Minggu, 20 Juni 2010 10:56 WIB
Pecak Bening Betawi, Seger Abis!
Penulis : Iis Zatnika

CETAK

KIRIM

DIGG

FACEBOOK

Pecak Bening Betawi Seger Abis

MI/Iis Zatnika

LUPAKAN sejenak semur jengkol, ketupat sayur dan beraneka masakan betawi lain yang telah kesohor. Mendekati ulang tahun Jakarta ini, mari bertualang mencari sajian khas warga Betawi.

Tak beda dengan warga Betawi yang konon domisilinya makin mojok ke pinggiran, pecak ikan nan istimewa ini pun juga mesti dicari hingga ke Parung Bogor dan Cipondoh Tangerang.

Buat warga Tangerang, terutama yang tinggal di kawasan Cipondoh, bila Anda melewatkan warung Mpok Roy yang terletak persis di depan Danau Cipondoh, kami pastikan Anda merugi. Pasalnya, warung permanen yang sederhana ini benar-benar menjadikan pecak ikan bening sebagai signature-nya.

Tetap ada sajian ayam goreng kampung nan panas yang tak kalah nikmat, namun buat Anda yang belum pernah berkenalan dengan pecak ikan bening, kami sarankan Anda hanya memilih gurame, nila atau gabus pecak sebagai lauk agar konsentrasi tak terpecah.

Lalu kenapa disebut pecak bening? Ya, tentu saja karena ada pecak betawi lain yang tak bening alias bersantan. Disajikan dengan kuah santan kuning bersemu merah, banyak warung betawi yang menyajikan menu ini sebagai andalannya. Tentu yang diunggulkan adalah gurihnya santan dan ikan dengan bonus rasa pedas yang didapat dari rawit utuh bertaburan di atasnya.

Sajian yang hampir sama juga ada di masakan Jawa. Seorang kawan dari Purbalingga, Jawa Tengah bercerita bahwa ia selalu memesan pecak lele buatan tangan ibunya setiap pulang kampung.

Sama-sama bersantan, tapi yang digunakan santan mentah yang diperas mendadak dan langsung disajikan di meja makan. Sang kawan mengaku sensasi segarnya santan dan gurihnya ikan tak akan bisa tergantikan pada menu restoran manapun di Jakarta, kota yang ia tinggali sekarang.

Kembali ke pecak bening, Mpok Titi yang bekerja di warung Mpok Roy sore itu memasak buat kami bertutur jika menu ini resmi asli betawi walaupun sebagian orang sunda juga pandai memasaknya.

Berbeda dengan pecak santan yang gurih, pecak bening menjual kesegaran dari rasa asam dari cuka dan perasan jeruk nipis, pedas dari rawit yang diulek kasar dan yang jadi penentu, irisan jahe segar, temu kunci dan ulekan kencur. Lalu, garam dan terasi jadi penyempurna rasa.

"Kalau ikannya ada yang kirim ke sini tapi juga ada yang dari hasil orang mancing di danau, terutama gabus, kan ikan ini mah susah dipelihara, jadi kebanyakan dari orang nangkep di danau," kata Titi.

Pantas saja, ketika kami memesan nila dan gurame pecak, ikannya 100% segar. Walaupun gabus yang disajikan berukuran mini, namun tulangnya tak terlampau menganggu  dan gurihnya tentu saja juara.

Mpok Roy, yang hingga kini sehari-harinya masih melayani pembeli di warungnya, namun sayangnya sore itu tengah bertandang ke rumah saudaranya, juga cermat menyajikan nasinya.

Selain ditempatkan di bakul mini untuk mengundang selera, cara memasak nasi yang tak benyek (terlalu basah), membuat makan sore kami yang berkuah makin mantap.

Kebanyakan orang Sunda juga betawi memang gemar memakan nasi yang dimasak dengan air tak terlampau banyak. Orang Sunda menyebut penampilan nasi jenis ini, haraghag, tak terlampau pulen tapi juga tidak pera.

Nah, jika rute Anda berjalan-jalan di hari Minggu ini lebih mendekati Parung Bogor, kami sarankan Anda menjalankan kendaraan lebih lambat di sekitar pasar Parung. Jika dari arah Bogor, ada juga warung Ibu Haji Arab ada di sebelah kiri, sebelum pasar Parung.

Bangunannya sederhana, dari bilik kayu bercat putih, ada tumpukkan kayu bakar di sisi tempat makan ini. Sedikit berbeda dengan warung Mpok Roy yang memasak made by order, pecak ikan di warung ini biasanya sudah tersedia di setiap meja pengunjung ketika kita duduk di bangku panjang. Lauk yang dibuat pecak pun ikan mas. Dan yang jelas, mau dimanapun, segarnya pecak terlampau menggoda.(Zat/M-1)
Foto Gallery
Gabus Pecak Bening ---MI/Iis Zatnika

MORE INFO
Minggu, 25 Juli 2010 11:53 WIB
Minggu, 18 Juli 2010 15:23 WIB
Minggu, 18 Juli 2010 11:15 WIB
Minggu, 11 Juli 2010 09:29 WIB
Minggu, 04 Juli 2010 11:12 WIB
Minggu, 27 Juni 2010 13:08 WIB
Minggu, 27 Juni 2010 10:17 WIB
Jumat, 25 Juni 2010 13:05 WIB
Kamis, 24 Juni 2010 10:05 WIB
Selasa, 22 Juni 2010 12:20 WIB
Minggu, 13 Juni 2010 12:52 WIB
Minggu, 13 Juni 2010 10:10 WIB
image image image image image