Senin, 12 Desember 2011 15:15 WIB
Biochip Ekspres Kenali Keracunan Darah
Penulis : Annisa Indri Lestari

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Biochip_Ekspres_Kenali_Keracunan_Darah_

medicaldaily.com

KECEPATAN penanganan kasus keracunan darah bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Dengan bantuan teknologi biochip,kini dokter mampu menganalisis darah dalam hitungan menit.

Lalu bagaimana mengenali penderita keracunan darah? Untuk menjawab pertanyaan ini dokter biasanya mengambil sampel darah dan mengirimkannya ke laboratorium. Hasil analisisnya pun perlu waktu lama. Namun dengan dikembangkannya biochip oleh para ilmuwan di Fraunhofer Institute untuk Physical Measurement Techniques IPM di Freiburg hasil analisis darah bisa dalam waktu dua puluh menit.

"Untuk menganalisis darah kami merancang biochip untuk melaksanakan semua langkah-langkah pemeriksaan.Yang dokter lakukan hanyalah menempatkan sampel dan menunggu hasil,"jelas Kepala Ilmuwan Dr Albrecht Brandenburg seperti dikutip medicalnewstoday.

Kinerja perangkat biochip itu dimulai dari mempersiapkan sampel darah. Kemudian sel darah merah dipisahkan dari plasmanya yang tetap dipandu ke biochip. Ketika pasien menderita sepsis atau peradangan serius, sistem kekebalan tubuh mereka bereaksi dengan memproduksi protein tertentu . Lalu biochip mendiagnosa antibodi yang diposisikan pada chip untuk dicocokkan dengan protein. Jika protein terdapat dalam darah, akan keluar cairan antibodi dan mengikat ke chip.

Protein antibodi dalam darah darah dilihat dari banyaknya titik-titik kecil menerangi chip. Jika pasien sehat, chip akan tetap gelap. Penanda protein terbukti memungkinkan para ilmuwan mendapatkan informasi penting tentang keparahan dan penyebab penyakit. (*/OL-06)

MORE INFO
Senin, 21 Mei 2012 12:30 WIB
Rabu, 16 Mei 2012 13:20 WIB
Kamis, 10 Mei 2012 09:10 WIB
05 Mei 2012 15:35 WIB
05 Mei 2012 13:00 WIB
Rabu, 02 Mei 2012 14:00 WIB
Selasa, 01 Mei 2012 12:45 WIB
28 April 2012 13:10 WIB
Rabu, 25 April 2012 15:40 WIB
Selasa, 24 April 2012 15:00 WIB
Selasa, 24 April 2012 09:15 WIB
Selasa, 17 April 2012 14:00 WIB
image image image image image