Selasa, 09 Maret 2010 09:00 WIB
Ngobrol Bikin Lebih Bahagia
Penulis : Ikarowina Tarigan

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Ngobrol Bikin Lebih Bahagia

talk-a-latte.com

OBROLAN ringan berfungsi memperlancar hubungan sosial. Tapi untuk mendapatkan kebahagiaan, Anda memerlukan percakapan yang lebih berarti.

"Obrolan kecil benar-benar befungsi," terang peneliti Matthias Mehl dari University of Arizona,Tucson ."Tapi mereka yang mempunyai percakapan berarti lebih bahagia," tutur Mehl, seperti dikutip situs healthday.com.  Percakapan yang substantif dan bermakna, menurut Mehl, akan membuat Anda lebih terhubung dengan orang lain.

"Tidak harus mengenai filsafat atau alam baka, tetapi yang penting mempunyai substansi," tegas Mehl.

Dalam studi ini yang dipublikasikan di Psychological Science ini, Mehl memperlengkapi 79 mahasiswa laki-laki dan perempuan dengan perangkat mudah dibawa yang dikenal dengan nama electronically activated recorder (EAR).

Perangkat ini secara periodik merekam potongan percakapan saat pemakai menjalani rutinitas normal mereka. Setiap 12,5 menit, perangkat tersebut mengambil suara selama 30 detik.

Setelah empat hari, perangkat tersebut berhasil menangkap 23.000 rekaman atau sekitar 300 per partisipan. Tim Mehl selanjutnya mendengarkan rekaman dan mengelompokkan percakapan sebagai obrolan kecil atau percakapan yang substantif.

Sebagai contoh, obrolan kecil:"Apa yang Anda makan? Popcorn? Enak!" Tapi percakapan berikut memiliki substansi: "Dia jatuh cinta dengan ayahmu? Jadi, apakah mereka akan segera bercerai?"

Tingkat kesejahteraan

Selanjutnya partisipan menjalani tes yang mengukur kepribadian dan tingkat kesejahteraan mereka. Mehl menemukan, mereka yang melaporkan memiliki tingkat kesejahteraan tinggi, menghabiskan waktu lebih sedikit untuk menyendiri dan melewatkan lebih banyak waktu dengan orang lain.

Saat membandingkan partisipan paling tidak bahagia dengan yang paling bahagia Mehl menemukan, mereka yang paling bahagia menghabiskan sekitar 25 persen waktu lebih sedikit untuk menyendiri dan menghabiskan 70 persen lebih banyak waktu untuk
berbicara.

Selain itu, mereka juga melakukan obrolan kecil sepertiga kali partisipan yang paling tidak bahagia dan melakukan dua kali lebih banyak percakapan substantif. (IK/OL-08)


KOMENTAR
Nama :
E-mail :
Judul Komentar :
Komentar :
   
MORE INFO
Kamis, 09 Februari 2012 11:45 WIB
Rabu, 08 Februari 2012 15:10 WIB
Selasa, 07 Februari 2012 09:30 WIB
Senin, 06 Februari 2012 12:40 WIB
Jumat, 03 Februari 2012 14:36 WIB
Selasa, 31 Januari 2012 15:15 WIB
Selasa, 31 Januari 2012 09:00 WIB
Senin, 30 Januari 2012 15:00 WIB
28 Januari 2012 16:20 WIB
Rabu, 25 Januari 2012 09:00 WIB
Selasa, 24 Januari 2012 14:35 WIB
Minggu, 22 Januari 2012 15:10 WIB
image image image image image