Hari AIDS Sedunia
Kamis, 01 Desember 2011 16:30 WIB
2015, Asia Tenggara Ditargetkan Bebas AIDS
Penulis : Prita Daneswari

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

2015_Asia_Tenggara_Ditargetkan_Bebas_AIDS

ANTARA/Yusran Uccang

DENGAN perubahan status HIV-AIDS dari wabah menjadi infeksi kronis yang dapat dikelola, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rabu (30/11) mendesak negara-negara di Asia Tenggara untuk fokus untuk pemusnahan infeksi itu, terutama di kalangan anak-anak pada 2015.

"Kita telah melalui masa epidemi HIV-AIDS selama lebih dari satu dekade. Dengan pengobatan yang inovatif, peningkatan pelayanan kesehatan, dan komitmen politik, penderita HIV bisa hidup lebih lama dan lebih baik," kata Samlee Plianbangchang, direktur regional WHO untuk Asia Tenggara.

"Kita harus belajar dari pengalaman dan berupaya untuk memastikan bahwa tidak ada lagi anak yang lahir terinfeksi HIV," kata Plianbangchang pada malam Hari AIDS Sedunia pada 1 Desember 2011.

Antara 2001 dan 2010, jumlah orang yang baru terinfeksi HIV menurun tajam sebesar 34 persen di Asia Tenggara. Menurut WHO, dengan perluasan fasilitas serta penyediaan layanan pengujian dan konseling, sekitar 16 juta orang telah diuji untuk HIV di seluruh Asia Tenggara.

Menurut Laporan Kemajuan WHO tentang HIV / AIDS di Asia Tenggara 2011, 3,5 juta orang diperkirakan hidup dengan HIV AIDS di 2010, termasuk 140 ribu anak-anak dan perempuan yang menyumbang 37 persen dari populasi ini.

Namun sayangnya, epidemi ini masih terus meningkat di Indonesia, meskipun jumlah infeksi baru menunjukkan tren penurunan di Myanmar, Nepal, dan Thailand.

Laporan lain mengatakan, "Sebagian besar orang yang hidup dengan HIV tidak menyadari status mereka. Hanya 1 dari 5 ibu hamil yang memiliki akses untuk tes HIV dan konseling. Dua dari 3 ibu hamil yang terinfeksi HIV bahkan tidak menerima antivirus profilaksis."

"Hanya sepertiga dari penderita HIV lanjut yang menerima perawatan antiretroviral sesuai kriteria WHO terbaru. Namun, 4 dari 5 orang yang telah memulai pengobatan masih hidup selama 12 bulan setelah dimulainya terapi," tambahnya. (Pri/OL-06)
MORE INFO
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
05 Mei 2012 15:35 WIB
05 Mei 2012 13:00 WIB
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
28 April 2012 13:10 WIB
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
image image image image image