Minggu, 11 April 2010 09:00 WIB
Film 3-D Picu Gejala Mabuk Berkendara
Penulis : Ikarowina Tarigan

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Film_3 D_Picu_Gejala_Mabuk_Berkendara

collider.com

FILM tiga dimensi (3-D movie) yang sekarang banyak ditayangkan di bioskop bisa menimbulkan gangguan kesehatan pada beberapa penonton. Film tiga dimensi itu akan mengelabui otak, sehingga meniru gejala seperti mabuk berkendara.

Masalah ini, dipicu oleh gangguan di kepala, khususnya di mata. Menurut peneliti, sekitar lima persen populasi, memiliki koordinasi mata yang buruk sehingga tidak bisa melihat tiga dimensi.

"Saat melihat film tiga dimensi, mata Anda harus bekerja sama sebagai satu tim yang sempurna. Anda harus melihat gambar yang sama jelasnya di kedua mata," papar Dr. James J. Salz, juru bicara American Academy of Ophthalmology sekaligus profesor klinis di bidang ophthalmology (ilmu pengobatan mata) dari University of Southern California di Los Angeles.

"Dengan begitu Anda bisa mendapatkan penyatuan dari dua gambar," tutur Salz, seperti dikutip situs healthday.com, Jumat (9/4).

Berdasarkan perkiraan, terang Salz, sekitar 30 persen pencinta film mempunyai koordinasi mata yang cukup baik untuk melihat tiga dimensi, tetapi harus dengan upaya. Mereka ini, menurut Ketua Corporate Vision Consulting di Encinitas, California, Jeffrey Anshel, berisiko lebih besar mengalami sakit kepala dan mata lelah saat menyaksikan 3-D di layar lebar.

"Masalah muncul pada orang-orang yang mempunyai penglihatan tiga dimensi tapi mempunyai mekanisme penyatuan yang lemah," terang Salz,"Mata Anda harus bekerja lebih keras. Otak mengirimkan impuls ekstra untuk menjaga agar mata tetap sejajar. Jika Anda memaksa mata untuk menyatukan 3-D sepanjang waktu, Anda akan merasakan peregangan ekstra dan gejala mabukberkendara."

Avatar misalnya, terang Salz, memaksa mata tetap menyatu dan melakukan pekerjaan ekstra selama dua jam 40 menit."Tidak heran jika ada penonton yang justru mengeluh setelah menonton," tambah Salz.

Konflik mata dan otak

Otak, terang Dr. Robert Wiprud dari Texas A&M Health Science Center College of Medicine, akan dibingungkan oleh konflik masukan dari bagian tubuh yang beda, seperti mata, reseptor tekanan dari anggota tubuh dan sistem vestibular dalam telinga.

Sistem vestibular meliputi sel-sel rambut yang beristirahat dalam cairan yang mendeteksi bunyi dan gerakan kepala."Saat kita bergerak ke arah tertentu, cairan menggerakkan sel-sel rambut, menciptakan impuls listrik yang bergerak sepanjang saraf kranial kedelapan ke otak. Dan otak bisa menyatakan apakah Anda duduk diam atau bergerak ke depan," jelas Wiprud.

Umumnya, terang dia, semua informasi menumpuk dan masuk akal menurut otak Anda. Tapi saat Anda menyaksikan film 3-D yang realistis, terjadi konflik antara apa yang dilihat mata dengan apa yang dirasakan sistem vestibular.

"Mata Anda menyatakan bahwa Anda sedang terbang di udara sedang sistem vestibular menyatakan bahwa Anda hanya duduk diam." Konflik ini, lanjut dia, akan memberi Anda perasaan gerakan palsu."Pada orang-orang yang sensitif, hal ini bisa memicu mual dan sakit kepala."

Otak Anda, terang Wiprud, membenci sinyal yang bertentangan. Dan film reguler tidak terlalu mengelabui mata. (IK/OL-5)



MORE INFO
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
05 Mei 2012 15:35 WIB
05 Mei 2012 13:00 WIB
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
28 April 2012 13:10 WIB
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
image image image image image