Minggu, 23 Mei 2010 10:39 WIB
Mi Celor Palembang
Penulis : Christine Franciska

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Mi Celor Palembang

MI/Christine F

BAGI yang asing berbahasa Palembang, kata celor pasti mengundang tanya. Kalau mereka-reka sendiri, mungkin banyak yang mengira bahwa kata celor adalah plintiran kata telor. Maklum, sepotong telur rebus tampak dominan menghiasi tampilan mi.

Tapi celor bukanlah berarti telor. Mi celor, berasal dari bahasa Palembang, berarti mi yang diseduh. Ini merujuk pada pengolahan mi yang diseduh saja, bukan direbus. Maksudnya supaya rasa mi terasa mantap berisi, tak lembek seperti mi rebusan. Maka, begitu disantap, tekstur mi yang padat bisa bikin lidah puas.

Makanan khas kota pempek ini, bisa dinikmati di Restoran Putra Sriwijaya, Jln Proklamasi No. 91 Matraman, Jakarta. Harga cukup sesuai dengan porsinya, Rp 15 ribu saja per porsi.

Mi yang digunakan adalah mie berukuran besar. Kalau menurut Amin, salah satu pemilik Restoran Putra Sriwijaya, jenis mi ini asli dari negeri China.

Kuahnya sendiri cukup kental. Terbuat dari kaldu udang, sedikit santan dan tepung. Irisan tipis udang juga bercampur dikuah hingga rasa gurih semakin terasa.

Pelengkapnya ada potongan wortel, tauge, dan separuh telur bebek rebus. Selain rasa udang, aroma bawang goreng juga sangat kuat menambah cita rasa mie celor.

Untuk penggunaan telur bebek, Amin mengaku menggunakan telur berkualitas nomor satu. "Pakai telur ayam sebetulnya juga gak masalah, tapi kami mengutamakan kualitas," ujar Amin.

Selain mi celor, restoran ini juga menyediakan menu khas Palembang lain. Misalnya yang paling terkenal adalah pindang ikan patin, pepes ikan patin, es kacang merah legit, dan tak ketinggalan aneka pempek yang menggoda selera. (*/M-1)


MORE INFO
Minggu, 25 Juli 2010 09:04 WIB
Selasa, 29 Juni 2010 09:35 WIB
Jumat, 18 Juni 2010 10:00 WIB
Minggu, 06 Juni 2010 14:38 WIB
Minggu, 06 Juni 2010 11:45 WIB
Minggu, 06 Juni 2010 10:53 WIB
Minggu, 23 Mei 2010 11:35 WIB
Minggu, 16 Mei 2010 11:19 WIB
Minggu, 02 Mei 2010 08:37 WIB
Minggu, 02 Mei 2010 08:25 WIB
Minggu, 25 April 2010 10:05 WIB
Minggu, 25 April 2010 09:28 WIB
image image image image image