Minggu, 06 Juni 2010 14:38 WIB
Kesebelasan Pemanja Lidah
Penulis : Christine Franciska
Ayam Piri-Piri ---Dok Hotel Ibis
BAK sebuah tim sepakbola, tiap pemain berasal dari negara yang berbeda. Sebelas jumlahnya. Terdiri dari pemain terbaik dan terfavorit. Kalau pinjam istilah olahraga, minimal mereka pasti sudah pernah hattrick atau dapat penghargaan sepatu emas.
Namun, di Hotel Ibis, tim sepakbola itu bukanlah sekumpulan atlit seganteng Christiano Ronaldo atau selihai Kaka yang pintar menggocek bola. Sebelas pemain itu tak lain adalah menu makanan ringan dalam program Snack Around The World. Program ini sengaja dibuat untuk memeriahkan nonton bareng Piala Dunia 2010, mulai 11 Juni hingga 3 Juli nanti.
Bisa dinikmati di area lounge, restoran, maupun bar Hotel Ibis manapun di Indonesia. "Menunya sengaja berjumlah sebelas agar mirip tim sepak bola," ujar Yulia Maria Ibis Network PR Manager.
Layaknya tim terbaik, menu merupakan makanan andalan tiap negara. Paling dominan berasal dari negara jagoan bola di Eropa. Seperti Prancis, Jerman, Italia, Denmark, Spanyol, Yunani, dan Inggris. Tiga lainnya yaitu Jepang, Afrika Selatan, dan Meksiko, seakan hanya hadir melengkapi.
Mengusung tema "snack", pikiran mungkin akan membayangkan aneka makanan kering yang asin dan manis. Mirip jajanan di supermarket atau kue-kue mini.
Tapi, menu ternyata tak tersaji demikian. Snack definisi Ibis adalah makanan porsi kecil. Makanan berat macam nasi kuning atau daging-dagingan dibuat mini. Tak membuat perut penuh. Cocok disantap malam hari.
Soal rasa, ciri khas makanan Eropa mendominasi. Tak padat bumbu dan ringan saja. Misalnya lasagna dari Italia, nicoise salad dari Prancis dan ayam panggang tzaziki dari Yunani. Tapi beberapa menu punya saus dengan rasa kuat, seperti sosis bumbu kari dari Jerman dan mini currasco dari Brazil.
Semua bisa dinikmati dengan harga Rp 30 ribu per porsi. Khusus di Ibis Tamarin, tersedia juga red wine dan white wine dari Afrika Selatan. Harganya Rp 80 ribu per gelas. Nikmatnya? Tentu bisa memberi sensasi seperti nonton di Afrika Selatan!
Kottbullar - Denmark
Dalam bahasa Swedia, kottbullar berarti bakso. Makanan ini populer di Denmark dan Swedia sebagai penganan sehari-hari.
Bakso Kottbullar ini dibuat dari daging giling dan tepung roti yang ditumis. Teksturnya kasar, tak seperti bakso yang umumnya dijumpai.
Kottbullar disajikan dengan saus Bechamel, yang berbahan dasar krim. Diatasnya diberi topping selai blueberry. Paduan topping ini membuat Kottbullar punya rasa asin, manis, juga creamy.
Ayam Piri-Piri - Afrika Selatan
Makanan ini berasal dari Portugal, namun lebih populer di Afrika Selatan. Chicken wing ini tak spesial tanpa saus piri-piri. Piri-Piri sendiri adalah sejenis cabai yang tumbuh di Afrika. Bentuknya kecil dan dikenal sangat pedas.
Tapi, kalau pecinta rasa pedas sejati, mungkin akan kecewa dengan Ayam Piri-Piri satu ini. Pasalnya, walau gurih dan nikmat, pedasnya tak sampai bikin berkeringat. Rasanya dibuat umum saja.
Paela - Spanyol
Ternyata Spanyol juga punya nasi kuning. Paela namanya. Di negara asalnya warna kuning itu dibuat dari saffron, sejenis rempah seperti helaian rambut bersemu kecoklatan. Tapi untuk menu kali ini saffron diganti dengan kunyit.
"Warna kunyit lebih terang dan ada ada rasa kunyitnya sedikit. Kalau Saffron warnanya lebih gelap dan tawar,'' ujar Raymond Susanto, Executive Chef Hotel Ibis. Sebagai pelengkap disajikan dengan aneka seafood seperti udang, cumi, dan kerang.
Beef Tacos - Meksiko
Tacos merupakan makanan yang sangat terkenal di Meksiko. Terdiri dari gulungan kulit tortila yang diisi dengan daun lettuce dan daging giling khas meksiko. Tapi, varian lainnya bisa juga diisi dengan ikan, seafood, sayur, dan keju.
Kushikatsu - Jepang
Merupakan gorengan khas Jepang yang terdiri dari baso sapi, ayam, dan ikan. Penyajiannya ditusuk seperti sate, dibalur tepung, lalu digoreng. Kushikatsu populer di Jepang sebagai makanan pinggir jalan. "Biasanya ramai di jalan-jalan Harajuku," kata Raymond.
Fish & Chip - Inggris
Kalau Amerika punya hotdog, Inggris punya fish and chip sebagai makanan pinggir jalan. Seperti namanya, menu ini terdiri dari ikan dan kentang. dan saus tartar. Ikan biasanya digunakan ikan cod atau jenis white snapper.
Ikan digoreng tepung dan dimakan bersama kentang goreng. Pelengkapnya saus tartar yang gurih dan asam. Agar terasa original, menu Fish & Chip di Hotel Ibis sengaja dibalut koran dibagian luar. "Seperti tampilan Fish & Chip di jalan-jalan Inggris yang dibungkus koran," jelas Raymond. Mau coba? (M-2)