Jumat, 12 Maret 2010 09:00 WIB
Perbaiki Fungsi Pikiran dengan Diet
Penulis : Ikarowina Tarigan

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Perbaiki_Fungsi_Pikiran_dengan_Diet

prevevention.com

DIET yang baik dan olahraga teratur ternyata tidak hanya bagus untuk kesehatan tubuh tapi juga bisa memperbaiki fungsi pikiran.

"Olahraga dan diet kelihatannya meningkatkan sejumlah fungsi kognitif," terang peneliti Patrick Smith dari Duke University."Diet dan olahraga membantu fungsi eksekutif, pembelajaran dan kecepatan psikomotorik," terang Smith, seperti dikutip situs healthday.com.

Fungsi mental

Untuk menilai efek program tersebut terhadap fungsi mental. Peneliti mendampingi 124 laki-laki dan perempuan penderita hipertensi. Rata-rata partisipan berusia 52 dan minimal kelebihan berat badan sebanyak 7,5 kilogram.  Mereka diminta mengerjakan tes dengan kertas dan pensil, seperti mencoret angka tertentu di halaman yang dipenuhi angka secepat mungkin.

Setelah empat bulan peneliti menemukan, kelompok yang makan dengan baik dan berolahraga teratur rata-rata mengalami peningkatan fungsi mental sebanyak 30 persen.

Aktivitas fisik, terang Smith, kelihatannya tidak mempunyai efek langsung terhadap sel-sel otak."Olahraga menyebabkan perubahan neurokimia. Ada peningkatan produksi brain-derived neurotrophic factor, yang menstimulasi hubungan dengan sel-sel otak lainnya. Tapi, ada juga bukti bahwa olahraga membantu pertumbuhan sel-sel otak baru."

Detail studi

Sepertiga partisipan menerapkan pola makan dan olahraga seperti kebiasaan mereka sebelumnya. Sepertiga lainnya mengikuti pola diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Diet ini menekankan produk susu rendah lemak, buah-buahan dan sayuran dipadukan dengan olahraga. Sedang sepertiga sisanya diminta menjalani program yang memadukan diet DASH dengan program pengaturan berat badan dan latihan aerobik.

Dalam program pengontrolan berat badan, peneliti menerapkan dua strategi. Strategi pertama fokus pada pengurangan porsi dan perubahan perilaku, seperti mengonsumsi kudapan. Sedang langkah kedua menggunakan pendekatan yang dikenal dengan latihan pengenalan selera, di mana partisipan mendapat panduan tidak hanya dalam memilih makanan tetapi juga mengontrol jumlah konsumsi.

Smith menyatakan bahwa bagian olahraga dari program tersebut tidak drastis. Partisipan hanya diminta berolahraga 30 menit tiga atau empat kali seminggu. Durasi ini cukup untuk membuat jantung berdetak hingga 75-80 persen dari detak maksimumnya. (IK/OL-08)

 


KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
22-03-2010 11:47:27 WIB
Oleh: ayu zahra
mau tanya

1. gimana sih cara tau susu mana yang rendah lemak? 2. berat saya 95kg, umur nya baru 16tahun, tinggi nyah sekitar 168cm.... cara diet yang baik bagaimana?




MORE INFO
Kamis, 09 Februari 2012 11:45 WIB
Rabu, 08 Februari 2012 15:10 WIB
Selasa, 07 Februari 2012 09:30 WIB
Senin, 06 Februari 2012 12:40 WIB
Jumat, 03 Februari 2012 14:36 WIB
Selasa, 31 Januari 2012 15:15 WIB
Selasa, 31 Januari 2012 09:00 WIB
Senin, 30 Januari 2012 15:00 WIB
28 Januari 2012 16:20 WIB
Rabu, 25 Januari 2012 09:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2012 14:35 WIB
Minggu, 22 Januari 2012 15:10 WIB
image image image image image