scottcamazine.com
PENELITI Amerika Serikat telah mengalami kemajuan yang cukup pesat dalam uji coba terhadap obat ebola setelah diberikannya izin uji coba terhadap manusia. AS memang khawatir virus dengan tingkat kematian tinggi ini dapat dipergunakan beberapa pihak seperti kelompok teroris sebagai senjata biologis.
Uji coba klinis pun telah disetujui setelah obat baru itu terbukti efektif pada monyet. Adapun penyakit hingga kini telah menyebabkan kematian sebesar 90 persen pada kasus manusia, sedangkan bagi monyet penyakit ini sangatlah fatal.
Sekitar 1.200 orang telah meninggal akibat ebola sejak 1976.
Virus ebola ditularkan melalui cairan tubuh. Penderitanya akan mengalami beberapa gejala seperti mual, muntah, pendarahan internal, bahkan gagal organ sebelum akhirnya meninggal.
Dalam uji coba terakhir, peneliti menemukan bahwa obat baru ini ampuh menyembuhkan 60 persen monyet dari virus tersebut. Juga, terbukti 100 persen efektif dalam pengobatan virus Marburg yang dialami monyet cynomolgus. Untuk
itu, Badan Makanan dan Obat-obatan AS kini telah memberikan izin diadakannya uji coba terhadap beberapa sukarelawan.
Tingkat kematian yang terbilang tinggi akibat ebola dikhawatirkan beberapa pihak dapat dijadikan senjata biologis oleh beberapa kelompok. Karena itu, AS pun menambah biaya penelitian untuk virus itu pascainsiden 11 September 2001.
Pengobatan terbaru tengah dikembangkan oleh Institut Penelitian Medis Penyakit Berbahaya Angkatan darat AS dengan perusahaan AVI BioPharma.
Namun, para peneliti memperingatkan bahwa meski telah terdapat sebuah kemajuan yang signifikan, penggunaan vaksin akan membutuhkan lebih banyak waktu dan analisis hingga siap untuk diterapkan pada warga luas. (Pri/OL-06)
|
Kamis, 09 Februari 2012 13:00 WIB
|
|
Rabu, 08 Februari 2012 13:15 WIB
|
|
Senin, 06 Februari 2012 16:35 WIB
|
|
Senin, 06 Februari 2012 09:30 WIB
|
|
Minggu, 05 Februari 2012 13:00 WIB
|
|
Minggu, 05 Februari 2012 10:10 WIB
|
|
Jumat, 03 Februari 2012 09:00 WIB
|
|
Kamis, 02 Februari 2012 16:20 WIB
|
|
Rabu, 01 Februari 2012 09:00 WIB
|
|
Senin, 30 Januari 2012 12:15 WIB
|
|
Minggu, 29 Januari 2012 10:00 WIB
|
|
Jumat, 06 Januari 2012 15:50 WIB
|