokok, mengonsumsi makanan yang tinggi kolesterol dan cenderung tidak mengatasi stres sebaik perempuan. Dengan memperbaiki ketiga fator ini, pria juga bisa memperpanjang angka harapan hidup. (IK/OL-08)





MORE INFO
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
05 Mei 2012 15:35 WIB
05 Mei 2012 13:00 WIB
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
28 April 2012 13:10 WIB
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
image image image image image